5 Kekeliruan yang Umum Dilakukan Orang Saat Gosok Gigi
Hestianingsih - wolipop
Senin, 28 Des 2015 09:09 WIB
Jakarta
-
Menggosok gigi, ritual sehari-hari yang kesannya sepele dan hampir semua orang bisa melakukannya. Namun menggosok gigi ternyata tak sesederhana seperti yang dianggap banyak orang. Masih belum banyak orang yang tahu bagaimana cara membersihkan gigi dan mulut yang benar hingga bersih maksimal.
June Harewood, dokter gigi dan asisten profesor ilmu kesehatan gigi di Columbia University Medical Center, memaparkan lima kesalahan yang umum orang lakukan saat menggosok gigi. Apa saja?
1. Melewatkan Flossing
Sebagian orang, terutama di Indonesia tidak terlalu populer dengan dental flossing, atau benang khusus yang digunakan untuk membersihkan sela-sela gigi. Padahal flossing sama pentingnya dengan menggosok gigi. Flossing sebelum gosok gigi bisa menurunkan risiko gingivitis secara signifikan, ketimbang jika Anda hanya gosok gigi. Gingivitis merupakan istilah untuk gusi bengkak atau gusi meradang akibat infeksi. Biasanya ditandai dengan gusi yang memerah, iritasi dan bengkak. Salah satu penyebabnya karena sisa makanan yang terselip di sela-sela antara batas gusi dan gigi yang menumpuk dan menjadi busuk, lalu terpapar oleh bakteri.
2. Pakai Sikat Gigi Berbulu Kaku
Sebagian orang lebih suka memakai sikat gigi yang bulunya agak keras atau kaku. Dengan anggapan, karena bulunya keras dan kaku maka akan lebih efektif menyingkirkan kotoran serta sisa makanan. Anggapan itu ternyata keliru, June mengatakan kondisi gigi justru bisa bertambah buruk.
"Para dokter gigi biasanya merekomendasikan untuk menggunakan sikat gigi berbulu lembut untuk menghindari kerusakan pada enamel gigi dan gusi. Banyak studi yang menunjukkan penggunaan sikat gigi berbulu kaku bisa meningkatkan pengikisan enamel dan gusi," ujar June, seperti dikutip dari Women's Health.
Dengan kata lain, menggunakan sikat gigi berbulu kaku secara terus menerus dan dalam waktu lama bisa mengakibatkan gigi sensitif. Sebaiknya gunakan sikat gigi berbulu halus dan fleksibel agar lebih bisa menjangkau bagian sulit saat menyikat gigi.
3. Menyikat Terlalu Keras
Masih banyak pula orang yang salah saat menyikat gigi, yaitu dengan menggosoknya 'sekuat tenaga' dengan anggapan semakin kuat tekanan sikat, maka gigi semakin bersih. Padahal terlalu keras saat menyikat juga bisa mengakibatkan gigi sensitif. Cara yang benar menyikat gigi adalah memegang sikat dengan kemiringan 45 derajat, lalu gosok bergantian ke depan dan belakang dengan gerakan memutar.
4. Lebih Mementingkan Gigi Putih daripada Gigi Kuat
Produk pasta gigi banyak yang menawarkan formula khusus untuk membuat gigi tampak lebih putih. Senyum yang putih cemerlang memang bisa menunjang penampilan. Tapi yang paling utama adalah menjaga gigi tetap kuat sampai tua. Lupakan dulu pasta gigi berlabel 'whitening', tapi lihat terlebih dahulu apakah pasta gigi Anda mengandung fluoride. Menurut American Dental Association, pasta gigi dan obat kumur mengandung fluoride bisa membantu menguatkan enamel gigi. Setelah itu, baru pertimbangkan kandungan lainnya. Misalnya yang bisa memutihkan atau mencegah plak.
5. Gosok Gigi Setelah Makan
Sebagian karyawan terbiasa menggosok gigi setelah makan siang, dengan alasan agar mulutnya tetap segar atau percaya diri saat harus meeting dengan partner bisnis. Langsung gosok gigi setelah makan ternyata bukan kebiasaan yang baik. Terutama jika Anda telah makan makanan yang bersifat acidic, atau kandungan asamnya tinggi, bisa membuat kandungan asam tersebut mengikis enamel gigi. Jadi setelah Anda makan ayam goreng, mie ayam, minum soda atau makan cokelat, sebaiknya tunggu selama 30 menit untuk menggosok gigi. (hst/hst)
June Harewood, dokter gigi dan asisten profesor ilmu kesehatan gigi di Columbia University Medical Center, memaparkan lima kesalahan yang umum orang lakukan saat menggosok gigi. Apa saja?
1. Melewatkan Flossing
Sebagian orang, terutama di Indonesia tidak terlalu populer dengan dental flossing, atau benang khusus yang digunakan untuk membersihkan sela-sela gigi. Padahal flossing sama pentingnya dengan menggosok gigi. Flossing sebelum gosok gigi bisa menurunkan risiko gingivitis secara signifikan, ketimbang jika Anda hanya gosok gigi. Gingivitis merupakan istilah untuk gusi bengkak atau gusi meradang akibat infeksi. Biasanya ditandai dengan gusi yang memerah, iritasi dan bengkak. Salah satu penyebabnya karena sisa makanan yang terselip di sela-sela antara batas gusi dan gigi yang menumpuk dan menjadi busuk, lalu terpapar oleh bakteri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagian orang lebih suka memakai sikat gigi yang bulunya agak keras atau kaku. Dengan anggapan, karena bulunya keras dan kaku maka akan lebih efektif menyingkirkan kotoran serta sisa makanan. Anggapan itu ternyata keliru, June mengatakan kondisi gigi justru bisa bertambah buruk.
"Para dokter gigi biasanya merekomendasikan untuk menggunakan sikat gigi berbulu lembut untuk menghindari kerusakan pada enamel gigi dan gusi. Banyak studi yang menunjukkan penggunaan sikat gigi berbulu kaku bisa meningkatkan pengikisan enamel dan gusi," ujar June, seperti dikutip dari Women's Health.
Dengan kata lain, menggunakan sikat gigi berbulu kaku secara terus menerus dan dalam waktu lama bisa mengakibatkan gigi sensitif. Sebaiknya gunakan sikat gigi berbulu halus dan fleksibel agar lebih bisa menjangkau bagian sulit saat menyikat gigi.
3. Menyikat Terlalu Keras
Masih banyak pula orang yang salah saat menyikat gigi, yaitu dengan menggosoknya 'sekuat tenaga' dengan anggapan semakin kuat tekanan sikat, maka gigi semakin bersih. Padahal terlalu keras saat menyikat juga bisa mengakibatkan gigi sensitif. Cara yang benar menyikat gigi adalah memegang sikat dengan kemiringan 45 derajat, lalu gosok bergantian ke depan dan belakang dengan gerakan memutar.
4. Lebih Mementingkan Gigi Putih daripada Gigi Kuat
Produk pasta gigi banyak yang menawarkan formula khusus untuk membuat gigi tampak lebih putih. Senyum yang putih cemerlang memang bisa menunjang penampilan. Tapi yang paling utama adalah menjaga gigi tetap kuat sampai tua. Lupakan dulu pasta gigi berlabel 'whitening', tapi lihat terlebih dahulu apakah pasta gigi Anda mengandung fluoride. Menurut American Dental Association, pasta gigi dan obat kumur mengandung fluoride bisa membantu menguatkan enamel gigi. Setelah itu, baru pertimbangkan kandungan lainnya. Misalnya yang bisa memutihkan atau mencegah plak.
5. Gosok Gigi Setelah Makan
Sebagian karyawan terbiasa menggosok gigi setelah makan siang, dengan alasan agar mulutnya tetap segar atau percaya diri saat harus meeting dengan partner bisnis. Langsung gosok gigi setelah makan ternyata bukan kebiasaan yang baik. Terutama jika Anda telah makan makanan yang bersifat acidic, atau kandungan asamnya tinggi, bisa membuat kandungan asam tersebut mengikis enamel gigi. Jadi setelah Anda makan ayam goreng, mie ayam, minum soda atau makan cokelat, sebaiknya tunggu selama 30 menit untuk menggosok gigi. (hst/hst)
Home & Living
Bingung Simpan Sepatu yang Numpuk? Cek Rekomendasi Rak Sepatu Anti Debu & Hemat Tempat di Sini!
Pakaian Wanita
Nggak Perlu Mahal-Mahal Nails Art! Pakai Fake Nails Ini untuk Tampilan Kuku Lebih Cantik
Olahraga
Latihan Harian atau Game Akhir Pekan, Ini 3 Bola Voli yang Tetap Nyaman di Lapangan
Hobi dan Mainan
Commuting Tiap Hari atau Sering Butuh Fokus? Soundcore by Anker Q20i Bisa Redam Bising dan Nyaman Dipakai Seharian
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Kisah Wanita 62 Tahun Hamil Lagi Setelah Anaknya Meninggal, Jadi Kontroversi
Bahaya Mencabut Bulu Hidung yang Jarang Disadari, Bisa Picu Infeksi Pernapasan
Penyebab Kuku Berwarna Kuning dan Tips Mengatasinya Agar Tampak Sehat
Benarkah Beras Porang Bagus untuk Diet? Ini Fakta dan Manfaatnya
5 Minuman yang Baik untuk Kesehatan Pencernaan, Atasi Perut Kembung
Most Popular
1
Foto Cantik BCL-Alyssa Daguise Hadiri Pernikahan 'Pangeran Jaksel' di Maroko
2
7 Gaya TWICE Jadi Model Victoria's Secret Usai Viral Istilah 'Tzuyu Bra'
3
Foto Vidi Aldiano Tampil Berkumis Jadi Groomsman Pernikahan Sahabat di Maroko
4
Tak Terduga, Ternyata Ini Inspirasi di Balik Nama Blue Ivy Putri Beyonce
5
Emily Ratajkowski Berhijab Sambut Wali Kota Muslim New York, Unggahan Dikritik
MOST COMMENTED











































