Viral Wanita RI Jadi Model Hijab FamilyMart Jepang Dapat Ujaran Kebencian
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keputusan mengizinkan karyawan memakai hijab ini kian menyita perhatian media setelah kehadiran wanita asal Indonesia, Ranisa Rahman sebagai model untuk presentasi Family Mart. Di hadapan publik, Ranisa menegaskan pentingnya akses yang adil bagi wanita Muslim di dunia profesional.
"Hijab seharusnya tidak menjadi penghalang bagi wanita Muslim untuk mendapatkan kesempatan kerja atau berpartisipasi dalam kehidupan publik. Saya berharap langkah ini dapat membantu memberikan rasa percaya diri yang lebih besar bagi wanita berhijab di Jepang, terutama di tengah komentar-komentar menyinggung yang sempat ditujukan kepada saya setelah tampil di media," ujar Ranisa dilansir dari Shiawaves.
Kebijakan FamilyMart Jepang mengizinkan pekerja Muslimah berhijab menuai kontroversi Model Ranisa Rahman mendukung hak ini namun politisi lokal menentang keras. Foto: Dok. Instagram @rararanisa. |
Di sisi lain, gelombang penolakan mengalir di platform media sosial Jepang. Tak sedikit netizen Jepang mempertanyakan urgensi perusahaan lokal dalam mengubah aturan standar penampilan demi mengakomodasi praktik keagamaan dan budaya pekerja asing.
Salah satu penolakan paling keras datang dari politisi Jepang, Shunsuke Yamashita. Secara terbuka, ia menyuarakan oposisinya terhadap izin penggunaan hijab di jaringan toko retail tersebut. Menggunakan frasa yang keras menentang keberadaan umat Islam, Yamashita mendesak pentingnya menjaga tradisi dan adat istiadat asli Jepang dari pengaruh budaya luar.
Kebijakan FamilyMart Jepang mengizinkan pekerja Muslimah berhijab menuai kontroversi Model Ranisa Rahman mendukung hak ini namun penduduk lokal menentang keras. Foto: Dok. Threads @dramatheutic. |
Beragam komentar dari warga Jepang juga membanjiri di media sosial. "Aku nggak mau ngakuinnya. Famima bakal aku hindari," ucap salah satu warganet.
"Sayang sekali," ujar akun @irigthing.
"Kenapa hanya memperdulikan umat Islam saja. Saya tidak akan berbelanja di toko yang ada orang dari negara yang mungkin tidak mencuci tangan di toilet," saut akun lainnya.
"Nggak bakal di Famima lagi deh," sambung warganet lainnya.
Meski diterpa perdebatan, para pendukung kebijakan ini menegaskan bahwa pemberian izin berhijab tidak memaksakan praktik keagamaan tertentu kepada karyawan lain. Langkah ini dinilai murni sebagai upaya memberikan hak dan kebebasan bagi karyawan Muslimah untuk menjalankan keyakinannya, sekaligus menjadi pijakan penting menuju menciptakan lingkungan kerja yang lebih inklusif dan beragam di Jepang.
Kebijakan FamilyMart Jepang mengizinkan pekerja Muslimah berhijab menuai kontroversi Model Ranisa Rahman mendukung hak ini namun penduduk lokal menentang keras. Foto: Dok. Threads @dramatheutic. |
Sosok Ranisa yang Menjadi Model Hijab FamilyMart
Selain menyoroti kebijakan minimarket Jepang tersebut, tak sedikit warganet lokal yang juga memberikan komentar jahat pada Ranisa, model hijab di iklan Family Mart. Sebuah unggahan dari akun Thread yang merupakan sahabat dari Ranisa mengungkapkan adanya beragam komentar negatif yang tertuju untuk Ranisa.
"Sahabat saya @rararanisa saat ini menerima banyak perhatian dan komentar menyakitkan dari orang-orang di Jepang, jujur menghancurkan hati saya untuk melihat. Saya hanya ingin mengingatkan kamu, bahwa kamu telah melakukan yang terbaik, dan kamu tidak melakukan apa pun untuk dipermalukan. 🤍 Dan untuk teman-teman saya, jika kamu melihat kampanye FamilyMart ini, silakan tunjukkan dukungan kamu juga! Mari kita dukung Ranisa dan FamilyMart dan mengingatkannya bahwa dia memiliki begitu banyak orang di belakangnya. 🥹🤍," tulis Thread @zizisiregar.
Melalui kolom komentar Ranisa mengungkapkan rasa haru atas dukungan tersebut. "Ziiii Terima kasih, ini benar-benar sangat berarti bagi saya. Dan terima kasih banyak atas semua cinta dan dukungan sejak tadi malam, terutama untuk semua teman-teman saya di sini yang telah berdiri di samping saya. 🤍 Tapi jangan khawatir, saya benar-benar baik-baik saja! Saya benar-benar sangat senang karena meskipun ada cukup banyak komentar kebencian, ada juga begitu banyak orang yang menunjukkan saya cinta dan dukungan, termasuk orang Jepang. 🥹 ❤️
Terima kasih lagi, semuanya!," ucap Rania di kolom komentar Thread.
Suami Ranisa juga memberikan dukungan penuh untuk istri tercinta. Menurutnya pihak FamilyMart sebagai perusahaan besar justru ikut membantu.
"Terimakasih. Saya suami dari si model hijab itu haha. Sebenernya orang2 kebanyakan sentimen negative nya bukan personal. Tapi tetep aja annoying. FamilyMart baik banget ke istri saya dan ngasih dukungan. Better kita juga dukung karena perusahaan itu bener2 mau bertransformasi. Dan itu baik untuk kita semua ke depannya. Who knows mungkin ke depannya lebih banyak lagi Halal options :)," tulis akun Threads @adit_wp.
"Exactly! Company2 nya kan udah dari puluhan tahun go global. Bisa menyesuaikan dan bisa diterima oleh banyak negara. Bahkan pop culture anime nya bisa mendunia dan jadi childhood memories anak2 di seluruh dunia. Bahkan FamilyMart sendiri sudah lebih dari 10 tahun ada di Indonesia. Saya dan istri dari jaman awal menikah 8 tahun lalu, selalu sarapan di Famima tiap berangkat kerja. Guess what, staffnya pakai hijab atau nggak? Of course; yes! 😅," sambungnya.
(gaf/eny)














































