Jakarta
-
Latihan fisik dan olahraga tidak hanya bermanfaat untuk menjaga kebugaran dan membentuk tubuh lebih indah, tapi juga bagi kesehatan pencernaan. Fitnes secara rutin, bisa membantu mengatasi gangguan sistem pencernaan seperti sembelit atau konstipasi.
Dijelaskan Professor Terry Bolin, dokter spesialis pencernaan dari University of NSW, fitnes atau olahraga bisa membantu mengurangi konstipasi ringan yang kerap terjadi pada sebagian besar orang. Perubahan rutinitas seperti makan makanan yang berbeda dari biasanya, traveling atau liburan merupakan beberapa penyebab orang jadi sulit buang air besar karena faeces-nya mengeras. Bisa juga karena faktor keturunan.
Kondisi tersebut dinamakan slow transit constipation, yaitu kondisi genetik yang umumnya dialami wanita dan cenderung sering terjadi ketika masih usia anak-anak, remaja hingga dewasa. Hal ini disebabkan karena sistem pencernaan yang bekerja lambat, sehingga sisa-sisa makanan dari pencernaan yang seharusnya dikeluarkan dari tubuh juga melambat.
Saat proses pencernaan, biasanya makanan akan bergerak melewati usus besar dengan bantuan kontraksi pada otot perut. Hal ini terjadi karena stimulasi dari syaraf pada dinding usus. Orang dengan kondisi slow transit constipation, biasanya punya masalah dengan sistem syaraf yang mengontrol stimulasi dari syaraf tersebut sehingga kontraksi lebih jarang terjadi.
Hal tersebut mengakibatkan susah buang air besar karena faeces yang terlalu keras, sehingga menimbulkan kembung dan rasa tidak nyaman di perut. Pada kondisi ringan, slow transit constipation bisa diatasi dengan olahraga dan diet yang sehat.
Olahraga bisa mengatasi sembelit karena menstimulasi sistem syaraf dan membantu otot serta syaraf pada perut bekerja lebih baik. Jenis olahraganya pun bebas, asalkan dilakukan secara rutin. Pergi ke gym, berenang, berlari atau bersepeda, tidak menjadi masalah selama tubuh aktif secara fisik.
Namun Terry menegaskan, olahraga hanya efektif untuk mengatasi sembelit ringan. Sementara pada kondisi yang sudah kronis, misalnya tidak bisa buang air besar selama berminggu-minggu, harus menjalani penanganan yang lebih serius dengan bantuan dokter spesialis.
"Ada beberapa wanita muda yang mengalami konstipasi berat. Mereka bisa tidak buang air besar selama satu hingga dua minggu dan kondisi tersebut tidak bisa diatasi dengan berolahraga. Tubuh mereka kurus, kelihatannya sehat, rajin olahraga, minum banyak air dan dietnya sehat tapi konstipasinya tidak menjadi lebih baik," ujar Terry, seperti dikutip dari ABC Australia.
Ia kembali menjelaskan, wanita dengan konstipasi yang kronis biasanya mengalami masalah serius pada sistem syarafnya. Umumnya ditandai dengan tangan dan kaki yang terasa dingin karena sistem syarafnya tidak bekerja secara baik dalam mengontrol kontraksi otot perut.
(hst/hst)
Dijelaskan Professor Terry Bolin, dokter spesialis pencernaan dari University of NSW, fitnes atau olahraga bisa membantu mengurangi konstipasi ringan yang kerap terjadi pada sebagian besar orang. Perubahan rutinitas seperti makan makanan yang berbeda dari biasanya, traveling atau liburan merupakan beberapa penyebab orang jadi sulit buang air besar karena faeces-nya mengeras. Bisa juga karena faktor keturunan.
Kondisi tersebut dinamakan slow transit constipation, yaitu kondisi genetik yang umumnya dialami wanita dan cenderung sering terjadi ketika masih usia anak-anak, remaja hingga dewasa. Hal ini disebabkan karena sistem pencernaan yang bekerja lambat, sehingga sisa-sisa makanan dari pencernaan yang seharusnya dikeluarkan dari tubuh juga melambat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal tersebut mengakibatkan susah buang air besar karena faeces yang terlalu keras, sehingga menimbulkan kembung dan rasa tidak nyaman di perut. Pada kondisi ringan, slow transit constipation bisa diatasi dengan olahraga dan diet yang sehat.
Olahraga bisa mengatasi sembelit karena menstimulasi sistem syaraf dan membantu otot serta syaraf pada perut bekerja lebih baik. Jenis olahraganya pun bebas, asalkan dilakukan secara rutin. Pergi ke gym, berenang, berlari atau bersepeda, tidak menjadi masalah selama tubuh aktif secara fisik.
Namun Terry menegaskan, olahraga hanya efektif untuk mengatasi sembelit ringan. Sementara pada kondisi yang sudah kronis, misalnya tidak bisa buang air besar selama berminggu-minggu, harus menjalani penanganan yang lebih serius dengan bantuan dokter spesialis.
"Ada beberapa wanita muda yang mengalami konstipasi berat. Mereka bisa tidak buang air besar selama satu hingga dua minggu dan kondisi tersebut tidak bisa diatasi dengan berolahraga. Tubuh mereka kurus, kelihatannya sehat, rajin olahraga, minum banyak air dan dietnya sehat tapi konstipasinya tidak menjadi lebih baik," ujar Terry, seperti dikutip dari ABC Australia.
Ia kembali menjelaskan, wanita dengan konstipasi yang kronis biasanya mengalami masalah serius pada sistem syarafnya. Umumnya ditandai dengan tangan dan kaki yang terasa dingin karena sistem syarafnya tidak bekerja secara baik dalam mengontrol kontraksi otot perut.
(hst/hst)










































