Makan Daging saat Idul Adha? Ini 6 Penyebab Kolesterol Tinggi pada Wanita
Saat Idul Adha, konsumsi olahan daging seperti sate, gulai hingga rendang biasanya meningkat. Meski tidak selalu jadi penyebab utama, konsumsi makanan tinggi lemak berlebihan tetap perlu diperhatikan karena dapat memengaruhi kadar kolesterol dalam tubuh.
Pada wanita dewasa usia 20 tahun ke atas, batas kolesterol tinggi sendiri berbeda-beda tergantung jenisnya. Kolesterol total disebut tinggi jika jumlahnya mencapai 200 mg per desiliter darah (mg/dL). Sedangkan non-HDL atau kadar seluruh kolesterol jahat setelah dikurangi HDL terhitung tinggi jika berada di atas 130 mg/dL. Dan LDL sendiri termasuk tinggi jika jumlahnya mencapai 100 mg/dL atau lebih.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wanita berisiko mengalami kolesterol tinggi karena berbagai alasan, baik faktor usia, gaya hidup maupun kondisi lainnya. Faktor-faktor yang memicu tingginya kolesterol ada yang bisa diubah dan ada pula yang tidak dapat diubah sama sekali.
Berikut enam faktor yang secara umum menjadi penyebab kolesterol tinggi pada wanita:
1. Perubahan hormon
Perubahan hormon yang terjadi pada fase perimenopause dan menopause bisa meningkatkan kolesterol. Ketika kadar estrogen dalam tubuh menurun, kolesterol total, low-density lipoprotein (LDL), dan trigliserida dapat meningkat.
Begitu juga dengan Anti-Mullerian Hormone (AMH) yang menjadi indikator cadangan sel telur dan kesuburan. Hormon ini akan menurun menjelang menopause dan bertepatan dengan perubahan kadar kolesterol.
Perubahan hormon yang memicu peningkatan kolesterol ini cukup berbahaya. Mengapa? Sebab kondisi tersebut dapat menjadi faktor yang meningkatkan risiko penyakit jantung di kemudian hari.
2. Usia
Seiring bertambahnya usia, kadar kolesterol dalam darah cenderung meningkat. Hal ini disebabkan kemampuan tubuh untuk membersihkan kolesterol dari darah ikut menurun. Efeknya lebih terasa pada perempuan karena berkaitan dengan menopause dan proses penuaan.
3. Kondisi kesehatan
Beberapa masalah kesehatan bisa meningkatkan kadar kolesterol dalam darah, baik karena penyakitnya maupun obat-obatan yang dikonsumsi selama masa pengobatan.
Penyakit tersebut antara lain diabetes, penyakit ginjal kronis, lupus, human immunodeficiency virus (HIV), hypothyroidism, sleep apnea, dan polycystic ovary syndrome (PCOS).
Meski begitu, jika kamu mengalami salah satu atau beberapa kondisi tersebut, belum tentu kadar kolesterolmu tinggi. Risiko kolesterol tinggi tetap bisa diturunkan dan dicegah dengan gaya hidup yang baik.
Penyebab Kolesterol Tinggi pada Wanita
Foto: Getty Images/Peggy Cheung
Gaya hidup yang dapat menyebabkan kolesterol tinggi pada perempuan antara lain pola makan yang tidak optimal atau tinggi lemak tidak sehat, stres, kurang aktivitas fisik dan olahraga, merokok, konsumsi alkohol, obesitas, serta kurang tidur.
Risiko kolesterol tinggi tentu bisa dikurangi dengan memperbaiki gaya hidup tersebut.
5. Obat-obatan
Dilansir dari Verywell Health, beberapa jenis obat seperti steroid, antipsikotik, antikonvulsan tertentu, serta obat imunosupresan seperti siklosporin dan takrolimus dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam darah. Selain itu, obat aritmia seperti amiodarone serta obat diabetes seperti Jardiance dan Farxiga juga berpengaruh.
Obat beta-blocker dan diuretik untuk tekanan darah tinggi serta penyakit jantung juga dapat meningkatkan kolesterol karena memengaruhi metabolisme lemak dan gula dalam tubuh. Retinol dalam bentuk Accutane yang digunakan untuk perawatan kulit juga bisa menjadi pemicu.
6.Genetika
Jika dalam riwayat keluarga terdapat masalah kolesterol tinggi, maka risiko tersebut dapat menurun ke anak dan cucu. Kondisi ini biasanya berkaitan dengan mutasi genetik yang menyebabkan familial hypercholesterolemia (FH).
Akibat FH, kadar kolesterol LDL menjadi tinggi dan bisa terus meningkat seiring bertambahnya usia jika tidak ditangani. Wanita juga cenderung memiliki kadar kolesterol lebih tinggi dibanding pria karena keterlambatan diagnosis FH.













































