Usia Wanita Saat Pertama Kali Haid Bisa Prediksi Kondisi Kesehatan Ketika Dewasa

Hestianingsih - wolipop Kamis, 15 Jan 2015 12:08 WIB
Dok. Thinkstock
Jakarta -

Sebagian besar wanita tidak terlalu mempedulikan di usia berapa mereka mendapatkan menstruasi pertamanya. Jika datang bulan di usia terlalu muda, umumnya wanita hanya merasa malu karena berarti dia 'matang' lebih cepat ketimbang teman-teman seusianya. Sementara jika baru mengalami haid saat usia dewasa mungkin hanya karena faktor genetik atau hormon yang tidak seimbang.

Namun ternyata faktanya tidak sesederhana itu. Usia ketika wanita mendapat menstruasi pertama ternyata bisa memprediksi kondisi kesehatan di masa depan. Studi terbaru menunjukkan bahwa tinggi rendahnya risiko seorang wanita menderita penyakit jantung, stroke atau tekanan darah tinggi saat dewasa dipengaruhi oleh siklus menstruasi pertamanya.

Seperti dikutip dari She Knows, para peneliti dari University of Oxford telah menganalisa data kesehatan milik lebih dari satu juta wanita usia 50 hingga 64 di Inggris. Hasil analisa tersebut menunjukkan bahwa wanita yang mengalami menstruasi sebelum usia 10 tahun paling berisiko terkena gangguan jantung dan hipertensi di masa tuanya. Hal yang sama juga berpotensi terjadi pada wanita yang mendapatkan haid pertamanya setelah usia 17 tahun.

Informasi dari penelitian ini pun dibenarkan oleh para dokter, karena berdasarkan pengalaman mereka menangani pasien, kasus-kasus obesitas kerap terjadi pada remaja wanita yang pertama kali haid di usia terlalu muda. Penelitian tersebut juga mengungkapkan, satu persen dari kelompok wanita yang telat mengalami menstruasi juga berisiko lebih tinggi terkena penyakit jantung.

Sementara wanita yang mendapatkan menstruasi pertamanya di usia 13, risikonya paling tendah untuk terkena gangguan jantung di usia tua. Bagi Anda yang mengalami menstruasi sebelum 10 tahun atau setelah 17 tahun, diharapkan tidak terlalu khawatir karena usia hanya salah satu faktor pemicu dan bukan penyebab utama gangguan jantung serta hipertensi.

Masih banyak faktor yang melatarinya seperti berat badan, genetik, hormonal dan gaya hidup. Penelitian ini pun bukan bertujuan untuk menakut-nakuti atau membuat para wanita khawatir dengan panjang atau pendek usianya namun bisa dijadikan sebagai peringatan.

Dengan tahu bahwa Anda lebih berisiko menderita gangguan kesehatan, maka Anda bisa lebih menjaga diri sejak dini. Jalani gaya hidup dan pola makan yang lebih sehat dengan menjaga berat badan tetap ideal, memperbanyak olahraga dan mengurangi makanan berlemak serta berkalori tinggi.

(hst/fer)