Riset Ungkap Cara Mudah Agar Resolusi Tahun Baru Benar-benar Terwujud

Rahmi Anjani - wolipop Jumat, 01 Jan 2016 16:19 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Momen tahun baru sering dimanfaatkan untuk merencanakan perbaikan diri, atau istilah 'mainstream' nya, resolusi. Banyak orang membuat berbagai resolusi yang telah disusun beberapa hari atau minggu sebelum mendekati pergantian tahun.

Sayangnya seringkali yang terjadi, di pertengahan tahun resolusi yang dibuat kebanyakan hanya tinggal wacana atau janji yang tak ditepati oleh diri sendiri. Dikutip dari Forbes, penelitian dari University of Scranton, Pennsylvania, AS, menunjukkan bahwa hanya 8 persen orang yang berhasil mewujudkan resolusi tahun baru mereka.

Membuat resolusi, memang bukanlah hal yang negatif ataupun sia-sia apabila sifatnya realistis dan tidak terlalu muluk untuk diwujudkan. Jika membuat resolusi tetap Anda niatkan, ada cara mudah agar bisa mewujudkannya.

Sebuah riset telah mengungkapkan bagaimana cara terbaik untuk menepati janji-janji tahun baru. Studi yang dipublikasikan dalam Journal of Consumer Psychology tersebut mengungkap, ada sebuah trik simpel untuk mempermudah perwujudan resolusi, yakni bertanya pada diri sendiri.

Riset tersebut meneliti 104 studi yang pernah dilakukan sebelumnya. Para peneliti menemukan 'question behavior effect' atau efek mempertanyakan tindakan sebagai salah satu pemicu kesuksesan tercapainya resolusi. Studi itu pun memaparkan bahwa orang lebih terpengaruh untuk mengubah kebiasaan dengan pertanyaan daripada pernyataan.

Diharapkan jika pertanyaan tersebut tidak mengandung tenggat waktu dan akan lebih baik jika bisa dijawab dengan 'ya' atau 'tidak'. Misalnya saja tahun ini Anda membuat resolusi untuk memiliki bentuk tubuh lebih langsing dan ideal. Maka disarankan agar Anda mengganti pernyataan resolusi itu dengan pertanyaan.

Bukan dengan kalimat, 'Lebih fokus berolahraga dan menjaga pola makan', melainkan dengan,'Apakah saya bisa lebih fokus berolahraga dan menjaga pola makan?' Kemudian jawab pada diri sendiri, 'ya'.

Mengapa bisa demikian? Menurut peneliti, pertanyaan memicu respon psikologis dengan mengajak orang mengingat mengapa hal tersebut menjadi penting. Kalimat tanya juga membuat orang merasa bersalah jika janji itu tidak ditepati.

Berdasarkan riset yang sama pula, banyak orang lebih berkomitmen dan optimis melakukan olahraga hingga kegiatan voluntir di akhir pekan serta resolusi lainnya sejak liburan tahun baru. Cara tersebut juga diyakini berhasil membuat orang melanjutkan resolusi mereka.

Berdasarkan laporan, 44% orang Amerika Serikat tetap menerapkan janji tahun baru hingga bulan Juni dengan trik serupa. Mereka bahkan dilaporkan lebih bersemangat dalam mewujudkannya. Padahal Juni adalah bulan di mana orang paling banyak menyerah terhadap resolusi awal tahun. Tertarik mencoba? (ami/hst)