Tips Dekorasi Dapur yang Bisa Bantu Anda Turunkan Berat Badan

Rahmi Anjani - wolipop Senin, 01 Feb 2016 17:05 WIB
Foto: Thinkstock Foto: Thinkstock

Jakarta - Punya badan yang lebih langsing dan sehat dengan pengaturan pola makan menjadi keinginan banyak orang. Namun cita-cita tersebut sering tinggal wacana karena kurangnya disiplin dalam diet yang dijalankan.

Jika Anda salah satu yang sering mengalaminya, coba ubah tampilan dapur. Menurut penelitian yang dilakukan Cornell University, dekorasi dapur atau meja makan bisa bantu Anda mengurangi bobot tubuh hingga 6 kg. Bagaimana caranya?

Tak perlu mengubah warna cat atau mengganti lemari dapur. Yang perlu dilakukan untuk membantu melangsingkan badan hanyalah menaruh sepiring buah di meja dapur. Hasil riset ini mengungkap bahwa menyimpan makanan sehat di tempat yang mudah dijangkau dapat meningkatkan kebiasaan makan yang lebih baik kemudian mengurangi bobot tubuh,

Riset tersebut dilakukan pada 500 ibu dengan minimal dua anak di Amerika Serikat. Wanita-wanita tersebut diminta untuk melihat dan melaporkan isi dapur mereka. Setelah itu, tinggi dan berat badan para partisipan pun diukur untuk diketahui indeks masa tubuhnya.

Survey pun mengungkapkan bila partisipan yang menyimpan buah di dapur diasosiakan dengan penurunan berat badan. Mereka berbobot enam kg lebih rendah dari yang lainnya. Sedangkan wanita yang meletakkan sereal di ruangan memasak diketahui memiliki bobot tubuh sembilan kg lebih berat dari yang menaruh buah. Sementara kenaikan berat badan yang paling tinggi dialami oleh orang yang menyimpan minuman soda di meja dapur yakni sebesar 11 kg.

Alasannya memang cukup masuk akal dan mungkin sudah bisa Anda duga. Apa yang sering terlihat di meja dapur tentu akan lebih sering dikonsumsi dibanding yang tersembunyi. Untuk itu, disarankan agar Anda menyingkirkan makanan yang kurang sehat dari jangakauan mata. Namun cara tersebut saja tentu tidak dapat menyelesaikan permasalahan berat badan.

"Pengaturan pola makan yang sehat diawali dengan membeli makanan sehat dan meniggalkan makanan siap saji di toko," jelas Brian Wansinnk selaku psikolog makanan dan direktur Food and Brand Lab at Cornell University. (ami/ami)