Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

'Puasa' & Sarapan, Rahasia Tubuh Langsing Audrey Hepburn

Rahmi Anjani - wolipop
Selasa, 07 Jul 2015 06:10 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

ist.
Jakarta -

Aktris legendaris Audrey Hepburn masih dipuja para wanita hingga saat ini. Selain dikenal akan gaya busana yang klasik dan elegan, wanita yang wafat pada 1993 tersebut juga dikagumi karena tubuhnya yang langsing. Siapa sangka jika salah satu rahasia hidup sehatnya adalah puasa sebulan sekali. Tak hanya itu, Audrey juga tak pernah melewatkan sarapan di pagi hari.

Gaya hidup pemain film Breakfast at Tiffany's itu diungkapkan oleh sang anak lelaki, Luca Dotti dalam buku biografi terbaru Audrey. Buku tersebut mengungkap kisah hidup Audrey termasuk resep-resep masakan favorit. Dikutip dari situs Dailymail, Luca membeberkan bila sarapan memang merupakan salah satu tips sehat dari sang aktris kelahiran Belgia. Menurutnya, Audrey tidak pernah melewatkan makan pagi di mana pun dia berada.

Agar tubuhnya selalu sehat, Audrey juga sering melakukan 'puasa'. Puasa yang dijalankan Audrey memang bukan berarti dia tidak makan sama sekali. Demi detoksifikasi, seharian ia hanya makan yogurt dan apel. Hal itu dilakukannya satu bulan sekali.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ibu, seperti dokter keluarga bijak pada umumnya, percaya pada manfaat dari sarapan. Dia tidak pernah melewatkannya, bahkan saat dia dalam detoks bulanannya yang mana dia hanya makan yogurt tawar dan apel parut," ungkap Luca.

Meski tergolong ketat dalam menjaga pola makan saat dewasa, Audrey ternyata pernah merasa kelaparan dalam hidupnya. Audrey sempat hidup dalam masa pendudukan Nazi ketika tinggal di Anherm, Belanda. Hal tersebut ternyata mengubah pandangannya terhadap makanan. Karena kala itu Nazi pernah membuat kelaparan lebih dari empat juta orang penduduk Anherm, termasuk dirinya.

Saat itu, orang-orang Anherm memasak rumput hingga bunga tulip untuk dimakan. Audrey kecil pun terpaksa mengkonsumsi dedaunan, sayuran hijau, kelopak tulip, dan banyak air agar merasa kenyang. Ketika selamat dari pendudukan German pada usianya yang ke-16, beratnya hanya 44 kilogram. Audrey juga terjangkit sejumlah penyakit seperti asma, anemia, busung, hingga sakit kuning.

Pendudukan yang menewaskan 22 ribu orang karena kelaparan dan kedinginan itu pun selalu diingat Audrey. Peristiwa tersebut membuatnya selalu berusaha memanjakan nafsu makannya, tentu dengan tidak berlebihan. Salah satunya dengan selalu memakan cokelat yang diletakkannya di berbagai sudut rumah.



(ami/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads