Liputan Khusus Aroma Miss V
Mencukur Rambut Kemaluan Pengaruhi Aroma Miss V, Benarkah?
Tak hanya di kepala, setiap manusia memiliki rambut pada organ intimnya setelah ia beranjak dewasa. Untuk wanita, fungsi rambut kemaluan untuk menyerap cairan Miss V serta zat pheromones, yaitu sejenis zat kimia yang dilepaskan ke udara berupa keringat atau bau dan berfungsi untuk melindungi organ intim wanita serta saluran kemih.
Namun terkadang, para wanita merasa risih saat rambut yang menyerupai bulu halus tersebut tumbuh dengan lebat dan mulai mengeluarkan aroma tertentu sehingga mereka kerap kali mencukurnya tipis-tipis. Lantas apakah tebal dan tipisnya rambut kemaluan tersebut dapat mempengaruhi aroma miss v?
Dr. Febriansyah Darus, Sp.OG menerangkan, rambut kemaluan yang terlalu tebal cenderung membuat miss v lebih lembab. Terlebih lagi jika wanita kurang menjaga kebersihan daerah kewanitaannya, hal itu mengakibatkan aroma yang kurang sedap.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika rambut kemaluan dicukur seluruhnya, kulit menjadi kasar atau kemerahan dan terasa lembab. Hal ini menjadi tempat berkembang biaknya bakteri jahat dan patogen (parasit yang menimbulkan penyakit) serta menimbulkan aroma tak sedap.
"Mencukur rambut kemaluan secara menyeluruh akan berdampak pada jutaan kelenjar keringat dan folikel rambut yang teriritasi. Hal ini seringkali menyebabkan luka dan kelembaban di daerah vagina meningkat," jelas dr. Kiran Coelho selaku konsultan ginekolog asal India seperti dikutip dari Multi Gyn.
Dr. Febriansyah yang praktik di RSPAD Gatot Soebroto itu menyarankan sebaiknya jangan mencukur rambut kemaluan menggunakan pisau cukur. Gunakanlah gunting berukuran kecil untuk menipiskan rambut kemaluan sehingga tak seluruhnya tercabut. Hal ini juga disarankan oleh dr. Rachael Ross, M.D untuk mencukur rambut kemaluan hingga panjangnya dua atau tiga cm sehingga tak terlalu tipis.
Apabila rambut kemaluan terlalu panjang dan lebat, rambut-rambut halus tersebut akan menahan bakteri dan keringat sehingga timbul aroma tak sedap. Jangan gunakan krim penghilang bulu untuk rambut-rambut di sekitar kemaluan karena kulit di sekitarnya sangat sensitif dan dikhawatirkan menghasilkan reaksi kulit yang negatif.
Bahkan, sebuah penelitian dari American College of Obstetrics and Gynecology menjelaskan bahwa mencukur seluruh rambut kemaluan bisa berdampak kepada penyebaran virus yang bisa menimbulkan kista dan bisul di sekitar area genital. Bakteri-bakteri berbahaya ini dengan mudahnya menyebar ke organ intim kewanitaan dan dapat menyebabkan aroma tak sedap.
(int/fer)
Health & Beauty
Mykonos Hawaiian Crush Extrait de Parfum, Parfum Wangi Tropis yang Bikin Mood Naik!
Elektronik & Gadget
Airbot X40 Master, Robot Vacuum Super Pintar untuk Rumah Bersih Tanpa Ribet!
Health & Beauty
Secret Garden Extrait de Parfum, Wangi Mewah yang Tahan Lama dan Bikin Kesan Lebih Berkelas!
Health & Beauty
Rambut Lebih Halus & Anti Ngembang, Ini 3 Hair Care Andalan untuk Rambut yang Susah Diatur!
Bahaya Mencabut Bulu Hidung yang Jarang Disadari, Bisa Picu Infeksi Pernapasan
Penyebab Kuku Berwarna Kuning dan Tips Mengatasinya Agar Tampak Sehat
Benarkah Beras Porang Bagus untuk Diet? Ini Fakta dan Manfaatnya
5 Minuman yang Baik untuk Kesehatan Pencernaan, Atasi Perut Kembung
5 Makanan Terbaik untuk Buka Puasa Diet IF, Kenyang Lebih Lama dan BB Turun
Potret Moana Anak Ria Ricis, Sudah Jadi Juragan Kos-kosan di Usia 3 Tahun
Daftar Tanggal Cantik 2026, Cocok Untuk Lamar Kekasih Hingga Gelar Pernikahan
Ramalan Zodiak 9 Januari: Libra Pemasukan Stabil, Scorpio Kerja Keras
Gaya Berani Sydney Sweeney di Pemotretan Terbaru, Tubuh Emas Tanpa Busana











































