Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Liputan Khusus Aroma Miss V

Bisakah Aroma Tak Sedap Pada Miss V Dihilangkan?

Intan Kemala Sari - wolipop
Jumat, 29 Mei 2015 17:45 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Thinkstock
Jakarta -

Merawat organ intim adalah hal yang patut dilakukan oleh setiap orang, terlebih lagi para wanita. Dengan membersihkannya secara rutin, organ tubuh yang letaknya 'tersembunyi' itu akan tetap terjaga sepanjang hari.

Tetapi yang menjadi masalah adalah ketika vagina mulai mengeluarkan aroma tidak sedap, para wanita mulai khawatir dan berpikiran bahwa telah terjadi sesuatu pada area genitalnya. Maka tak heran mereka rajin membersihkan vagina dengan sabun pembersih kewanitaan dan berharap aroma yang kurang menyenangkan itu bisa hilang.

Diterangkan oleh dr. Febriansyah Darus, Sp.OG, setiap wanita memiliki aroma 'khas' yang berbeda-beda. Kondisi vagina yang normal akan memiliki aroma kesturi, terkadang seperti bau darah saat sedang mengalami menstruasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tetapi ada pula aroma yang cenderung amis seperti bau ikan asin dan cenderung menyengat. Salah satu penyebab aroma tak sedap ini bisa diakibatkan karena infeksi yang terjadi di dalam vagina.

Tetapi jangan dulu khawatir, dokter lulusan fakultas kedokteran Universitas Sriwijaya Palembang ini mengatakan, aroma tak sedap itu bisa diminimalisir.

"Kalau aroma tak sedap itu disebabkan karena infeksi, ketika infeksinya mulai mereda, baunya akan hilang dengan sendirinya," jelas dr. Febriansyah saat dihubungi Wolipop, Rabu (27/5/2015).

Untuk menjaganya agar selalu bersih dan terhindar dari bau tak sedap, dokter tiga anak ini menyarankan cukup membasuhnya dengan air bersih pada saat mandi. Hindari pemakaian sabun mandi karena akan mengganggu kadar asam di dalam vagina. Sebaiknya, pilih sabun pembersih kewanitaan yang memang dikhususkan untuk vagina serta tidak terlalu mengandung banyak bahan kimia.

Selain itu, menjaga kebersihan serta kelembaban area genital juga harus selalu diperhatikan. "Underwear yang basah sebaiknya segera diganti. Saran saya pilih yang bahannya menyerap keringat seperti katun. Begitu juga kalau pakai pantyliner dan pembalut, usahakan setiap dua atau tiga jam harus diganti," tutupnya.

(int/hst)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads