Benarkah Yoga Berisiko Sebabkan Cedera Tulang? Ini Pendapat Ahli
wolipop
Senin, 03 Nov 2014 19:00 WIB
Jakarta
-
Yoga merupakan salah satu bentuk aktivitas fisik yang kini banyak menjadi pilihan orang untuk menjaga kebugaran tubuh. Olahraga ini membantu melatih pernapasan, melenturkan otot tubuh, memperbaiki postur serta meningkatkan keseimbangan dengan menggerakan seluruh bagian tubuh.
Namun banyak yang menganggap bahwa yoga sebenarnya berbahaya bagi orang tertentu karena berpotensi menimbulkan cedera tulang. Benarkah?
Menurut Profesor Marc Cohen dari Royal Melbourne of Insitute Technology di Australia, yoga memang pada dasarnya cukup berisiko terutama bagi mereka yang memiliki masalah pada tulang. Tapi di sisi lain, latihan fisik yang berasal dari ajaran Hindu dan Budha memiliki aspek keselamatan tersendiri.
"Hal ini yang mendorong Anda untuk lebih berkonsentrasi melakukannya, sehingga tanpa sadar Anda meminimalkan potensi cedera," jelasnya seperti dikutip dari ABC Australia.
Ia juga memaparkan apabila yoga dilakukan dengan benar dan sesuai instruksi ahli, seharusnya tidak akan ada rasa sakit karena tidak ada paksaan dan penekanan sama sekali dalam melakukannya. Meskipun kebanyakan orang berlatih yoga untuk kebugaran dan mempertahankan kelenturan tubuh, yoga juga bisa menyembuhkan berbagai masalah kesehatan.
Sebuah penelitian menunjukkan bahwa yoga bermanfaat untuk mengatasi rasa sakit, termasuk nyeri punggung di bagian bawah dan untuk gangguan kesehatan mental seperti stres, cemas dan depresi. Yoga juga terbukti mempunyai dampak positif pada penyakit kardiovaskular (berhubungan dengan jantung dan pembuluh darah), hipertensi, obesitas, serta membantu menghilangkan masalah sulit tidur pada pasien penderita kanker.
Dalam survei yang dilakuka Profesor Cohen pada 2012 di Australia, 80 persen orang yang melakukan yoga untuk membantu masalah kesehatan merasa kondisi mereka menjadi lebih baik setelah berlatih secara rutin selama setahun.
Namun meski yoga memiliki sejumlah manfaat, Profesor Cohen juga mengatakan tetap ada risiko yang dialami jika memaksakan diri terlalu keras atau melakukan pose yoga yang sulit tanpa pengawasan instruktur ahli.
Sebuah survei mengungkapkan bahwa satu dari lima responsen telah mengalami cedera selama 12 bulan berlatih yoga. Pose yang paling sering dikaitkan dengan cedera adalah headstand, yaitu kaki di atas dan kepala di bawah.
"Pose ini membutuhkan beberapa tingkat keahlian dan bimbingan ketika melakukannya. Anda juga harus berada dalam posisi yang nyaman sesuai kemampuan, apabila terlalu dipaksa, Anda bisa terjatuh tiba-tiba," imbuhnya lagi.
Yoga termasuk dalam olahraga yang melatih pernapasan, oleh karena itu hal terpenting yang harus dilakukan adalah perhatikan pernapasan secara tepat. "Napas adalah penghubung antara pikiran dan tubuh. Napas juga memberi indikasi apakah Anda terlalu memaksakan diri atau tidak," katanya.
Ditambahkan pakar fisioterapi Dr. Neil Tuttle dari Griffith University Australia, sangat penting untuk mengukur kemampuan yang dimiliki dalam melakukan yoga jika Anda seorang pemula. "Apabila Anda tidak memberikan waktu yang cukup bagi tubuh Anda untuk beradaptasi dari kegiatan yang baru saja dilakukan, maka hampir dipastikan Anda akan mengalami cedera," paparnya.
Dr. Tuttle juga mengatakan, orang-orang yang melukai diri mereka sendiri sebenarnya melakukan aktivitas ekstrem di luar kemampuan dan tanpa sadar. Karena tidak sadar, aktivitas yoga pun diulangi secara teratur sehingga membuat mereka mencederain diri sendiri.
Dalam melakukan yoga, Profesor Cohen menyarankan penting untuk menemukan jenis yoga yang tepat untuk kesehatan Anda, sesuai usia dan tingkat kemampuan yang dimiliki. Hatha Yoga misalnya, merupakan jenis yoga paling dasar yang cenderung aman dilakukan oleh pemula. Sedangkan Bikram Yoga, adalah latihan yoga yang dilakukan dalam suhu udara panas sehingga lebih banyak berkeringat. Jenis yoga ini umumnya efektif untuk membakar lemak lebih cepat. Ada pula Acro Yoga, dimana gerakan-gerakan akrobatik dikombinasikan dengan gerakan yoga. Acro Yoga biasanya lebih banyak dipraktekkan oleh orang yang sudah berpengalaman.
(int/hst)
Namun banyak yang menganggap bahwa yoga sebenarnya berbahaya bagi orang tertentu karena berpotensi menimbulkan cedera tulang. Benarkah?
Menurut Profesor Marc Cohen dari Royal Melbourne of Insitute Technology di Australia, yoga memang pada dasarnya cukup berisiko terutama bagi mereka yang memiliki masalah pada tulang. Tapi di sisi lain, latihan fisik yang berasal dari ajaran Hindu dan Budha memiliki aspek keselamatan tersendiri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia juga memaparkan apabila yoga dilakukan dengan benar dan sesuai instruksi ahli, seharusnya tidak akan ada rasa sakit karena tidak ada paksaan dan penekanan sama sekali dalam melakukannya. Meskipun kebanyakan orang berlatih yoga untuk kebugaran dan mempertahankan kelenturan tubuh, yoga juga bisa menyembuhkan berbagai masalah kesehatan.
Sebuah penelitian menunjukkan bahwa yoga bermanfaat untuk mengatasi rasa sakit, termasuk nyeri punggung di bagian bawah dan untuk gangguan kesehatan mental seperti stres, cemas dan depresi. Yoga juga terbukti mempunyai dampak positif pada penyakit kardiovaskular (berhubungan dengan jantung dan pembuluh darah), hipertensi, obesitas, serta membantu menghilangkan masalah sulit tidur pada pasien penderita kanker.
Dalam survei yang dilakuka Profesor Cohen pada 2012 di Australia, 80 persen orang yang melakukan yoga untuk membantu masalah kesehatan merasa kondisi mereka menjadi lebih baik setelah berlatih secara rutin selama setahun.
Namun meski yoga memiliki sejumlah manfaat, Profesor Cohen juga mengatakan tetap ada risiko yang dialami jika memaksakan diri terlalu keras atau melakukan pose yoga yang sulit tanpa pengawasan instruktur ahli.
Sebuah survei mengungkapkan bahwa satu dari lima responsen telah mengalami cedera selama 12 bulan berlatih yoga. Pose yang paling sering dikaitkan dengan cedera adalah headstand, yaitu kaki di atas dan kepala di bawah.
"Pose ini membutuhkan beberapa tingkat keahlian dan bimbingan ketika melakukannya. Anda juga harus berada dalam posisi yang nyaman sesuai kemampuan, apabila terlalu dipaksa, Anda bisa terjatuh tiba-tiba," imbuhnya lagi.
Yoga termasuk dalam olahraga yang melatih pernapasan, oleh karena itu hal terpenting yang harus dilakukan adalah perhatikan pernapasan secara tepat. "Napas adalah penghubung antara pikiran dan tubuh. Napas juga memberi indikasi apakah Anda terlalu memaksakan diri atau tidak," katanya.
Ditambahkan pakar fisioterapi Dr. Neil Tuttle dari Griffith University Australia, sangat penting untuk mengukur kemampuan yang dimiliki dalam melakukan yoga jika Anda seorang pemula. "Apabila Anda tidak memberikan waktu yang cukup bagi tubuh Anda untuk beradaptasi dari kegiatan yang baru saja dilakukan, maka hampir dipastikan Anda akan mengalami cedera," paparnya.
Dr. Tuttle juga mengatakan, orang-orang yang melukai diri mereka sendiri sebenarnya melakukan aktivitas ekstrem di luar kemampuan dan tanpa sadar. Karena tidak sadar, aktivitas yoga pun diulangi secara teratur sehingga membuat mereka mencederain diri sendiri.
Dalam melakukan yoga, Profesor Cohen menyarankan penting untuk menemukan jenis yoga yang tepat untuk kesehatan Anda, sesuai usia dan tingkat kemampuan yang dimiliki. Hatha Yoga misalnya, merupakan jenis yoga paling dasar yang cenderung aman dilakukan oleh pemula. Sedangkan Bikram Yoga, adalah latihan yoga yang dilakukan dalam suhu udara panas sehingga lebih banyak berkeringat. Jenis yoga ini umumnya efektif untuk membakar lemak lebih cepat. Ada pula Acro Yoga, dimana gerakan-gerakan akrobatik dikombinasikan dengan gerakan yoga. Acro Yoga biasanya lebih banyak dipraktekkan oleh orang yang sudah berpengalaman.
(int/hst)
Health & Beauty
Mykonos Hawaiian Crush Extrait de Parfum, Parfum Wangi Tropis yang Bikin Mood Naik!
Elektronik & Gadget
Airbot X40 Master, Robot Vacuum Super Pintar untuk Rumah Bersih Tanpa Ribet!
Health & Beauty
Secret Garden Extrait de Parfum, Wangi Mewah yang Tahan Lama dan Bikin Kesan Lebih Berkelas!
Health & Beauty
Rambut Lebih Halus & Anti Ngembang, Ini 3 Hair Care Andalan untuk Rambut yang Susah Diatur!
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Bahaya Mencabut Bulu Hidung yang Jarang Disadari, Bisa Picu Infeksi Pernapasan
Penyebab Kuku Berwarna Kuning dan Tips Mengatasinya Agar Tampak Sehat
Benarkah Beras Porang Bagus untuk Diet? Ini Fakta dan Manfaatnya
5 Minuman yang Baik untuk Kesehatan Pencernaan, Atasi Perut Kembung
5 Makanan Terbaik untuk Buka Puasa Diet IF, Kenyang Lebih Lama dan BB Turun
Most Popular
1
Gaya Berani Sydney Sweeney di Pemotretan Terbaru, Tubuh Emas Tanpa Busana
2
Potret Piper Rockelle, Mantan Influencer Cilik Gabung OnlyFans Jadi Kontroversi
3
Demi Totalitas Akting, Kate Hudson Rela Nggak Skincare-an dan Naik BB 7 Kg
4
50 Ucapan Selamat Tidur Bahasa Inggris Romantis, Bikin Pacar Senyum Meleleh
5
Cara Tak Terduga Klamby Rilis Koleksi Lebaran 2026, Dibungkus Film Musikal
MOST COMMENTED











































