Liputan Khusus <i>Liquid Diet</i>
Liquid Diet Bantu Berat Cepat Turun Tapi Bikin Tubuh Makin Berlemak
wolipop
Jumat, 14 Mar 2014 11:55 WIB
Jakarta
-
Hampir semua wanita ingin memiliki tubuh yang ramping. Menurut pakar diet Emilia E. Achmadi MS. RD., wanita terobsesi kurus karena ingin tampil menarik seperti para model yang mempunyai bentuk tubuh tinggi dan langsing. Hal itu memicu para wanita melakukan berbagai diet ekstrem, salah satunya hanya dengan mengonsumsi jus sayur dan buah tanpa makanan padat atau biasa disebut liquid diet.
Emilia mengatakan, liquid diet memang bisa menurunkan berat badan lebih cepat karena secara otomatis mengurangi jumlah kalori yang masuk. Liquid diet membuat wanita mengonsumsi makanan lebih sedikit tapi tetap dalam jumlah porsi yang sama.
Jika diet 'makan' cairan tanpa dikombinasi asupan yang solid terus dilakukan tentu membuat badan menjadi kurus. Sayangnya, ketika berat badan berkurang ternyata bukan lemak yang hilang tapi cairan seperti air atau masa otot.
"Karena defisitnya cepat banget, seharusnya 2.500 kalori yang masuk ini cuma 1.500. Berat badan yang cepat turun seperti itu membuat orang berpikir kalau lemaknya hilang. Padahal nggak, yang hilang bukan lemaknya tapi bisa cairan atau masa otot," ungkap Emilia ketika berbincang dengan Wolipop di Pondok Indah Mall (PIM), Jakarta Selatan, Selasa (11/3/2014).
Wanita yang menjadi pakar diet lebih dari 20 tahun itu menerangkan, dengan demikian berarti lemak tetap berada di dalam tubuh. Jika diet ini dilakukan dalam jangka panjang maka tubuh mulai menyesuaikan diri dan perlahan mengubah fungsinya. Tubuh akan berusaha bertahan dengan menimbun lemak karena tidak ada makanan padat yang masuk ke dalamnya.
Hal ini tentu membuat persentase lemak dalam tubuh bertambah. Seharusnya ketika diet penurunan berat badan yang hilang adalah lemak bukan masa otot atau air. Dengan demikian, daya tahan tubuh seseorang juga menjadi lemah hingga akhirnya kekurangan gizi.
"Karena defisitnya besar banget, itu bisa masuk fase survival. Kalau sudah masuk fase survival itu hormon kita akan berubah. Yang tadinya kita bakar energi yang terjadi sekarang tubuh kita menimbun lemak karena tubuh kita melihat kita akan mati kelaparan. Tubuh kita lebih pintar loh daripada kita," ujar wanita lulusan Oklahoma State University, Amerika Serikat, itu.
Emilia sedikit menambahkan, lemak dalam tubuh tidak bisa dihilangkan dalam waktu singkat harus dilakukan secara perlahan dengan mengubah pola makan serta melakukan aktivitas fisik seperti berolahraga. Tanpa kedua hal itu maka cara penurunan berat yang dilakukan tidak benar atau bisa memberikan efek negatif lain bagi tubuh.
(aln/aln)
Emilia mengatakan, liquid diet memang bisa menurunkan berat badan lebih cepat karena secara otomatis mengurangi jumlah kalori yang masuk. Liquid diet membuat wanita mengonsumsi makanan lebih sedikit tapi tetap dalam jumlah porsi yang sama.
Jika diet 'makan' cairan tanpa dikombinasi asupan yang solid terus dilakukan tentu membuat badan menjadi kurus. Sayangnya, ketika berat badan berkurang ternyata bukan lemak yang hilang tapi cairan seperti air atau masa otot.
"Karena defisitnya cepat banget, seharusnya 2.500 kalori yang masuk ini cuma 1.500. Berat badan yang cepat turun seperti itu membuat orang berpikir kalau lemaknya hilang. Padahal nggak, yang hilang bukan lemaknya tapi bisa cairan atau masa otot," ungkap Emilia ketika berbincang dengan Wolipop di Pondok Indah Mall (PIM), Jakarta Selatan, Selasa (11/3/2014).
Wanita yang menjadi pakar diet lebih dari 20 tahun itu menerangkan, dengan demikian berarti lemak tetap berada di dalam tubuh. Jika diet ini dilakukan dalam jangka panjang maka tubuh mulai menyesuaikan diri dan perlahan mengubah fungsinya. Tubuh akan berusaha bertahan dengan menimbun lemak karena tidak ada makanan padat yang masuk ke dalamnya.
Hal ini tentu membuat persentase lemak dalam tubuh bertambah. Seharusnya ketika diet penurunan berat badan yang hilang adalah lemak bukan masa otot atau air. Dengan demikian, daya tahan tubuh seseorang juga menjadi lemah hingga akhirnya kekurangan gizi.
"Karena defisitnya besar banget, itu bisa masuk fase survival. Kalau sudah masuk fase survival itu hormon kita akan berubah. Yang tadinya kita bakar energi yang terjadi sekarang tubuh kita menimbun lemak karena tubuh kita melihat kita akan mati kelaparan. Tubuh kita lebih pintar loh daripada kita," ujar wanita lulusan Oklahoma State University, Amerika Serikat, itu.
Emilia sedikit menambahkan, lemak dalam tubuh tidak bisa dihilangkan dalam waktu singkat harus dilakukan secara perlahan dengan mengubah pola makan serta melakukan aktivitas fisik seperti berolahraga. Tanpa kedua hal itu maka cara penurunan berat yang dilakukan tidak benar atau bisa memberikan efek negatif lain bagi tubuh.
(aln/aln)
Home & Living
Saatnya Ganti Tempat Sampah yang Bikin Rumahmu Lebih Higienis Sekaligus Estetik!
Home & Living
3 Pilihan Keranjang Laundry Ini Harus Ada di Rumah, Bikin Cucian Jadi Gak Numpuk Berantakan!
Health & Beauty
Mykonos Hawaiian Crush Extrait de Parfum, Parfum Wangi Tropis yang Bikin Mood Naik!
Elektronik & Gadget
Airbot X40 Master, Robot Vacuum Super Pintar untuk Rumah Bersih Tanpa Ribet!
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Kisah Wanita 62 Tahun Hamil Lagi Setelah Anaknya Meninggal, Jadi Kontroversi
Bahaya Mencabut Bulu Hidung yang Jarang Disadari, Bisa Picu Infeksi Pernapasan
Penyebab Kuku Berwarna Kuning dan Tips Mengatasinya Agar Tampak Sehat
Benarkah Beras Porang Bagus untuk Diet? Ini Fakta dan Manfaatnya
5 Minuman yang Baik untuk Kesehatan Pencernaan, Atasi Perut Kembung
Most Popular
1
Foto Cantik BCL-Alyssa Daguise Hadiri Pernikahan 'Pangeran Jaksel' di Maroko
2
Foto Vidi Aldiano Tampil Berkumis Jadi Groomsman Pernikahan Sahabat di Maroko
3
Emily Ratajkowski Berhijab Sambut Wali Kota Muslim New York, Unggahan Dikritik
4
7 Potret G-Dragon Pakai Bandana Emas Berhias Permata, Cuma Ada Satu di Dunia
5
Tak Terduga, Ternyata Ini Inspirasi di Balik Nama Blue Ivy Putri Beyonce
MOST COMMENTED











































