Tak Hanya Wanita, Pria Pun Bisa Mengalami Kegemukan Pasca Anak Lahir
Hestianingsih - wolipop
Kamis, 23 Jul 2015 15:36 WIB
Jakarta
-
Setelah punya anak, umumnya wanita yang kerap khawatir dengan kenaikan bobot dan badannya yang menggemuk. Berbagai cara pun dilakukan para kaum Hawa untuk merampingkan tubuhnya kembali mulai dari diet ketat, olahraga hingga perawatan di pusat pelangsingan.
Ternyata tak selalu wanita yang memiliki masalah berat badan pasca memiliki anak, pria pun tak luput dari itu. Studi terbaru menunjukkan bahwa para ayah baru juga perlu lebih memperhatikan lingkar pinggangnya. Menjadi ayah, bisa memicu para pria untuk mengalami kegemukan.
Temuan ini didapat setelah para ahli memeriksa 10.000 pria dalam periode 20 tahun, mulai dari masa remaja mereka, ketika berusia 20-an dan awal 30-an. Mereka menemukan bahwa orang yang telah menjadi ayah cenderung naik berat badannya secara signifikan dalam beberapa tahun setelah kelahiran anak pertamanya. Sebaliknya pria yang tidak memiliki anak, berat badannya turun.
Hasil penelitian yang dipublikasikan dalam American Journal of Men's Health ini juga mengungkapkan bahwa kenaikan berat badan pada ayah-ayah baru ini membuat mereka berisiko tinggi menderita masalah kesehatan. Makin banyak penambahan bobot dan makin besar indeks massa tubuh pria maka risiko menderita penyakit jantung, diabetes dan kanker juga makin tinggi.
Dr Craig Garfield yang memimpin penelitian dari Northwestern University di Chicago belum mengetahui secara pasti penyebab kenaikan berat badan pada pria pasca punya anak. Namun Craig memperkirakan, salah satu faktor utamanya adalah perubahan gaya hidup.
"Anda punya tanggung jawab baru ketika sudah memiliki anak dan mungkin tidak punya cukup waktu untuk mengurus diri sendiri. Termasuk (menyempatkan waktu) untuk olahraga. Keluarga yang kini menjadi prioritas," ujar Craig seperti dikutip dari Daily Mail.
Kebiasaan makan juga mungkin mengalami perubahan, karena orangtua cenderung akan lebih mengutamakan membeli makanan untuk anaknya, termasuk memberi camilan manis seperti es krim, kue dan cookies. Craig menambahkan saat anak-anak tidak menghabiskan makanannya, maka biasanya sang ayah lah yang bertugas 'membersihkan' dengan menghabiskan makanan mereka. Hal itu juga yang dianggap Craig memicu kegemukan.
Angka kenaikan indeks massa tubuh rata-rata 2,6 persen dari sebelum dan setelah menjadi ayah. Sedangkan berat badan pria rata-rata bertambah 2 kg sejak bulan-bulan pertama kelahiran anak.
"Kami kini menyadari transisi menjadi ayah merupakan periode penting dalam perkembangan kesehatan seorang pria," ujar Craig.
Ia pun mengimbau para dokter anak untuk mulai memperingatkan ayah-ayah baru tentang risiko kesehatannya. Menjadi ayah, selain menjaga kesehatan anak dan istri juga perlu lebih memperhatikan gaya hidup sehatnya.
(hst/hst)
Ternyata tak selalu wanita yang memiliki masalah berat badan pasca memiliki anak, pria pun tak luput dari itu. Studi terbaru menunjukkan bahwa para ayah baru juga perlu lebih memperhatikan lingkar pinggangnya. Menjadi ayah, bisa memicu para pria untuk mengalami kegemukan.
Temuan ini didapat setelah para ahli memeriksa 10.000 pria dalam periode 20 tahun, mulai dari masa remaja mereka, ketika berusia 20-an dan awal 30-an. Mereka menemukan bahwa orang yang telah menjadi ayah cenderung naik berat badannya secara signifikan dalam beberapa tahun setelah kelahiran anak pertamanya. Sebaliknya pria yang tidak memiliki anak, berat badannya turun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dr Craig Garfield yang memimpin penelitian dari Northwestern University di Chicago belum mengetahui secara pasti penyebab kenaikan berat badan pada pria pasca punya anak. Namun Craig memperkirakan, salah satu faktor utamanya adalah perubahan gaya hidup.
"Anda punya tanggung jawab baru ketika sudah memiliki anak dan mungkin tidak punya cukup waktu untuk mengurus diri sendiri. Termasuk (menyempatkan waktu) untuk olahraga. Keluarga yang kini menjadi prioritas," ujar Craig seperti dikutip dari Daily Mail.
Kebiasaan makan juga mungkin mengalami perubahan, karena orangtua cenderung akan lebih mengutamakan membeli makanan untuk anaknya, termasuk memberi camilan manis seperti es krim, kue dan cookies. Craig menambahkan saat anak-anak tidak menghabiskan makanannya, maka biasanya sang ayah lah yang bertugas 'membersihkan' dengan menghabiskan makanan mereka. Hal itu juga yang dianggap Craig memicu kegemukan.
Angka kenaikan indeks massa tubuh rata-rata 2,6 persen dari sebelum dan setelah menjadi ayah. Sedangkan berat badan pria rata-rata bertambah 2 kg sejak bulan-bulan pertama kelahiran anak.
"Kami kini menyadari transisi menjadi ayah merupakan periode penting dalam perkembangan kesehatan seorang pria," ujar Craig.
Ia pun mengimbau para dokter anak untuk mulai memperingatkan ayah-ayah baru tentang risiko kesehatannya. Menjadi ayah, selain menjaga kesehatan anak dan istri juga perlu lebih memperhatikan gaya hidup sehatnya.
(hst/hst)
Health & Beauty
Mykonos Hawaiian Crush Extrait de Parfum, Parfum Wangi Tropis yang Bikin Mood Naik!
Elektronik & Gadget
Airbot X40 Master, Robot Vacuum Super Pintar untuk Rumah Bersih Tanpa Ribet!
Health & Beauty
Secret Garden Extrait de Parfum, Wangi Mewah yang Tahan Lama dan Bikin Kesan Lebih Berkelas!
Health & Beauty
Rambut Lebih Halus & Anti Ngembang, Ini 3 Hair Care Andalan untuk Rambut yang Susah Diatur!
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Bahaya Mencabut Bulu Hidung yang Jarang Disadari, Bisa Picu Infeksi Pernapasan
Penyebab Kuku Berwarna Kuning dan Tips Mengatasinya Agar Tampak Sehat
Benarkah Beras Porang Bagus untuk Diet? Ini Fakta dan Manfaatnya
5 Minuman yang Baik untuk Kesehatan Pencernaan, Atasi Perut Kembung
5 Makanan Terbaik untuk Buka Puasa Diet IF, Kenyang Lebih Lama dan BB Turun
Most Popular
1
Gaya Berani Sydney Sweeney di Pemotretan Terbaru, Tubuh Emas Tanpa Busana
2
Potret Piper Rockelle, Mantan Influencer Cilik Gabung OnlyFans Jadi Kontroversi
3
Demi Totalitas Akting, Kate Hudson Rela Nggak Skincare-an dan Naik BB 7 Kg
4
50 Ucapan Selamat Tidur Bahasa Inggris Romantis, Bikin Pacar Senyum Meleleh
5
Cara Tak Terduga Klamby Rilis Koleksi Lebaran 2026, Dibungkus Film Musikal
MOST COMMENTED











































