4 Cara Konsumsi Makanan Agar Berat Badan Naik Tapi Tetap Sehat
Hestianingsih - wolipop
Senin, 04 Jan 2016 15:09 WIB
Jakarta
-
Sebagian orang tidak suka dengan tubuhnya yang terlalu kurus dan ingin jadi lebih gemuk dengan berat ideal. Kurang berat badan bisa disebabkan oleh beberapa faktor, karena keturunan genetik, pasca sakit, gangguan pencernaan atau memang nutrisi yang dikonsumsi kurang.
Menaikkan berat badan bukan hanya soal menambah asupan kalori per harinya. Tapi juga memerhatikan makanan yang dikonsumsi, dan cara memakannya. Tentunya Anda tidak mau tubuh menjadi gemuk dengan cara yang tidak sehat dan justru lebih rentan terkena penyakit. Pakar nutrisi dan penulis Cynthia Sass, mengungkapkan cara sehat menambah berat badan seperti dikutip dari Shape.
1. Jangan Biarkan Perut Kosong Lebih dari 4 Jam
Layaknya mesin yang selalu menyala, tubuh memerlukan suplai bahan bakar (baca: energi) terus menerus. Jantung akan terus berdetak, sirkulasi darah terus berjalan, otak dan otot pun selalu bekerja selagi Anda masih hidup. Ketika melewatkan makan, berarti Anda menghentikan suplai bahan bakar yang diperlukan tubuh untuk terus 'menyala'. Alhasil cadangan energi merosot termasuk juga massa otot dan lemak.
Jika Anda ingin gemuk dengan menambah massa otot maka makanlah setiap 3-4 jam sekali. Tidak perlu selalu makanan berat seperti nasi lengkap dengan sayur dan lauk melainkan ringan tapi kaya nutrisi dan mengenyangkan. Beberapa pilihanya bisa buah, kacang-kacangan, roti gandum dengan selai kacang, yoghurt atau salad. Konsisten, adalah kuncinya.
2. Makan 3 Jenis Makanan Sekaligus
Dalam sekali makan, sebaiknya Anda telah memasukkan minimal tiga kelompok makanan misalnya saja karbohidrat, protein dan serat secara bersamaan. Jangan hanya makan pisang atau segenggam kacang-kacangan. Tapi Anda bisa mengombinasikan selembar roti gandum utuh bersama potongan pisang dan selai kacang. Makanan yang lebih bervariasi akan lebih efektif memenuhi tubuh Anda dengan nutrisi yang penting selama seharian.
3. Makanan Sehat dan Padat
Sebagian orang memang tidak terlalu suka makan dengan porsi yang besar atau terlalu banyak. Jika ini yang jadi kendalanya, maka ada cara agar Anda tidak perlu terlalu banyak makan tapi kebutuhan gizi bisa tetap terpenuhi. Pilihlah makanan dengan karbohidrat, protein atau lemak yang tinggi tapi berukuran kecil.
Buah kering adalah salah satu contohnya. Buah kering merupakan buah yang telah dibuang kadar airnya sehingga porsinya jadi menyusut hingga hampir 75 persen. Namun kandungan gula, nutrisi, kalori maupun seratnya masih utuh. Sebelum membelinya, pastikan jika buah kering yang Anda pilih tidak diberi tambahan gula maupun pengawet. Perhatikan juga porsi makan. Seperempat cangkir kismis umumnya sudah setara dengan satu cangkir penuh anggur segar. Jadi jangan sampai berlebihan mengonsumsinya. Anda juga bisa memilih oat yang dipadatkan, granola stick atau keripik terbuat dari dark chocolate.
4. Makanan Berbentuk Cairan
Anda bisa memanfaatkan susu diet yang banyak dijual di pasaran. Susu diet umumnya memiliki nutrisi lengkap dan dimaksudkan sebagai pengganti makan pagi atau malam. Anda bisa meminumnya untuk menambah berat badan, hanya saja dijadikan selingan di antara jam makan. Sedangkan makan pagi, siang dan malam tetap disantap seperti biasa. Dengan begitu asupan kalori dna gizi pun bertambah. Anda juga bisa membuat smoothies dan jus yang diminum di sela-sela jam makan. Namun ingat untuk tidak menambahkan gula, perasa tambahan maupun lemak tinggi ke dalam minuman. (hst/hst)
Menaikkan berat badan bukan hanya soal menambah asupan kalori per harinya. Tapi juga memerhatikan makanan yang dikonsumsi, dan cara memakannya. Tentunya Anda tidak mau tubuh menjadi gemuk dengan cara yang tidak sehat dan justru lebih rentan terkena penyakit. Pakar nutrisi dan penulis Cynthia Sass, mengungkapkan cara sehat menambah berat badan seperti dikutip dari Shape.
1. Jangan Biarkan Perut Kosong Lebih dari 4 Jam
Layaknya mesin yang selalu menyala, tubuh memerlukan suplai bahan bakar (baca: energi) terus menerus. Jantung akan terus berdetak, sirkulasi darah terus berjalan, otak dan otot pun selalu bekerja selagi Anda masih hidup. Ketika melewatkan makan, berarti Anda menghentikan suplai bahan bakar yang diperlukan tubuh untuk terus 'menyala'. Alhasil cadangan energi merosot termasuk juga massa otot dan lemak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
2. Makan 3 Jenis Makanan Sekaligus
Dalam sekali makan, sebaiknya Anda telah memasukkan minimal tiga kelompok makanan misalnya saja karbohidrat, protein dan serat secara bersamaan. Jangan hanya makan pisang atau segenggam kacang-kacangan. Tapi Anda bisa mengombinasikan selembar roti gandum utuh bersama potongan pisang dan selai kacang. Makanan yang lebih bervariasi akan lebih efektif memenuhi tubuh Anda dengan nutrisi yang penting selama seharian.
3. Makanan Sehat dan Padat
Sebagian orang memang tidak terlalu suka makan dengan porsi yang besar atau terlalu banyak. Jika ini yang jadi kendalanya, maka ada cara agar Anda tidak perlu terlalu banyak makan tapi kebutuhan gizi bisa tetap terpenuhi. Pilihlah makanan dengan karbohidrat, protein atau lemak yang tinggi tapi berukuran kecil.
Buah kering adalah salah satu contohnya. Buah kering merupakan buah yang telah dibuang kadar airnya sehingga porsinya jadi menyusut hingga hampir 75 persen. Namun kandungan gula, nutrisi, kalori maupun seratnya masih utuh. Sebelum membelinya, pastikan jika buah kering yang Anda pilih tidak diberi tambahan gula maupun pengawet. Perhatikan juga porsi makan. Seperempat cangkir kismis umumnya sudah setara dengan satu cangkir penuh anggur segar. Jadi jangan sampai berlebihan mengonsumsinya. Anda juga bisa memilih oat yang dipadatkan, granola stick atau keripik terbuat dari dark chocolate.
4. Makanan Berbentuk Cairan
Anda bisa memanfaatkan susu diet yang banyak dijual di pasaran. Susu diet umumnya memiliki nutrisi lengkap dan dimaksudkan sebagai pengganti makan pagi atau malam. Anda bisa meminumnya untuk menambah berat badan, hanya saja dijadikan selingan di antara jam makan. Sedangkan makan pagi, siang dan malam tetap disantap seperti biasa. Dengan begitu asupan kalori dna gizi pun bertambah. Anda juga bisa membuat smoothies dan jus yang diminum di sela-sela jam makan. Namun ingat untuk tidak menambahkan gula, perasa tambahan maupun lemak tinggi ke dalam minuman. (hst/hst)











































