Selebgram Terjebak di Dubai Gara-gara Perang Iran-AS, Uang Puluhan Juta Ludes
Liburan romantis yang seharusnya menyenangkan berubah jadi 'mimpi buruk' finansial bagi sepasang influencer asal Inggris ini. Mereka terpaksa mengeluarkan ekstra puluhan juta rupiah untuk memperpanjang masa menginap di hotel setelah terjebak di Dubai akibat eskalasi konflik di Timur Tengah.
Lily Mann dan kekasihnya, James Shires, tiba di Dubai pada 26 Februari 2026. Hanya berniat menghabiskan beberapa hari di sana, rencana pulang mereka ke Manchester, Inggris, berantakan setelah maskapai Etihad Airways membatalkan penerbangan karena alasan keamanan.
Pasangan ini pun dihadapkan pada dua pilihan sulit; membeli tiket pulang sekali jalan dengan harga lebih dari £10.000 per orang-sekitar Rp200 juta-atau menunggu tanpa kepastian. Karena tidak mampu membeli tiket dengan harga yang melonjak tinggi tersebut, mereka akhirnya memilih untuk tetap bertahan di Dubai.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keputusan itu nyatanya tetap membuat pengeluaran mereka membengkak. Lily dan James harus memperpanjang masa menginap di hotel, yang membuat total biaya tambahan-termasuk biaya hidup dan deposit hewan peliharaan di rumah mereka di Inggris-mencapai lebih dari £3.000, atau sekitar Rp60 juta.
Upaya mereka menghubungi agen perjalanan pun tak menuai hasil. Pasalnya, keduanya tidak diizinkan masuk ke area bandara untuk berbicara langsung dengan maskapai tanpa tiket penerbangan.
Sementara itu, maskapai menyebut penerbangan pengganti kemungkinan baru tersedia pada 14 Maret 2026, sekitar satu minggu lebih lama dari jadwal keberangkatan awal. Namun hingga kini jadwal tersebut masih belum pasti.
Selebgram Lily Mann dan kekasihnya terjebak di Dubai. Foto: Instagram/@lilylouisemann_ |
Lily Mann Langganan Liburan di Dubai
Selama lebih dari empat tahun menjalin asmara, pasangan ini sudah sekitar 10 kali mengunjungi Dubai. Namun, ini adalah pertama kalinya mereka merasakan situasi yang membuat mereka benar-benar tidak nyaman dan ketakutan.
Lily, lewat unggahan di media sosial, mengatakan suasana di kota tersebut sempat mencekam ketika sirene terus berbunyi.
"Asap hitam tebal dan suara ledakan keras terlihat membelah langit saat kami sedang sarapan," ujarnya, seperti dilansir Daily Mail.
Lily dan James termasuk di antara ribuan wisatawan Inggris yang terjebak di kawasan Timur Tengah setelah serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran memicu serangan balasan di berbagai wilayah. Wanita 25 tahun yang juga bekerja sebagai manajer media sosial ini mengatakan bahwa peluang untuk segera pulang ke Inggris saat ini masih sangat kecil.
"Penerbangan pulang itu benar-benar tidak ada," katanya.
"Kami benar-benar sangat tidak beruntung. Orang-orang yang berhasil keluar dari sini sangat beruntung," tambah Lily.
Mereka juga sudah mencoba meminta bantuan kepada agen perjalanan tempat memesan perjalanan, namun belum mendapat solusi yang memuaskan.
"Kami sudah mencoba mencari arahan dari agen perjalanan, tapi hasilnya sangat mengecewakan," katanya.
Saat ini, mereka hanya bisa menunggu konfirmasi tiket setelah mendapat kabar bahwa kemungkinan bisa terbang pulang pada Sabtu pekan depan.
(hst/hst)











































