Liputan Khusus Masalah Miss V
Ini Penyebab Vagina Kering dan Cara Mengatasinya
Intan Kemalasari - wolipop
Jumat, 29 Agu 2014 12:12 WIB
Jakarta
-
Salah satu masalah kewanitaan yang paling umum dialami selain keputihan adalah merasa kering di daerah kewanitaan. Kekeringan ini biasanya dialami oleh wanita yang sudah mengalami menopause. Menopause adalah berhentinya siklus menstruasi secara fisiologis yang dipengaruhi oleh tingkat usia seorang wanita.
Pada wanita yang belum mengalami menopause, kulit dan jaringan di sekitar vagina akan terasa kenyal dan lembab. Hal ini dipengaruhi oleh cairan dan lendir yang dibuat oleh kelenjar di leher rahim. Kelenjar ini dipengaruhi oleh estrogen, yaitu hormon wanita yang dapat mempengaruhi jaringan di sekitar vagina sehingga menyebabkan lapisan vagina menjadi lebih tebal dan elastis.
Dengan adanya hormon estrogen di dalam tubuh, membuat produksi lendir ini akan lebih optimal sehingga vagina terasa licin atau basah. Hormon estrogen juga merangsang sel-sel yang melapisi vagina untuk menghasilkan glikogen, yaitu suatu senyawa yang memicu adanya bakteri menguntungkan yang melindungi vagina dari infeksi.
Menurut Dr. M. Rezha Faisal, SpOG selaku spesialis kebidanan dan kandungan, wanita yang sudah menopause akan mengalami berkurangnya hormon estrogen secara otomatis. Akibatnya, produksi lendir juga menjadi berkurang dan menyebabkan kekeringan vagina yang bahkan bisa menimbulkan iritasi. Berkurangnya hormon estrogen yang dihasilkan oleh ovarium menyebabkan menipisnya jaringan di sekitar vagina. Hal ini dapat membuat daerah kewanitaan terlihat sedikit berbeda dari kondisi sebelum mengalami menopause.
Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi vagina kering. Salah satunya adalah mengonsumsi hormon pengganti yang dapat diminum berupa pil kb atau oral contraceptives pill. Pil ini merupakan alat kontrasepsi hormonal berupa obat yang berisi hormon estrogen atau progesteron. Selain itu, pemberian obat secara topikal atau mengoleskan secara langsung pada area genital untuk memperoleh reaksi secara langsung dapat berfungsi untuk mengembalikan hormon estrogen.
"Yang perlu kita ketahu, vagina yang kering ini merupakan suatu hal yang alami, jadi jangan terlalu takut. Karena penyebabnya menopause dan faktor usia, vagina yang kering akan terus kering dan tidak bisa dikembalikan kondisinya," ujar dokter kelahiran 27 Mei 1978 ini ketika ditemui Wolipop pada hari Rabu (27/08/2014) di daerah Bekasi. Perubahan hormonal yang terjadi selama menopause juga membuat vagina kurang elastis dan lebih kering. Biasanya perubahan ini akan memakan waktu berbulan-bulan atau bertahun-tahun untuk berkembang dan bervariasi pada setiap wanita.
(kik/kik)
Pada wanita yang belum mengalami menopause, kulit dan jaringan di sekitar vagina akan terasa kenyal dan lembab. Hal ini dipengaruhi oleh cairan dan lendir yang dibuat oleh kelenjar di leher rahim. Kelenjar ini dipengaruhi oleh estrogen, yaitu hormon wanita yang dapat mempengaruhi jaringan di sekitar vagina sehingga menyebabkan lapisan vagina menjadi lebih tebal dan elastis.
Dengan adanya hormon estrogen di dalam tubuh, membuat produksi lendir ini akan lebih optimal sehingga vagina terasa licin atau basah. Hormon estrogen juga merangsang sel-sel yang melapisi vagina untuk menghasilkan glikogen, yaitu suatu senyawa yang memicu adanya bakteri menguntungkan yang melindungi vagina dari infeksi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi vagina kering. Salah satunya adalah mengonsumsi hormon pengganti yang dapat diminum berupa pil kb atau oral contraceptives pill. Pil ini merupakan alat kontrasepsi hormonal berupa obat yang berisi hormon estrogen atau progesteron. Selain itu, pemberian obat secara topikal atau mengoleskan secara langsung pada area genital untuk memperoleh reaksi secara langsung dapat berfungsi untuk mengembalikan hormon estrogen.
"Yang perlu kita ketahu, vagina yang kering ini merupakan suatu hal yang alami, jadi jangan terlalu takut. Karena penyebabnya menopause dan faktor usia, vagina yang kering akan terus kering dan tidak bisa dikembalikan kondisinya," ujar dokter kelahiran 27 Mei 1978 ini ketika ditemui Wolipop pada hari Rabu (27/08/2014) di daerah Bekasi. Perubahan hormonal yang terjadi selama menopause juga membuat vagina kurang elastis dan lebih kering. Biasanya perubahan ini akan memakan waktu berbulan-bulan atau bertahun-tahun untuk berkembang dan bervariasi pada setiap wanita.
(kik/kik)
Home & Living
Bingung Simpan Sepatu yang Numpuk? Cek Rekomendasi Rak Sepatu Anti Debu & Hemat Tempat di Sini!
Pakaian Wanita
Nggak Perlu Mahal-Mahal Nails Art! Pakai Fake Nails Ini untuk Tampilan Kuku Lebih Cantik
Olahraga
Latihan Harian atau Game Akhir Pekan, Ini 3 Bola Voli yang Tetap Nyaman di Lapangan
Hobi dan Mainan
Commuting Tiap Hari atau Sering Butuh Fokus? Soundcore by Anker Q20i Bisa Redam Bising dan Nyaman Dipakai Seharian
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Kisah Wanita 62 Tahun Hamil Lagi Setelah Anaknya Meninggal, Jadi Kontroversi
Bahaya Mencabut Bulu Hidung yang Jarang Disadari, Bisa Picu Infeksi Pernapasan
Penyebab Kuku Berwarna Kuning dan Tips Mengatasinya Agar Tampak Sehat
Benarkah Beras Porang Bagus untuk Diet? Ini Fakta dan Manfaatnya
5 Minuman yang Baik untuk Kesehatan Pencernaan, Atasi Perut Kembung
Most Popular
1
Foto Cantik BCL-Alyssa Daguise Hadiri Pernikahan 'Pangeran Jaksel' di Maroko
2
7 Gaya TWICE Jadi Model Victoria's Secret Usai Viral Istilah 'Tzuyu Bra'
3
Foto Vidi Aldiano Tampil Berkumis Jadi Groomsman Pernikahan Sahabat di Maroko
4
Tak Terduga, Ternyata Ini Inspirasi di Balik Nama Blue Ivy Putri Beyonce
5
Emily Ratajkowski Berhijab Sambut Wali Kota Muslim New York, Unggahan Dikritik
MOST COMMENTED











































