Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Ini Manfaat Tidur dalam Keadaan Gelap

Anggi Maya - wolipop
Kamis, 23 Mar 2017 10:32 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: iStock
Jakarta - Banyak orang salah menganggap jika semakin banyak waktu tidur, semakin berkualitas pula tidurnya. Padahal, kualitas tidak selalu disebabkan dengan kuantitas tidur yang panjang. Ada yang sudah tidur lebih dari tujuh jam, namun masih merasa lelah. Sementara lainnya bisa tidur sebentar namun bangun dengan semangat.

Kualitas tidur bukan hanya dipengaruhi kuantitas namun juga pencahayaan. Menurut penelitian, tidur akan lebih berkualitas bila lampu kamar dimatikan. Berikut adalah beberapa manfaat yang bisa dirasakan tubuh saat tidur dalam keadaan gelap.

1. Mengatur Kadar Melatonin

Melatonin adalah hormon alami yang mempengaruhi tidur sehat dan hidup sehat. Melatonin dikenal sebagai hormon antioksidan kuat yang mencegah sel pertumbuhan kanker, dan juga dapat membantu mengontrol masalah kesehatan lainnya, termasuk perauturan siklus haid, menopause, dan insomnia kronis.

Produksi melatonin dipicu oleh cahaya yang kabur atau tidak adanya cahaya. Hormon tersebut menyebabkan tubuh merasa ngantuk dan siap untuk tidur. Terkena cahaya lampu di malam hari dapat mengganggu dan menunda produksi melatonin. Jadi hal terbaik untuk membantu produksi melatonin dengan meredupkan lampu di malam hari dan kemudian pergi ke tempuat tidur di ruang yang benar-benar gelap.

2. Menurunkan Resiko Depresi

Penelitian telah menunjukkan bahwa siklus tidur yang sehat adalah pusat mempertahankan keseimbangan kesejahteraan emosional. Jika Anda menyalakan lampu di malam hari, Anda menunda timbulnya melatonin sehingga berisiko mengalami masalah tidur. Dan penyebab terkenal depresi berasal dari masalah tidur.

3. Menurunkan Risiko Disfungsi Metabolik

Sebuah studi yang diterbitkan pada tahun 2014 dalam The Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism menyoroti bahwa ketidaksinkronan hidup akibat terbit dan tenggelamnya matahari dapat memengaruhi kesehatan. Jadi seseorang yang biasa melek dan terjaga di malam hari lebih rentan untuk mengalami diabetes, sindrom metabolik, dan sarcopenia (kehilangan otot) dibandingkan dengan mereka yang tidur dan terbangun pada waktu sesuai dengan siklus terang gelapnya hari. (asf/asf)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads