Ketahui Olahraga Terbaik Sesuai Usia Anda
Rahmi Anjani - wolipop
Senin, 07 Mar 2016 18:40 WIB
Jakarta
-
Anda tentu sudah tahu dan paham bahwa olahraga baik untuk kesehatan. Latihan juga menjadi penting dilakukan secara rutin seiring dengan pertambahan usia. Umumnya setiap orang akan memilih jenis olahraga yang sesuai dengan minat dan kebutuhan. Meski semua variannya baik untuk tubuh namun ada beberapa olahraga yang lebih bermanfaat dilakukan pada usia tertentu.
Usia 20-an
Kebiasaan berolahraga penting dimulai oleh orang di usia 20-an. Sebuah studi yang dilakukan JAMA Internal Medicine pun mengungkap latihan kardio bagus untuk mereka. Para partisipan yang lari paling tidak 10 menit dalam tes memiliki risiko kematian 50% lebih rendah setelah diuji beberapa tahun setelahnya. Riset ini menyarankan Anda berlari 30 menit lima kali seminggu.
Selain kardio, orang-orang muda juga dianjurkan melakukan yoga. Alasannya, wanita dan pria di usia 20-an baru menghadapi permasalah hidup. Yoga bisa membantu mereka agar tidak stres, kesulitan tidur, depresi, atau sakit. Studi menyarankan agar latihan ini dilakukan dua kali seminggu.
Usia 30-an
Di usia 30-an, metabolisme mulai menurun sehingga berat badan lebih cepat naik hingga dua kg setahun. Begitu juga dengan otot tubuh yang semakin lemah dengan seiring pertambahan usia. Karenanya, coba lakukan interval training serta angkat beban ketika nge-gym. Lakukan angkat beban dua sampai tiga set dan fokus pada bagian dada, kaki, dan pundak.
"Kamu mungkin berpikir semua olahraga melatih otot, seperti Pilates atau kelas boot camp cukup untuk membangun kembali totot. Tetapi aktivitas-aktivitas itu hanya menjaga masa otot. Angkat beban bisa membantu membangun apa yang hilang," kata Mike Siemens selaku director of exercise physiology Canyon Ranch Health Resort kepada Huffington Post.
Usia 40-an
Meski keadaan tubuh tidak seprima dulu, sebaiknya Anda tetap berolahraga bahkan jika bisa lebih sering. Menurut penelitian dari Medicine & Science in Sports Exercise, latihan akan melindungi telomer atau bagian ujung DNA yang semakin pendek seiring bertambahnya usia. Orang yang aktif secara fisik di usia 40-an memiliki pun risiko pemendekan telomer lebih kecil sehingga sel-selnya tetap bertahan. Dianjurkan untuk fokus pada latihan angkat beban, jogging, berjalan, atau bersepeda.
Usia 50-an
Kepadatan tulang menurunkan setelah wanita mengalami menopause. Untuk itu, orang di usia 50-an dianjurkan melakukan olahraga seperti tennis, hiking, dan menari. Latihan-latihan tersebut bisa menjaga kekuatan tulang sehingga Anda dapat beraktivitas dengan normal. Lakukanlah olahraga selama 30 menit dengan hati-hati untuk menghindari cedera.
Kemudian perhatikan pula kesehatan kaki Anda. Penelitian dari Gerontology pun mengungkap jika wanita di usia 50-an dengan kaki yang kuat juga memiliki kemampuan otak yang baik. Karenanya, studi itu menyarankan Anda coba lakukan lari, skipping, atau menari tiga kali seminggu dengan durasi 45 menit.
Usia 60-an Ke Atas
Angkat beban dengan berat yang sedang perlu dilakukan Anda yang berusia 60 tahun ke atas. Coba variasikan gerakan dengan bumble yang melatih seluruh tubuh. Lakukanlah selama 40 menit dua kali seminggu. Kemudian pastikan pula bila Anda tetap aktif berkegiatan yang juga baik untuk kesehatan, misalnya berjalan atau berkebun. Hal tersebut bisa menghindarkan Anda dari diabetes, penyakit hati, dan kanker. Pastikan pula bila tubuh bergerak selama 30 menit setiap hari. (ami/ami)
Usia 20-an
Kebiasaan berolahraga penting dimulai oleh orang di usia 20-an. Sebuah studi yang dilakukan JAMA Internal Medicine pun mengungkap latihan kardio bagus untuk mereka. Para partisipan yang lari paling tidak 10 menit dalam tes memiliki risiko kematian 50% lebih rendah setelah diuji beberapa tahun setelahnya. Riset ini menyarankan Anda berlari 30 menit lima kali seminggu.
Selain kardio, orang-orang muda juga dianjurkan melakukan yoga. Alasannya, wanita dan pria di usia 20-an baru menghadapi permasalah hidup. Yoga bisa membantu mereka agar tidak stres, kesulitan tidur, depresi, atau sakit. Studi menyarankan agar latihan ini dilakukan dua kali seminggu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di usia 30-an, metabolisme mulai menurun sehingga berat badan lebih cepat naik hingga dua kg setahun. Begitu juga dengan otot tubuh yang semakin lemah dengan seiring pertambahan usia. Karenanya, coba lakukan interval training serta angkat beban ketika nge-gym. Lakukan angkat beban dua sampai tiga set dan fokus pada bagian dada, kaki, dan pundak.
"Kamu mungkin berpikir semua olahraga melatih otot, seperti Pilates atau kelas boot camp cukup untuk membangun kembali totot. Tetapi aktivitas-aktivitas itu hanya menjaga masa otot. Angkat beban bisa membantu membangun apa yang hilang," kata Mike Siemens selaku director of exercise physiology Canyon Ranch Health Resort kepada Huffington Post.
Usia 40-an
Meski keadaan tubuh tidak seprima dulu, sebaiknya Anda tetap berolahraga bahkan jika bisa lebih sering. Menurut penelitian dari Medicine & Science in Sports Exercise, latihan akan melindungi telomer atau bagian ujung DNA yang semakin pendek seiring bertambahnya usia. Orang yang aktif secara fisik di usia 40-an memiliki pun risiko pemendekan telomer lebih kecil sehingga sel-selnya tetap bertahan. Dianjurkan untuk fokus pada latihan angkat beban, jogging, berjalan, atau bersepeda.
Usia 50-an
Kepadatan tulang menurunkan setelah wanita mengalami menopause. Untuk itu, orang di usia 50-an dianjurkan melakukan olahraga seperti tennis, hiking, dan menari. Latihan-latihan tersebut bisa menjaga kekuatan tulang sehingga Anda dapat beraktivitas dengan normal. Lakukanlah olahraga selama 30 menit dengan hati-hati untuk menghindari cedera.
Kemudian perhatikan pula kesehatan kaki Anda. Penelitian dari Gerontology pun mengungkap jika wanita di usia 50-an dengan kaki yang kuat juga memiliki kemampuan otak yang baik. Karenanya, studi itu menyarankan Anda coba lakukan lari, skipping, atau menari tiga kali seminggu dengan durasi 45 menit.
Usia 60-an Ke Atas
Angkat beban dengan berat yang sedang perlu dilakukan Anda yang berusia 60 tahun ke atas. Coba variasikan gerakan dengan bumble yang melatih seluruh tubuh. Lakukanlah selama 40 menit dua kali seminggu. Kemudian pastikan pula bila Anda tetap aktif berkegiatan yang juga baik untuk kesehatan, misalnya berjalan atau berkebun. Hal tersebut bisa menghindarkan Anda dari diabetes, penyakit hati, dan kanker. Pastikan pula bila tubuh bergerak selama 30 menit setiap hari. (ami/ami)
Health & Beauty
Mykonos Hawaiian Crush Extrait de Parfum, Parfum Wangi Tropis yang Bikin Mood Naik!
Elektronik & Gadget
Airbot X40 Master, Robot Vacuum Super Pintar untuk Rumah Bersih Tanpa Ribet!
Health & Beauty
Secret Garden Extrait de Parfum, Wangi Mewah yang Tahan Lama dan Bikin Kesan Lebih Berkelas!
Health & Beauty
Rambut Lebih Halus & Anti Ngembang, Ini 3 Hair Care Andalan untuk Rambut yang Susah Diatur!
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Bahaya Mencabut Bulu Hidung yang Jarang Disadari, Bisa Picu Infeksi Pernapasan
Penyebab Kuku Berwarna Kuning dan Tips Mengatasinya Agar Tampak Sehat
Benarkah Beras Porang Bagus untuk Diet? Ini Fakta dan Manfaatnya
5 Minuman yang Baik untuk Kesehatan Pencernaan, Atasi Perut Kembung
5 Makanan Terbaik untuk Buka Puasa Diet IF, Kenyang Lebih Lama dan BB Turun
Most Popular
1
Mengenal Cigarette Jeans, Model Celana Jeans Ala 80an yang Tren di 2026
2
Drakor Jisoo BLACKPINK & Seo In Guk Tayang 2026, Aktingnya Tuai Sorotan
3
7 Potret Teagan Croft, Pemeran Rapunzel di Live-action 'Tangled'
4
Ramalan Zodiak 9 Januari: Aries Tetap Waspada, Taurus Banyak Tekanan
5
TikTok Viral Verificator
Viral Momen Dosen Pertanian Mantu, Souvenir Bibit Tanaman Jadi Sorotan
MOST COMMENTED











































