Liputan Khusus Aroma Miss V

Mencukur Rambut Kemaluan Pengaruhi Aroma Miss V, Benarkah?

Intan Kemala Sari - wolipop Jumat, 29 Mei 2015 16:21 WIB
Dok. Thinkstock Dok. Thinkstock

Jakarta - Tak hanya di kepala, setiap manusia memiliki rambut pada organ intimnya setelah ia beranjak dewasa. Untuk wanita, fungsi rambut kemaluan untuk menyerap cairan Miss V serta zat pheromones, yaitu sejenis zat kimia yang dilepaskan ke udara berupa keringat atau bau dan berfungsi untuk melindungi organ intim wanita serta saluran kemih.

Namun terkadang, para wanita merasa risih saat rambut yang menyerupai bulu halus tersebut tumbuh dengan lebat dan mulai mengeluarkan aroma tertentu sehingga mereka kerap kali mencukurnya tipis-tipis. Lantas apakah tebal dan tipisnya rambut kemaluan tersebut dapat mempengaruhi aroma miss v?

Dr. Febriansyah Darus, Sp.OG menerangkan, rambut kemaluan yang terlalu tebal cenderung membuat miss v lebih lembab. Terlebih lagi jika wanita kurang menjaga kebersihan daerah kewanitaannya, hal itu mengakibatkan aroma yang kurang sedap.

"Sebaiknya rambut kemaluan dicukur tetapi jangan sampai 'gundul' karena secara otomatis kulit akan luka dan iritasi. Pada saat rambut kemaluan mulai tumbuh pun akan terasa tajam dan jadi tidak nyaman," ujarnya saat dihubungi Wolipop, Rabu (27/5/2015).

Jika rambut kemaluan dicukur seluruhnya, kulit menjadi kasar atau kemerahan dan terasa lembab. Hal ini menjadi tempat berkembang biaknya bakteri jahat dan patogen (parasit yang menimbulkan penyakit) serta menimbulkan aroma tak sedap.

"Mencukur rambut kemaluan secara menyeluruh akan berdampak pada jutaan kelenjar keringat dan folikel rambut yang teriritasi. Hal ini seringkali menyebabkan luka dan kelembaban di daerah vagina meningkat," jelas dr. Kiran Coelho selaku konsultan ginekolog asal India seperti dikutip dari Multi Gyn.

Dr. Febriansyah yang praktik di RSPAD Gatot Soebroto itu menyarankan sebaiknya jangan mencukur rambut kemaluan menggunakan pisau cukur. Gunakanlah gunting berukuran kecil untuk menipiskan rambut kemaluan sehingga tak seluruhnya tercabut. Hal ini juga disarankan oleh dr. Rachael Ross, M.D untuk mencukur rambut kemaluan hingga panjangnya dua atau tiga cm sehingga tak terlalu tipis.

Apabila rambut kemaluan terlalu panjang dan lebat, rambut-rambut halus tersebut akan menahan bakteri dan keringat sehingga timbul aroma tak sedap. Jangan gunakan krim penghilang bulu untuk rambut-rambut di sekitar kemaluan karena kulit di sekitarnya sangat sensitif dan dikhawatirkan menghasilkan reaksi kulit yang negatif.

Bahkan, sebuah penelitian dari American College of Obstetrics and Gynecology menjelaskan bahwa mencukur seluruh rambut kemaluan bisa berdampak kepada penyebaran virus yang bisa menimbulkan kista dan bisul di sekitar area genital. Bakteri-bakteri berbahaya ini dengan mudahnya menyebar ke organ intim kewanitaan dan dapat menyebabkan aroma tak sedap.

(int/fer)