Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Konsumsi Jus untuk Detoks dan Turun Berat Badan? Ini yang Harus Diperhatikan

wolipop
Selasa, 15 Apr 2014 09:21 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Thinkstock
Jakarta -

Minum jus dipercaya sebagai cara paling tepat dan mudah untuk mengeluarkan racun-racun dari tubuh, mencegah timbulnya berbagai penyakit dan membantu turunkan berat badan. Jus, asalkan terbuat dari buah dan sayur alami serta tanpa tambahan gula memang sehat bagi tubuh.

Namun menurut sejumlah ahli, Anda tidak perlu meminum jus tiap hari untuk menjaga tubuh tetap sehat. Kenapa? Sebelum tahu jawabannya, ada baiknya Anda mengetahui terlebih dahulu manfaat jus.

Sebuah penelitian baru-baru ini mengungkapkan bahwa mengonsumsi tujuh sajian buah dan sayur dalam sehari bisa membantu memperpanjang harapan hidup. Namun di sisi lain tidak semua orang sempat untuk memotong-motong atau mengolah sayur serta buah setiap kali makan. Dengan mengolahnya menjadi jus, Anda bisa dengan mudah memenuhi kebutuhan serat dan vitamin, bahkan bisa meminumnya di mana saja.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Banyak orang tidak terlalu suka memakan buah dan sayur, dengan minum jus, orang akan merasa sudah melakukan sesuatu yang baik untuk diri mereka sendiri," ujar Gayl Canfield, direktur nutrisi untuk Pritkin Longevity Center.

Selain itu jus juga memiliki vitamin, mineral dan nutrisi yang sama dengan memakan buah dan sayur secara utuh. Selain itu kandungan air yang keluar dari buah dan sayuran saat dijus juga membantu menjaga tubuh tetap terhidrasi.

Tapi meskipun sehat, bukan berarti jus bisa dikonsumsi sesering dan sebanyak yang kita mau. Buah dan sayuran juga mengandung kalori meskipun jumlahnya jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan cheeseburger atau french fries. Bagaimanapun juga, jus merupakan sumber kalori yang sudah terkonsentrasi dalam bentuk cairan dan jumlahnya bisa lebih banyak ketimbang makanan utuh.

Misalnya saja secangkir nanas potong, mengandung sekitar 83 kalori. Tapi jika dijus dengan porsi yang sama, bisa mencapai 120 kalori. Sementara delapan ons jus jeruk mungkin mengandung kalori dua kali lebih banyak dibandingkan empat butir jeruk.

Satu cangkir jus buah delima mengandung 37 gram gula, jauh lebih banyak jika dibandingkan buah delima utuh yang hanya 12 gram. Jika tujuan dari minum jus adalah mengurangi asupan kalori dan turunkan berat badan, maka bisa dibilang itu cara yang keliru.

Jadi bisa disimpulkan minum jus merupakan alternatif yang baik untuk menjalani hidup sehat dan mendapatkan tubuh ideal. Namun sebaiknya tidak dijadikan satu-satunya cara untuk menjaga kesehatan sebab bagaimanapun juga tubuh tetap membutuhkan makanan padat yang berasal dari bahan-bahan sehat.

Lalu bagaimana dengan fungsi detoks pada jus? Dijelaskan pakar diet Deborah Levy, Anda perlu mempertimbangkan lagi kenapa berpikir kalau tubuh memerlukan detoksifikasi? Organ tubuh manusia, terutama liver dan ginjal serta sistem daya tahan tubuh sebenarnya sudah bekerja keras mengeluarkan racun-racun dari tubuh secara alami.

"Tidak ada dalam literatur medis yang menegaskan kalau tubuh perlu bantuan dari luar untuk membersihkan diri," tutur Deborah.

Meski begitu tidak bisa disangkal kalau jus memang menjadi salah satu cara untuk mulai menjalani kebiasaan yang sehat. Namun bagi mereka yang tetap bersikeras minum jus untuk detoks, Deborah merekomendasikan untuk melakukannya tak lebih dari tiga hari.

Pada intinya, minum jus bisa membantu Anda mengasup nutrisi yang esensial bagi tubuh. Namun harus dibarengi dengan moderasi. Artinya, konsumsilah jus dalam jumlah yang cukup, maksimal satu atau dua kali sehari. Yang perlu dicatat lagi, jus adalah minuman sehat tapi bukan solusi utama untuk detoks dan diet.

(hst/aln)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads