5 Pertanyaan Umum Soal Kemungkinan Terjadinya Kehamilan
Eny Kartikawati - wolipop
Jumat, 24 Apr 2015 18:32 WIB
Jakarta
-
Saat sedang berusaha memiliki anak, Anda mungkin akan bertanya-tanya berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk terjadinya kehamilan setelah bercinta. Atau pertanyaan lainnya, apakah frekuensi seks mempengaruhi kemungkinan Anda hamil lebih cepat?
Berbagai pertanyaan tersebut timbul karena memang saat menantikan kehadiran bayi, wanita ingin kehamilan segera terjadi. Bisa juga wanita takut salah langkah atau strategi sehingga memperkecil kemungkinan terjadinya kehamilan.
Dari banyak pertanyaan mengenai kemungkinan terjadinya kehamilan, berikut lima pertanyaan yang umumnya diajukan seperti dikutip Mail Online:
1. Seberapa Besar Kemungkinan Hamil?
Dalam satu bulan siklus wanita, seberapa besar kemungkinan terjadinya kehamilan setelah haid? Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists, untuk sebagian besar yang sedang berusaha memiliki anak, kemungkinan wanita untuk hamil adalah antara 15% sampai 25% dalam sebulan.
2. Apakah Usia Mempengaruhi Kesempatan untuk Hamil?
Usia memang mempengaruhi kemungkinan wanita bisa hamil dengan cepat atau tidak setelah bercinta. Setelah usia 30 tahun, kemungkinan untuk hamil dalam masa satu siklus wanita akan semakin kecil. Kemungkinan ini akan semakin kecil seiring pertambahan usia. Dan kemungkinan itu akan turun drastis ketika wanita mencapai usia 40 tahun.
3. Apakah Frekuensi Seks Mempengaruhi Semakin Cepat Terjadinya Kehamilan?
Frekuensi seks mempengaruhi kemungkinan wanita untuk hamil. Semakin jarang bercinta tentunya kemungkinan hamil akan semakin kecil. Lantas seberapa sering sebaiknya dilakukan? Jawabannya lakukan dengan sering. Jangan melakukan seks dengan dijadwalkan seperti mendekati masa subur atau hanya saat masa subur.
Dr. David Knight menjelaskan, wanita tidak bisa benar-benar tahu kapan masa suburnya. Jadi jika mereka hanya bercinta saat masa benar-benar subur saja, hal itu bisa melewatkan waktu di mana justru itulah saat paling subur.
Setelah ovulasi, sel telur hanya bisa bertahan selama 24 jam. Jadi jika pasangan bercinta menunggu saat masa subur, kemungkinannya mereka akan melewatkan kesempatan untuk hamil pada bulan itu.
"Aku menyarankan pada pasienku untuk bercinta secara teratur yaitu 2-3 kali dalam seminggu, dimulai setelah masa haid berakhir," kata dokter kandungan asal Australia itu.
4. Apakah Siklus Haid Mempengaruhi Kemungkinan Kehamilan?
Siklus menstruasi yang tidak teratur bisa mempengaruhi kesempatan untuk hamil. Ketika siklus haid tidak teratur, menjadi sulit untuk menentukan kapan masa subur sehingga pasangan tidak benar-benar tahu kapan waktu bercinta terbaik.
Siklus bulanan wanita dimulai di hari pertama mereka menyadari adanya darah, bukan hanya flek atau bercak. Dan siklus tersebut berakhir sehari sebelum siklus selanjutnya. Satu siklus berlangsung 21 sampai 35 hari atau lebih.
5. Setelah Berhenti Minum Pil Kontrasepsi, Berapa Lama Bisa Hamil Lagi?
Wanita yang menunda kehamilan dengan menggunakan alat kontrasepsi hormonal seperti pil atau suntik, akan dilanda kekhawatiran ketika akhirnya berusaha hamil. Mungkinkah bisa cepat hamil lagi? Jawabannya ternyata wanita bisa dengan cepat kembali hamil setelah stop mengonsumsi pil. Hanya saja terkadang butuh beberapa bulan sebelum ovulasi kembali normal lagi.
(eny/fer)
Berbagai pertanyaan tersebut timbul karena memang saat menantikan kehadiran bayi, wanita ingin kehamilan segera terjadi. Bisa juga wanita takut salah langkah atau strategi sehingga memperkecil kemungkinan terjadinya kehamilan.
Dari banyak pertanyaan mengenai kemungkinan terjadinya kehamilan, berikut lima pertanyaan yang umumnya diajukan seperti dikutip Mail Online:
1. Seberapa Besar Kemungkinan Hamil?
Dalam satu bulan siklus wanita, seberapa besar kemungkinan terjadinya kehamilan setelah haid? Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists, untuk sebagian besar yang sedang berusaha memiliki anak, kemungkinan wanita untuk hamil adalah antara 15% sampai 25% dalam sebulan.
2. Apakah Usia Mempengaruhi Kesempatan untuk Hamil?
Usia memang mempengaruhi kemungkinan wanita bisa hamil dengan cepat atau tidak setelah bercinta. Setelah usia 30 tahun, kemungkinan untuk hamil dalam masa satu siklus wanita akan semakin kecil. Kemungkinan ini akan semakin kecil seiring pertambahan usia. Dan kemungkinan itu akan turun drastis ketika wanita mencapai usia 40 tahun.
3. Apakah Frekuensi Seks Mempengaruhi Semakin Cepat Terjadinya Kehamilan?
Frekuensi seks mempengaruhi kemungkinan wanita untuk hamil. Semakin jarang bercinta tentunya kemungkinan hamil akan semakin kecil. Lantas seberapa sering sebaiknya dilakukan? Jawabannya lakukan dengan sering. Jangan melakukan seks dengan dijadwalkan seperti mendekati masa subur atau hanya saat masa subur.
Dr. David Knight menjelaskan, wanita tidak bisa benar-benar tahu kapan masa suburnya. Jadi jika mereka hanya bercinta saat masa benar-benar subur saja, hal itu bisa melewatkan waktu di mana justru itulah saat paling subur.
Setelah ovulasi, sel telur hanya bisa bertahan selama 24 jam. Jadi jika pasangan bercinta menunggu saat masa subur, kemungkinannya mereka akan melewatkan kesempatan untuk hamil pada bulan itu.
"Aku menyarankan pada pasienku untuk bercinta secara teratur yaitu 2-3 kali dalam seminggu, dimulai setelah masa haid berakhir," kata dokter kandungan asal Australia itu.
4. Apakah Siklus Haid Mempengaruhi Kemungkinan Kehamilan?
Siklus menstruasi yang tidak teratur bisa mempengaruhi kesempatan untuk hamil. Ketika siklus haid tidak teratur, menjadi sulit untuk menentukan kapan masa subur sehingga pasangan tidak benar-benar tahu kapan waktu bercinta terbaik.
Siklus bulanan wanita dimulai di hari pertama mereka menyadari adanya darah, bukan hanya flek atau bercak. Dan siklus tersebut berakhir sehari sebelum siklus selanjutnya. Satu siklus berlangsung 21 sampai 35 hari atau lebih.
5. Setelah Berhenti Minum Pil Kontrasepsi, Berapa Lama Bisa Hamil Lagi?
Wanita yang menunda kehamilan dengan menggunakan alat kontrasepsi hormonal seperti pil atau suntik, akan dilanda kekhawatiran ketika akhirnya berusaha hamil. Mungkinkah bisa cepat hamil lagi? Jawabannya ternyata wanita bisa dengan cepat kembali hamil setelah stop mengonsumsi pil. Hanya saja terkadang butuh beberapa bulan sebelum ovulasi kembali normal lagi.
(eny/fer)
Olahraga
Walking Pad atau Treadmill Multifungsi? Ini Panduan Memilih Treadmill yang Pas Buat di Rumah
Pakaian Wanita
Tampil Keren di 2026! Ini 3 Rekomendasi Belt Wanita yang Bikin Outfit Makin Standout dan Elegan
Pakaian Wanita
Rekomendasi Pashmina Motif Viscose di Tahun 2026! Bikin Hijabmu Makin Stylish & Tetap Nyaman Sepanjang Hari
Pakaian Wanita
Capek Pakai Sepatu yang Bikin Pegal? Saatnya Coba Ballerina Sneakers yang Ringan dan Empuk
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Kisah Wanita 62 Tahun Hamil Lagi Setelah Anaknya Meninggal, Jadi Kontroversi
Bahaya Mencabut Bulu Hidung yang Jarang Disadari, Bisa Picu Infeksi Pernapasan
Penyebab Kuku Berwarna Kuning dan Tips Mengatasinya Agar Tampak Sehat
Benarkah Beras Porang Bagus untuk Diet? Ini Fakta dan Manfaatnya
5 Minuman yang Baik untuk Kesehatan Pencernaan, Atasi Perut Kembung
Most Popular
1
Kendall Jenner Geram Dituding Operasi Plastik, Tegaskan Wajahnya Alami
2
Ramalan Zodiak 10 Januari: Libra Lebih Teliti, Scorpio Masih Boros
3
Penampilan Terbaru Zheng Shuang, Aktris China yang Diboikot karena Sewa Rahim
4
Heboh Wanita 'Nyemplung' di Kolam Tetangga Tanpa Busana, Ingin Jadi Mermaid
5
V BTS Jadi Idol KPop Paling Dicari di Google, Terpopuler Versi Forbes Korea
MOST COMMENTED











































