5 Cara Menyimpan Sikat Gigi Agar Tidak Jadi Sumber Penyebaran Kuman
Hestianingsih - wolipop
Senin, 01 Feb 2016 17:34 WIB
Jakarta
-
Seperti apa Anda terbiasa menaruh sikat gigi setelah digunakan? Disimpan di dekat wastafel, digantungkan di rak dinding kamar mandi atau diletakkan saja di sembarang tempat?
Sikat gigi yang kelihatannya bersih, ternyata berpotensi menumpuk kuman serta bakteri berbahaya. Berdasarkan hasil penelitian dari University of Manchester di Inggris, sikat gigi kemungkinan bisa terkontaminasi lebih dari 10 juta bakteri termasuk jenis yang berbahaya seperti E.coli (juga ditemukan pada faeses manusia) dan staphylococcus (bakteri penyebab infeksi pada luka).
Bakteri yang menempel pada sikat gigi tidak hanya berasal dari toilet atau kamar mandi. Tapi juga lingkungan lain apabila disimpan di dalam tas, loker, tas kosmetik atau koper.
Untuk meminimalisir paparan bakteri, ada lima langkah yang perlu dilakukan seperti disarankan dokter gigi Dr Mervyn Druian, dikutip dari Female First.
1. Jauhkan dari Toilet
Jika Anda harus menaruh sikat gigi di dekat toilet, pastikan Anda menutup kloset saat menyiram untuk meminimalkan penyebaran kuman lewat semburan air. Tapi bila memungkinkan, taruh sikat gigi Anda di ruangan selain kamar mandi.
2. Bilas Sampai Bersih
Bilas sikat gigi Anda setiap kali selesai menggosok gigi dengan air yang mengalir. Pastikan tidak ada sisa kotoran gigi maupun pasta gigi yang tertinggal. Pasta gigi yang tertinggal di sikat gigi akan menjadi sarang favorit bakteri untuk bersemayam.
3. Taruh Kepala Sikat di Atas
Taruh sikat gigi dengan bagian kepala menghadap ke atas, jangan sampai terbalik. Simpan pada tempat dengan sirkulasi udara yang baik. Menyimpannya di kabinet atau lemari akan meningkatkan pertumbuhan bakteri karena tempatnya cenderung lembap dan tidak ada sirkulasi udara.
4. Ganti Sikat Gigi Secara Berkala
Ganti sikat gigi Anda minimal setiap tiga bulan sekali. Frekuensi mengganti sikat bisa dipercepat apabila Anda terserang pilek atau flu. Ganti sikat Anda begitu terkena penyakit ini untuk mencegah virus penyebab flu tersebar pada sikat.
5. Jangan Berbagi
Jangan pernah berbagi sikat gigi dengan orang lain, termasuk suami atau anak Anda sendiri. Bakteri pada setiap individu berbeda-beda dan memakai sikat gigi secara bergantian hanya akan saling menularkan bakteri satu sama lain. Akibatnya, Anda atau anggota keluarga lain jadi lebih mudah terserang penyakit. (hst/hst)
Sikat gigi yang kelihatannya bersih, ternyata berpotensi menumpuk kuman serta bakteri berbahaya. Berdasarkan hasil penelitian dari University of Manchester di Inggris, sikat gigi kemungkinan bisa terkontaminasi lebih dari 10 juta bakteri termasuk jenis yang berbahaya seperti E.coli (juga ditemukan pada faeses manusia) dan staphylococcus (bakteri penyebab infeksi pada luka).
Bakteri yang menempel pada sikat gigi tidak hanya berasal dari toilet atau kamar mandi. Tapi juga lingkungan lain apabila disimpan di dalam tas, loker, tas kosmetik atau koper.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Jauhkan dari Toilet
Jika Anda harus menaruh sikat gigi di dekat toilet, pastikan Anda menutup kloset saat menyiram untuk meminimalkan penyebaran kuman lewat semburan air. Tapi bila memungkinkan, taruh sikat gigi Anda di ruangan selain kamar mandi.
2. Bilas Sampai Bersih
Bilas sikat gigi Anda setiap kali selesai menggosok gigi dengan air yang mengalir. Pastikan tidak ada sisa kotoran gigi maupun pasta gigi yang tertinggal. Pasta gigi yang tertinggal di sikat gigi akan menjadi sarang favorit bakteri untuk bersemayam.
3. Taruh Kepala Sikat di Atas
Taruh sikat gigi dengan bagian kepala menghadap ke atas, jangan sampai terbalik. Simpan pada tempat dengan sirkulasi udara yang baik. Menyimpannya di kabinet atau lemari akan meningkatkan pertumbuhan bakteri karena tempatnya cenderung lembap dan tidak ada sirkulasi udara.
4. Ganti Sikat Gigi Secara Berkala
Ganti sikat gigi Anda minimal setiap tiga bulan sekali. Frekuensi mengganti sikat bisa dipercepat apabila Anda terserang pilek atau flu. Ganti sikat Anda begitu terkena penyakit ini untuk mencegah virus penyebab flu tersebar pada sikat.
5. Jangan Berbagi
Jangan pernah berbagi sikat gigi dengan orang lain, termasuk suami atau anak Anda sendiri. Bakteri pada setiap individu berbeda-beda dan memakai sikat gigi secara bergantian hanya akan saling menularkan bakteri satu sama lain. Akibatnya, Anda atau anggota keluarga lain jadi lebih mudah terserang penyakit. (hst/hst)
Home & Living
Bingung Simpan Sepatu yang Numpuk? Cek Rekomendasi Rak Sepatu Anti Debu & Hemat Tempat di Sini!
Pakaian Wanita
Nggak Perlu Mahal-Mahal Nails Art! Pakai Fake Nails Ini untuk Tampilan Kuku Lebih Cantik
Olahraga
Latihan Harian atau Game Akhir Pekan, Ini 3 Bola Voli yang Tetap Nyaman di Lapangan
Hobi dan Mainan
Commuting Tiap Hari atau Sering Butuh Fokus? Soundcore by Anker Q20i Bisa Redam Bising dan Nyaman Dipakai Seharian
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Kisah Wanita 62 Tahun Hamil Lagi Setelah Anaknya Meninggal, Jadi Kontroversi
Bahaya Mencabut Bulu Hidung yang Jarang Disadari, Bisa Picu Infeksi Pernapasan
Penyebab Kuku Berwarna Kuning dan Tips Mengatasinya Agar Tampak Sehat
Benarkah Beras Porang Bagus untuk Diet? Ini Fakta dan Manfaatnya
5 Minuman yang Baik untuk Kesehatan Pencernaan, Atasi Perut Kembung
Most Popular
1
Foto Cantik BCL-Alyssa Daguise Hadiri Pernikahan 'Pangeran Jaksel' di Maroko
2
7 Gaya TWICE Jadi Model Victoria's Secret Usai Viral Istilah 'Tzuyu Bra'
3
Foto Vidi Aldiano Tampil Berkumis Jadi Groomsman Pernikahan Sahabat di Maroko
4
Tak Terduga, Ternyata Ini Inspirasi di Balik Nama Blue Ivy Putri Beyonce
5
Emily Ratajkowski Berhijab Sambut Wali Kota Muslim New York, Unggahan Dikritik
MOST COMMENTED











































