Flossing Setelah Menyikat, Adakah Manfaatnya untuk Cegah Kerusakan Gigi?
Hestianingsih - wolipop
Selasa, 23 Sep 2014 09:17 WIB
Jakarta
-
Flossing setelah menyikat gigi disarankan sebagian orang dan pakar kesehatan untuk menjaga kesehatan mulut serta gigi secara menyeluruh. Menyikat gigi saja memang tidak cukup untuk mencegah penyakit gusi dan kerusakan gigi, karena tidak bisa membersihkan sisa-sisa makanan di sela-sela gigi.
Seperti diketahui, sisa makanan yang tidak dibersihkan akan menimbulkan penumpukan plak pada gigi. Plak merupakan bakteri yang menempel pada email gigi, yang dipicu oleh karbohidrat yang kita makan. Jika dibiarkan menumpuk terlalu lama, bakteri-bakteri ini akan merusak permukaan gigi dan menyebabkan gigi berlubang.
Metode flossing pertamakali diperkenalkan oleh seorang dokter gigi asal New Orleans, Levi Spear Parmly. Ia merekomendasikan penggunaan benang sutera untuk membersihkan sela-sela gigi pada 1815. Berbagai penelitian membuktikan bahwa flossing bisa mengurangi penumpukan plak di sela-sela gigi dan batas antara email gigi dan gusi. Tapi cukup efektifkah mencegah risiko pengeroposan gigi dan gingivitis atau radang gusi?
Bisa ya, bisa tidak. Penelitian yang dipublikasikan oleh Cochrane Collaboration pada 2012 mengungkapkan, flossing bisa membantu meminimalisir kerusakan gigi pada anak-anak, tapi bagi orang dewasa, pencegahannya mungkin sedikit sulit. Penelitian tersebut mengambil sample pada 12 orang, dimana responden yang semuanya orang dewasa diberikan dua pilihan. Menyikat gigi mereka seperti biasa, atau menambah satu lagi ritual membersihkan gigi dengan flossing. Hasilnya ternyata tidak terlalu mengagumkan. Para peneliti menemukan ada plak yang berkurang namun jumlahnya hanya sedikit.
"Kami tidak dapat menemukan adanya keuntungan yang signifikan dari melakukan flossing plus sikat gigi," begitu yang tertulis dalam laporan Cochrane Collaboration, seperti dikutip dari BBC.
Dari hasil penelitian dan laporan tersebut bisa disimpulkan bahwa kita tetap harus rajin memeriksakan gigi ke dokter spesialis, minimal enam bulan sekali agar bisa mengetahui kerusakan gigi sejak dini, sehingga bisa diatasi lebih awal. Sebaiknya Anda pun rutin membersihkan plak yang bersarang di sela-sela gigi ke dokter atau klinik gigi, setidaknya setahun sekali.
Lalu apakah flossing tidak ada gunanya dan tidak perlu dilakukan? Anda bisa tetap flossing gigi setiap hari, karena menurut penelitian, flossing tetap ada manfaatnya. Flossing bisa mengurangi risiko gigi berlubang dan radang gusi sekitar 8 persen. Membersihkan gigi dengan dental floss pun harus dilakukan dengan cara yang benar. Dental floss merupakan benang tipis dan halus yang terbuat dari nilon atau plastik. Jika tidak tepat menggunakannya, justru bisa melukai gusi. Begini cara yang benar flossing gigi, seperti dikutip dari NHS.
1. Potong dental floss jadi sepanjang sekitar 45 cm, lalu lilitkan pada jari tengah kedua tangan.
2. Pegang dental floss menggunakan ibu jari dan jari telunjuk pada masing-masing tangan. Jarak antara kedua tangan harus sekitar 2,5 - 5 cm. Lalu lalu tarik untuk mengencangkan dental floss sehingga Anda bisa memasukkannya di antara dua gigi.
3. Lakukan gerakan ke atas dan bawah sambil memutar secara perlahan. Cara ini akan membersihkan sela-sela gigi sekaligus garis batas antara gigi dan gusi. Lakukan secara perlahan agar tidak melukai gusi. Ulangi pada sela gigi yang lainnya, dan jangan lupa untuk mem-flossing juga bagian belakang gigi .
4. Setelah itu berkumur untuk menyingkirkan sisa-sisa makanan dan plak.
(hst/aln)
Seperti diketahui, sisa makanan yang tidak dibersihkan akan menimbulkan penumpukan plak pada gigi. Plak merupakan bakteri yang menempel pada email gigi, yang dipicu oleh karbohidrat yang kita makan. Jika dibiarkan menumpuk terlalu lama, bakteri-bakteri ini akan merusak permukaan gigi dan menyebabkan gigi berlubang.
Metode flossing pertamakali diperkenalkan oleh seorang dokter gigi asal New Orleans, Levi Spear Parmly. Ia merekomendasikan penggunaan benang sutera untuk membersihkan sela-sela gigi pada 1815. Berbagai penelitian membuktikan bahwa flossing bisa mengurangi penumpukan plak di sela-sela gigi dan batas antara email gigi dan gusi. Tapi cukup efektifkah mencegah risiko pengeroposan gigi dan gingivitis atau radang gusi?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami tidak dapat menemukan adanya keuntungan yang signifikan dari melakukan flossing plus sikat gigi," begitu yang tertulis dalam laporan Cochrane Collaboration, seperti dikutip dari BBC.
Dari hasil penelitian dan laporan tersebut bisa disimpulkan bahwa kita tetap harus rajin memeriksakan gigi ke dokter spesialis, minimal enam bulan sekali agar bisa mengetahui kerusakan gigi sejak dini, sehingga bisa diatasi lebih awal. Sebaiknya Anda pun rutin membersihkan plak yang bersarang di sela-sela gigi ke dokter atau klinik gigi, setidaknya setahun sekali.
Lalu apakah flossing tidak ada gunanya dan tidak perlu dilakukan? Anda bisa tetap flossing gigi setiap hari, karena menurut penelitian, flossing tetap ada manfaatnya. Flossing bisa mengurangi risiko gigi berlubang dan radang gusi sekitar 8 persen. Membersihkan gigi dengan dental floss pun harus dilakukan dengan cara yang benar. Dental floss merupakan benang tipis dan halus yang terbuat dari nilon atau plastik. Jika tidak tepat menggunakannya, justru bisa melukai gusi. Begini cara yang benar flossing gigi, seperti dikutip dari NHS.
1. Potong dental floss jadi sepanjang sekitar 45 cm, lalu lilitkan pada jari tengah kedua tangan.
2. Pegang dental floss menggunakan ibu jari dan jari telunjuk pada masing-masing tangan. Jarak antara kedua tangan harus sekitar 2,5 - 5 cm. Lalu lalu tarik untuk mengencangkan dental floss sehingga Anda bisa memasukkannya di antara dua gigi.
3. Lakukan gerakan ke atas dan bawah sambil memutar secara perlahan. Cara ini akan membersihkan sela-sela gigi sekaligus garis batas antara gigi dan gusi. Lakukan secara perlahan agar tidak melukai gusi. Ulangi pada sela gigi yang lainnya, dan jangan lupa untuk mem-flossing juga bagian belakang gigi .
4. Setelah itu berkumur untuk menyingkirkan sisa-sisa makanan dan plak.
(hst/aln)
Health & Beauty
Mykonos Hawaiian Crush Extrait de Parfum, Parfum Wangi Tropis yang Bikin Mood Naik!
Elektronik & Gadget
Airbot X40 Master, Robot Vacuum Super Pintar untuk Rumah Bersih Tanpa Ribet!
Health & Beauty
Secret Garden Extrait de Parfum, Wangi Mewah yang Tahan Lama dan Bikin Kesan Lebih Berkelas!
Health & Beauty
Rambut Lebih Halus & Anti Ngembang, Ini 3 Hair Care Andalan untuk Rambut yang Susah Diatur!
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Bahaya Mencabut Bulu Hidung yang Jarang Disadari, Bisa Picu Infeksi Pernapasan
Penyebab Kuku Berwarna Kuning dan Tips Mengatasinya Agar Tampak Sehat
Benarkah Beras Porang Bagus untuk Diet? Ini Fakta dan Manfaatnya
5 Minuman yang Baik untuk Kesehatan Pencernaan, Atasi Perut Kembung
5 Makanan Terbaik untuk Buka Puasa Diet IF, Kenyang Lebih Lama dan BB Turun
Most Popular
1
TikTok Viral Verificator
Viral! Pengantin Bagikan Souvenir 100 Anak Ayam Warna-warni, Tuai Kritik
2
Potret Moana Anak Ria Ricis, Sudah Jadi Juragan Kos-kosan di Usia 3 Tahun
3
Ramalan Zodiak 9 Januari: Capricorn Harus Sabar, Aquarius Lebih Teliti
4
Daftar Tanggal Cantik 2026, Cocok Untuk Lamar Kekasih Hingga Gelar Pernikahan
5
Ramalan Zodiak 9 Januari: Libra Pemasukan Stabil, Scorpio Kerja Keras
MOST COMMENTED











































