Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Bukan Mager, Rebahan Kini Jadi Tren Healing Gen Z untuk Hadapi Burnout

Hestianingsih Hestianingsih - wolipop
Sabtu, 04 Jul 2026 17:33 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Club Rest Stop, klub untuk rebahan anak Gen Z jadi tren di New York, AS.
Club Rest Stop, klub untuk rebahan anak Gen Z jadi tren di New York, AS. Foto: Instagram/@maaliyahsymone
Jakarta -

Rebahan kini bukan lagi dianggap sebagai bentuk kemalasan. Di tengah meningkatnya kasus burnout pada anak muda, Gen Z mempopulerkan tren wellness baru yang mengajak orang berhenti sejenak, berbaring, dan memberi ruang bagi pikiran untuk pulih.

Tren yang populer dengan sebutan 'lie down club' atau klub rebahan ini sedang viral di New York, Amerika Serikat. Konsepnya, peserta berkumpul di taman, melepas sepatu, membentangkan alas, lalu berbaring sambil bermeditasi, mengatur napas, atau sekadar menikmati keheningan di hutan kota.

Fenomena ini muncul sebagai respons terhadap meningkatnya kelelahan mental (burnout) akibat tekanan pekerjaan dan budaya yang menuntut produktivitas tanpa henti. Klub bernama Club Rest Stop tersebut didirikan oleh praktisi Reiki sekaligus fasilitator sound bath, Maaliyah Symoné.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Maaliyah ingin menyediakan ruang aman bagi siapa saja untuk benar-benar beristirahat. Selama dua jam di Central Park pada akhir Juni, sekitar 40 peserta berkumpul untuk bermeditasi, mendengarkan terapi suara (sound bath), melakukan latihan pernapasan, dan menghabiskan waktu dengan berbaring bersama di atas rumput.

"Ternyata ada begitu banyak orang yang kelelahan," kata Maaliyah, seperti dikutip dari New York Post.

ADVERTISEMENT

Pemandangan puluhan orang rebahan bersama di taman tentu kontras dengan hiruk-pikuk Kota New York. Di tengah suara klakson dan sirene yang bersahutan, dentingan mangkuk kristal dan mangkuk bernyanyi Tibet yang dimainkan Maaliyah menciptakan suasana tenang yang membantu peserta melepaskan penat.

Video promosi Club Rest Stop yang diunggah di TikTok pun langsung viral. Ratusan orang membanjiri kolom komentar untuk mendaftar.

Club Rest Stop, klub untuk rebahan anak Gen Z jadi tren di New York, AS.Club Rest Stop, klub untuk rebahan anak Gen Z jadi tren di New York, AS. Foto: Instagram/@maaliyahsymone

Salah seorang netizen menulis, "Saya benar-benar membutuhkan ini. Rasanya hampir tidak sanggup bertahan di dunia kerja dan tidak pernah punya waktu untuk istirahat."

Sementara pengguna lain hanya berkomentar singkat, "Daftarkan saya."

Maaliyah mengatakan tujuan utama Club Rest Stop adalah mengubah cara pandang masyarakat terhadap istirahat atau rebahan.

"Saya ingin menciptakan ruang yang aman dan gratis agar orang-orang bisa datang dan melihat bahwa beristirahat itu hal yang wajar," ujarnya.

Menurutnya, banyak orang merasa bersalah ketika memilih beristirahat.

Club Rest Stop, klub untuk rebahan anak Gen Z jadi tren di New York, AS.Club Rest Stop, klub untuk rebahan anak Gen Z jadi tren di New York, AS. Foto: Instagram/@maaliyahsymone

"Sering kali, istirahat disertai rasa malu atau rasa bersalah. Di Club Rest Stop justru ada satu aturan utama, yaitu semua orang harus berbaring. Karena semua melakukannya, tidak ada yang merasa aneh," jelasnya lagi.

Ide tersebut muncul setelah bertahun-tahun ia menangani klien yang mengalami burnout, terutama mereka yang bekerja di industri hiburan. Ia juga menilai masih banyak orang yang menganggap istirahat identik dengan tidur atau harus dilakukan melalui liburan mahal, spa, maupun retret kesehatan.

Padahal, menurut Maaliyah, memulihkan pikiran bisa dimulai dari langkah yang jauh lebih sederhana.

"Luangkan saja lima menit," katanya.

"Kalau tahu akan menghadapi rapat yang membuat stres, sisihkan lima menit untuk menarik napas dalam-dalam, melakukan peregangan, atau sekadar memejamkan mata di tempat yang tenang dan jauh dari kebisingan."

Hanya dalam waktu lima minggu sejak dipromosikan di media sosial, lebih dari 700 orang telah mendaftar untuk mendapatkan informasi mengenai Club Rest Stop. Maaliyah pun berharap para peserta tidak hanya merasakan manfaat saat mengikuti acara, tetapi juga membawa pulang kebiasaan sederhana ini untuk memberi ruang istirahat bagi diri sendiri di tengah rutinitas yang padat.

(hst/hst)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads