Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Selain Kulit, Sinar UV Juga Berbahaya Bagi Mata & Perlu Dilindungi 'Sunblock'

Hestianingsih - wolipop
Jumat, 08 Agu 2014 10:12 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Thinkstock
Jakarta -

Banyak orang yang peduli akan pentingnya perlindungan kulit terhadap bahaya paparan sinar matahari, dengan mengoleskan sunblock atau tabir surya. Namun tampaknya masih sedikit yang tahu kalau sinar UVA dan UVB tidak hanya bisa merusak kulit tapi bagian tubuh lainnya, yaitu mata.

Para ahli kesehatan mengatakan, melindungi mata dari sinar matahari sama pentingnya dengan kulit. Seperti halnya kulit yang bisa mengalami sunburn (terbakar sinar matahari), mata juga bisa terkena hal yang sama, yang juga disebut eyeburn. Teriknya sinar matahari bisa membakar permukaan teratas pada mata dan menyebabkan gangguan mata yang serius.

"Kita terpapar sinar matahari lebih banyak pada saat musim panas, ketika berada di ketinggian atau perairan yang terbuka. Salju dan air bisa memantulkan cahaya termasuk sinar matahari jadi paparannya lebih banyak dan berbahaya," ujar Raj Das-Bhaumik, seorang konsultan operasi plastik khusus mata di Moorfields Eye Hospital, London, seperti dikutip dari BBC.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Raj menambahkan, efek yang timbul akibat paparan sinar matahari pada mata tidak langsung bisa dirasakan, seperti sunburn pada kulit. Tapi jika dibiarkan terus menerus terkena sinarnya tanpa perlindungan, akibatnya bisa lebih serius.

"Tubuh punya kemampuan untuk menyembuhkan dirinya sendiri. Tapi seiring bertambahnya usia, kemampuan tersebut perlahan-lahan berkurang dan dampaknya baru dirasakan setelah kondisinya parah," ungkapnya.

Dari sejumlah studi yang dilakukan para ilmuwan, sinar ultraviolet bisa meningkatkan risiko kanker mata, katarak hingga kebutaan. Terlalu sering terpapar sinar matahari juga berpotensi menyebabkan kondisi yang disebut surfers' eye, yaitu tumbuhnya konjungtiva ke area mata bagian kornea. Pada kondisi normal, konjungtiva -- lapisan tipis dan transparan-- seharusnya hanya melindungi area putih mata bukan kornea. Hal tersebut bisa membuat penglihatan terganggu.

Salah satu cara yang paling efektif untuk melindungi mata dari sinar matahari adalah dengan selalu memakai sunglasses ketika berada di tempat terbuka dalam waktu lama. Misalnya saat ke pantai, kolam renang, gunung, berselancar, naik kapal pesiar atau beraktivitas di lapangan tanpa tempat berteduh.

"Perlindungan mata dengan sunglasses atau goggles sangat direkomendasikan untuk mencegah kerusakan akibat sinar UV. Terutama ketika kita terekspos cahaya matahari untuk waktu yang lama," saran Raj.

Lensa sunglasses fungsinya seperti 'sunblock' untuk kulit, yaitu memblokir sinar matahari agar tidak langsung mengenai mata. Namun perlu diperhatikan, tidak semua sunglasses atau kacamata hitam benar-benar efektif melindungi mata. Anda perlu memerhatikan label sertifikasi bahwa sunglasses tersebut memiliki lapisan anti UV. Label sertifikasi biasanya ditandai dengan sticker yang ditempelkan pada lensa.

Kenakan kacamata hitam yang tepat sesuai aktivitas dan tempat di mana Anda berada. "Sunglasses yang lensanya polaroid cocok digunakan saat beraktivitas di air. Yang bingkainya besar dan menutup sudut mata sesuai ketika cuaca sedang berangin dan pilih yang memakai tali karet saat olahraga," ujar Prof Liliane Ventura dari University of Sao Paulo.

Dia juga menambahkan, "Cek juga apakah penyerapan sinar UV-nya hingga 400nm (biasanya dilabeli dengan UV 400). Jika tidak yakin, bawa ke ahli kacamata untuk memeriksa sebaik apa perlindungan sunglasses untuk mata Anda."

(hst/fer)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads