Tidak Selalu 8 Jam Sehari, Ini Durasi Tidur yang Tepat Sesuai Usia
Manusia menggunakan sekitar sepertiga hidupnya untuk tidur. Selain makanan, air dan udara, tidur juga merupakan elemen penting bagi manusia untuk bertahan hidup. Lamanya waktu tidur seseorang amat berpengaruh dan menjadi indikator seberapa sehat kondisi tubuhnya. Sayangnya masih banyak yang belum paham tentang arti tidur yang berkualitas.
Tidur nyenyak semalaman, dan tubuh terasa segar saat bangun di pagi harinya menandakan Anda sudah mendapatkan tidur berkualitas. Durasi tidur pun tak sama bagi setiap orang dan itu bisa dipengaruhi oleh usia.
Studi terbaru yang dilakukan para ahli di National Sleep Foundation (NSF), Amerika Serikat menunjukkan, anak-anak usia 4 bulan hingga 17 tahun sebaiknya mendapatkan jam tidur lebih banyak dari orang dewasa. Penelitian ini juga mengungkap fakta terbaru soal durasi tidur yang lebih tepat ketimbang studi-studi sebelumnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penemuan mereka mengungkapkan bahwa panduan sebelumnya ternyata kurang tepat. Orang dewasa maupun anak-anak memerlukan jam tidur lebih banyak dari yang telah dianjurkan.
"Beberapa orang dengan kondisi tertentu mungkin perlu tidur lebih lama atau lebih sebentar dari yang telah direkomendasikan sebelumnya," begitu yang tertulis dalam laporan NSF, dilansir oleh Daily Mail.
Berikut ini update panduan jam tidur yang dirilis NSF, berdasarkan usia:
1. Bayi baru lahir (0-3 bulan) : durasi tidur 14 hingga 17 jam per hari
2. Bayi usia 4-11 bulan : 12 hingga 15 jam per hari
3. Balita usia 1-2 tahun : 11 hingga 14 jam per hari
4. Prasekolah 3-5 tahun : 10 hingga 13 jam per hari
5. Usia sekolah (6-13 tahun) : 9 hingga 11 jam per hari
6. Remaja (14-17 tahun) : 8 hingga 10 jam per hari
7. Pasca Remaja (18-25 tahun) : 7 hingga 9 jam per hari
8. Dewasa (26-64 tahun) : 7 hingga 9 jam per hari
9. Usia lanjut (65 tahun ke atas): 7 hingga 8 jam per hari
Sayangnya, masih banyak orang yang jam tidurnya jauh lebih sedikit ketimbang yang dianjurkan. Padahal kurang tidur bisa menyebabkan berbagai gangguan kesehatan seperti sakit jantung, hipertensi hingga obesitas. Untuk mendapatkan tidur berkualitas, Anda perlu mengaplikasikan beberapa cara. Pertama, biasakan untuk tidur teratur tak hanya di hari-hari kerja tapi juga akhir pekan. Jangan karena libur ke kantor, lantas Anda memutuskan untuk tidur lebih malam dan bangun lebih siang. Hal itu bisa merusak siklus tidur dan ritme sirkadian.
Cara lainnya yang dianjurkan adalah olahraga secara teratur. Untuk bisa tidur nyenyak, Anda sebaiknya olahraga dengan intensitas tinggi tiga jam sebelum tidur. Aktivitas fisik sebelum tidur akan menstimulasi detak jantung, otak dan otot. Sehingga saat tiba waktunya tidur, tubuh akan melalui proses recovery dan Anda pun bisa tidur lebih nyenyak. Semua bentuk olahraga bermanfaat untuk memaksimalkan waktu tidur.
(hst/fer)
Health & Beauty
Mykonos Hawaiian Crush Extrait de Parfum, Parfum Wangi Tropis yang Bikin Mood Naik!
Elektronik & Gadget
Airbot X40 Master, Robot Vacuum Super Pintar untuk Rumah Bersih Tanpa Ribet!
Health & Beauty
Secret Garden Extrait de Parfum, Wangi Mewah yang Tahan Lama dan Bikin Kesan Lebih Berkelas!
Health & Beauty
Rambut Lebih Halus & Anti Ngembang, Ini 3 Hair Care Andalan untuk Rambut yang Susah Diatur!
Bahaya Mencabut Bulu Hidung yang Jarang Disadari, Bisa Picu Infeksi Pernapasan
Penyebab Kuku Berwarna Kuning dan Tips Mengatasinya Agar Tampak Sehat
Benarkah Beras Porang Bagus untuk Diet? Ini Fakta dan Manfaatnya
5 Minuman yang Baik untuk Kesehatan Pencernaan, Atasi Perut Kembung
5 Makanan Terbaik untuk Buka Puasa Diet IF, Kenyang Lebih Lama dan BB Turun
Ramalan Zodiak 9 Januari: Libra Pemasukan Stabil, Scorpio Kerja Keras
Gaya Berani Sydney Sweeney di Pemotretan Terbaru, Tubuh Emas Tanpa Busana
Potret Piper Rockelle, Mantan Influencer Cilik Gabung OnlyFans Jadi Kontroversi
Demi Totalitas Akting, Kate Hudson Rela Nggak Skincare-an dan Naik BB 7 Kg











































