4 Gaya Hidup Sehat untuk Kurangi Risiko Kanker Payudara
Hestianingsih - wolipop
Kamis, 05 Mar 2015 12:08 WIB
Jakarta
-
Kanker payudara menjadi salah satu penyakit yang paling ditakuti terutama bagi kalangan wanita. Menurut World Cancer Report, kanker payudara merupakan jenis kanker paling sering ditemukan pada satu dari lima wanita di dunia.
Sementara berdasarkan data di Kementerian Kesehatan, dari sekian banyak kanker yang menyerang penduduk Indonesia, kanker serviks dan payudara paling tinggi kasusnya di seluruh rumah sakit. Baik dilihat dari segi terjangkitnya maupun dari sudut angka kematian.
Penyebab kanker payudara umumnya diduga karena faktor keturunan. Namun sejumlah penelitian mengungkapkan bahwa faktor genetik hanya 'menyumbang' 5-10 persen dari seluruh kasus kanker yang ada. Artinya, pemicu kanker lebih disebabkan oleh faktor eksternal seperti diet dan gaya hidup tidak sehat.
Dengan mengikuti gaya hidup sehat, maka bisa mengurangi risiko terkena kanker secara signifikan. Ini beberapa langkah yang bisa dilakukan wanita untuk terhindar dari ancaman kanker payudara, seperti dikutip dari Female First.
1. Tetap Aktif
Para peneliti di Oxford University, Inggris menemukan bahwa rutin fitnes dengan intensitas sedang dan tinggi selama 4-7 jam seminggu bisa menurunkan risiko terkena kanker payudara. Penelitian menunjukkan bahwa wanita paruh baya yang menyempatkan berolahraga setiap hari, risiko menderita kanker payudara berkurang secara signifikan ketimbang wanita yang tidak aktif. Cukup dengan aktivitas fisik selama 30 menit per hari, seperti main squash, jogging atau bersepeda statis bisa mengurangi risiko hingga 21 persen.
Alasannya, berolahraga bisa mencegah Anda dari kegemukan dan obesitas. Berdasarkan penelitian, wanita dengan obesitas cenderung lebih rentan terkena kanker hingga 50 persen ketimbang wanita dengan indeks massa tubuh normal.
2. Berhenti Merokok
Merokok tidak hanya meningkatkan risiko kanker paru-paru dan mulut, tapi juga kanker payudara. Risiko lebih tinggi pada remaja wanita, wanita di usia menjelang menopause dan wanita yang merokok sebelum memiliki anak pertamanya. Fakta ini didapat setelah para peneliti di American Cancer Society menemukan adanya peningkatan kasus kanker payudara pada wanita perokok.
Mia Gaudet, PhD, direktur ilmu genetik di American Cancer Society menerangkan, jaringan payudara umumnya belum terbentuk sempurna sebelum wanita hamil dan melahirkan anak pertamanya. Hal ini juga berlaku pada remaja wanita yang sedang dalam masa pertumbuhan. Sehingga payudara lebih sensitif terhadap efek merusak dari rokok dan memicu pertumbuhan sel yang tidak normal di area payudara.
3. Kurangi Konsumsi Daging Merah
Pola makan menjadi salah satu faktor penyebab terbesar dalam kasus kanker, sekitar 30 hingga 40 persen. Terlalu sering mengonsumsi daging merah sering dihubungkan sebagai penyebab meningkatnya risiko kanker payudara. Penelitian menunjukkan, wanita yang mengurangi konsumsi daging merah dan menggantinya dengan sumber protein lain seperti ayam, ikan dan kacang-kacangan risiko terkena kanker payudaranya berkurang.
Anda boleh saja tetap mengonsumsi daging merah namun batasi hanya maksimal dua minggu atau satu bulan sekali. Pilih daging yang tidak mengandung lemak dan perbanyak makan sayuran berdaun hijau yang memiliki agen-agen antioksidan pencegah kanker.
4. Cukupi Asupan Vitamin
Risiko terkena kanker payudara lebih tinggi pada wanita yang kadar vitamin D dan lycopene dalam tubuhnya rendah. Lycopene merupakan jenis antioksidan yang terdapat pada buah dan sayur berwarna merah atau oranye seperti wortel. Fungsi antioksidan ini adalah melawan radikal bebas dari lingkungan luar yang bisa merusak sel-sel tubuh. Cukupi asupan vitamin dan antioksidan dengan memperbanyak konsumsi sayuran dan buah berbagai warna, karena setiap warna mengandung jenis antioksidan dengan khasiat berbeda mulai dari mencegah kanker, menjaga kesehatan kulit, dan sebagainya.
(hst/hst)
Sementara berdasarkan data di Kementerian Kesehatan, dari sekian banyak kanker yang menyerang penduduk Indonesia, kanker serviks dan payudara paling tinggi kasusnya di seluruh rumah sakit. Baik dilihat dari segi terjangkitnya maupun dari sudut angka kematian.
Penyebab kanker payudara umumnya diduga karena faktor keturunan. Namun sejumlah penelitian mengungkapkan bahwa faktor genetik hanya 'menyumbang' 5-10 persen dari seluruh kasus kanker yang ada. Artinya, pemicu kanker lebih disebabkan oleh faktor eksternal seperti diet dan gaya hidup tidak sehat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Tetap Aktif
Para peneliti di Oxford University, Inggris menemukan bahwa rutin fitnes dengan intensitas sedang dan tinggi selama 4-7 jam seminggu bisa menurunkan risiko terkena kanker payudara. Penelitian menunjukkan bahwa wanita paruh baya yang menyempatkan berolahraga setiap hari, risiko menderita kanker payudara berkurang secara signifikan ketimbang wanita yang tidak aktif. Cukup dengan aktivitas fisik selama 30 menit per hari, seperti main squash, jogging atau bersepeda statis bisa mengurangi risiko hingga 21 persen.
Alasannya, berolahraga bisa mencegah Anda dari kegemukan dan obesitas. Berdasarkan penelitian, wanita dengan obesitas cenderung lebih rentan terkena kanker hingga 50 persen ketimbang wanita dengan indeks massa tubuh normal.
2. Berhenti Merokok
Merokok tidak hanya meningkatkan risiko kanker paru-paru dan mulut, tapi juga kanker payudara. Risiko lebih tinggi pada remaja wanita, wanita di usia menjelang menopause dan wanita yang merokok sebelum memiliki anak pertamanya. Fakta ini didapat setelah para peneliti di American Cancer Society menemukan adanya peningkatan kasus kanker payudara pada wanita perokok.
Mia Gaudet, PhD, direktur ilmu genetik di American Cancer Society menerangkan, jaringan payudara umumnya belum terbentuk sempurna sebelum wanita hamil dan melahirkan anak pertamanya. Hal ini juga berlaku pada remaja wanita yang sedang dalam masa pertumbuhan. Sehingga payudara lebih sensitif terhadap efek merusak dari rokok dan memicu pertumbuhan sel yang tidak normal di area payudara.
3. Kurangi Konsumsi Daging Merah
Pola makan menjadi salah satu faktor penyebab terbesar dalam kasus kanker, sekitar 30 hingga 40 persen. Terlalu sering mengonsumsi daging merah sering dihubungkan sebagai penyebab meningkatnya risiko kanker payudara. Penelitian menunjukkan, wanita yang mengurangi konsumsi daging merah dan menggantinya dengan sumber protein lain seperti ayam, ikan dan kacang-kacangan risiko terkena kanker payudaranya berkurang.
Anda boleh saja tetap mengonsumsi daging merah namun batasi hanya maksimal dua minggu atau satu bulan sekali. Pilih daging yang tidak mengandung lemak dan perbanyak makan sayuran berdaun hijau yang memiliki agen-agen antioksidan pencegah kanker.
4. Cukupi Asupan Vitamin
Risiko terkena kanker payudara lebih tinggi pada wanita yang kadar vitamin D dan lycopene dalam tubuhnya rendah. Lycopene merupakan jenis antioksidan yang terdapat pada buah dan sayur berwarna merah atau oranye seperti wortel. Fungsi antioksidan ini adalah melawan radikal bebas dari lingkungan luar yang bisa merusak sel-sel tubuh. Cukupi asupan vitamin dan antioksidan dengan memperbanyak konsumsi sayuran dan buah berbagai warna, karena setiap warna mengandung jenis antioksidan dengan khasiat berbeda mulai dari mencegah kanker, menjaga kesehatan kulit, dan sebagainya.
(hst/hst)











































