Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Tren Jus Buah-Sayur

Jus Sehat Bisa Berubah Menjadi Junk Food, Ini Penyebabnya

wolipop
Kamis, 08 Mei 2014 16:20 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Thinkstock
Jakarta -

Jus buah dan sayur tidak selamanya dan pasti selalu sehat untuk dikonsumsi. Bahkan jus yang semestinya menjadi minuman sehat justru bisa masuk dalam daftar junk food, atau makanan yang tinggi kalori tapi miskin nutrisi.

Hal itu terjadi bukan karena buah atau sayur yang digunakan untuk membuat jus, tapi cara mengolah dan bahan tambahan yang menyertainya. Dalam kondisi apa jus sehat bisa berubah menjadi junk food?

"Pertama ketika yang dikonsumsi adalah 'jus', alias airnya saja, sedangkan 'ampasnya' alias seratnya dibuang. Ini sama saja minum sirup karena kadar gulanya tinggi," terang pakar nutrisi dan motivator gaya hidup sehat dr. Phaidon L. Toruan kepada Wolipop, Rabu (7/5/2014).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gula yang tinggi, akan menaikkan kadar gula darah dalam tubuh dan bisa melukai dinding dalam pembuluh darah. Efeknya sama berbahayanya dengan ketika Anda mengonsumsi minuman atau makanan dengan pemanis gula pasir bagi tubuh. Meskipun gula pada buah adalah jenis fruktosa yang cenderung sehat dan aman bagi tubuh tapi apabila sudah terkonsentrasi dalam bentuk cairan serta dikonsumsi berlebihan, dampaknya tetap kurang sehat bagi tubuh.

"Kedua ketika dicampur dengan gula atau susu kental manis. Walau ada manfaat baik, tetapi malah mendapat efek yang kurang baik," tambah dr. Phaidon.

Lalu bagaimana dengan anggapan yang menyebutkan kalau jus yang ditambahkan es batu bisa membuat perut buncit atau gemuk? Dokter lulusan Universitas Padjadjaran ini menjawab, tidak selalu.

"Akan tetapi yang hampir pasti membuat gemuk adalah gula cair yang ada di dalam jus," tegasnya.

(hst/hst)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads