Cegah Asthma dengan Banyak Makan Sayur dan Buah
Hestianingsih - wolipop
Selasa, 07 Jan 2014 13:31 WIB
Jakarta
-
Sayur dan buah yang kaya serat tidak hanya baik untuk menjaga kesehatan pencernaan. Tapi juga bisa mencegah penyakit asthma. Begitu menurut hasil studi yang dilakukan baru-baru ini.
Penelitian yang dilakukan University of Lausanne, Swiss tersebut menggunakan tikus sebagai eksperimen. Tikus percobaan yang diberi diet kaya serat mengalami peradangan pada paru-paru lebih ringan ketika terkena debu dan kutu rumah yang diketahui bisa memicu serangan asthma. Sedangkan tikus yang hanya diberi sedikit makanan kaya serat, peradangan pada parunya lebih besar.
Para peneliti mengatakan, penemuan tersebut memiliki relevansi yang cukup kuat pada manusia. Sebab telah ada berbagai bukti bahwa apapun yang manusia konsumsi bisa memengaruhi perkembangan sel-sel imun dalam tubuh.
Seperti dikutip dari Daily Mail, hasil studi ini cukup berkaitan dengan penelitian sebelumnya bahwa penyakit asthma dan irritable bowel syndrome (IBS) atau sindrom iritasi usus bisa disebabkan oleh reaksi peradangan yang sama. Orang yang mengalami IBS dua kali besar berisiko menderita gejala asthma.
IBS merupakan gangguan pencernaan yang menimbulkan gejala tak nyaman pada perut. Di antaranya kram, kembung, gangguan fungsi usus seperti sembelit dan diare. Dr Benjamin Marsland dari University of Lausanne mengatakan, "Selama beberapa dekade, gangguan asthma meningkat di negara-negara berkembang, sementara konsumsi makanan berserat semakin berkurang di negara tersebut."
Dr Benjamin dan timnya menemukan, kandungan pectin yang terkandung dalam sayur dan buah berkhasiat mengurangi reaksi alergi di pernapasan pada penderita asthma. Serat larut tersebut juga berfungsi mengatasi sembelit dan mengubah komposisi bakteri yang bersarang di usus.
Ketika dicerna, bakteri penyebab sembelit ini akan memroses serat dan melepaskan metabolit (zat penting untuk perubahan kimia yang terdapat dalam sel) yang disebut rantai pendek asam lemak. Asam lemak ini akan masuk dalam darah dan memengaruhi perkembangan sel-sel imun di setiap organ tubuh, termasuk paru-paru.
Asam lemak yang diproduksi ketika bakteri pada usus mencerna serat juga bisa mengurangi peradangan akibat alergi pada paru-paru. Berdasarkan hasil eksperimen ini, para peneliti menyimpulkan bahwa diet sehat merupakan salah satu strategi untuk mengurangi serangan asthma. Tapi apakah bisa menyembuhkan secara total, belum ada studi yang membuktikannya.
(hst/hst)
Penelitian yang dilakukan University of Lausanne, Swiss tersebut menggunakan tikus sebagai eksperimen. Tikus percobaan yang diberi diet kaya serat mengalami peradangan pada paru-paru lebih ringan ketika terkena debu dan kutu rumah yang diketahui bisa memicu serangan asthma. Sedangkan tikus yang hanya diberi sedikit makanan kaya serat, peradangan pada parunya lebih besar.
Para peneliti mengatakan, penemuan tersebut memiliki relevansi yang cukup kuat pada manusia. Sebab telah ada berbagai bukti bahwa apapun yang manusia konsumsi bisa memengaruhi perkembangan sel-sel imun dalam tubuh.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
IBS merupakan gangguan pencernaan yang menimbulkan gejala tak nyaman pada perut. Di antaranya kram, kembung, gangguan fungsi usus seperti sembelit dan diare. Dr Benjamin Marsland dari University of Lausanne mengatakan, "Selama beberapa dekade, gangguan asthma meningkat di negara-negara berkembang, sementara konsumsi makanan berserat semakin berkurang di negara tersebut."
Dr Benjamin dan timnya menemukan, kandungan pectin yang terkandung dalam sayur dan buah berkhasiat mengurangi reaksi alergi di pernapasan pada penderita asthma. Serat larut tersebut juga berfungsi mengatasi sembelit dan mengubah komposisi bakteri yang bersarang di usus.
Ketika dicerna, bakteri penyebab sembelit ini akan memroses serat dan melepaskan metabolit (zat penting untuk perubahan kimia yang terdapat dalam sel) yang disebut rantai pendek asam lemak. Asam lemak ini akan masuk dalam darah dan memengaruhi perkembangan sel-sel imun di setiap organ tubuh, termasuk paru-paru.
Asam lemak yang diproduksi ketika bakteri pada usus mencerna serat juga bisa mengurangi peradangan akibat alergi pada paru-paru. Berdasarkan hasil eksperimen ini, para peneliti menyimpulkan bahwa diet sehat merupakan salah satu strategi untuk mengurangi serangan asthma. Tapi apakah bisa menyembuhkan secara total, belum ada studi yang membuktikannya.
(hst/hst)
Elektronik & Gadget
Baseus EnerFill FC11 10000mAh Fast Charging Powerbank, Solusi Anti Lowbat Tanpa Ribet Kabel!
Health & Beauty
Aroma Clean & Effortless untuk Sehari-hari, Alchemist Eau de Parfum Pink Laundry vs Powder Room!
Health & Beauty
Double Cleansing yang Nggak Bikin Takut, Ini Dia Cleansing Oil yang Aman buat Pori-pori dan Kulit Sensitif!
Elektronik & Gadget
UNE 12000mAh Powerbank Magnetic Qi2, Solusi Charging Ngebut Tanpa Ribet!
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Kisah Wanita 62 Tahun Hamil Lagi Setelah Anaknya Meninggal, Jadi Kontroversi
Bahaya Mencabut Bulu Hidung yang Jarang Disadari, Bisa Picu Infeksi Pernapasan
Penyebab Kuku Berwarna Kuning dan Tips Mengatasinya Agar Tampak Sehat
Benarkah Beras Porang Bagus untuk Diet? Ini Fakta dan Manfaatnya
5 Minuman yang Baik untuk Kesehatan Pencernaan, Atasi Perut Kembung
Most Popular
1
Foto Cantik BCL-Alyssa Daguise Hadiri Pernikahan 'Pangeran Jaksel' di Maroko
2
7 Gaya TWICE Jadi Model Victoria's Secret Usai Viral Istilah 'Tzuyu Bra'
3
Foto Vidi Aldiano Tampil Berkumis Jadi Groomsman Pernikahan Sahabat di Maroko
4
Tak Terduga, Ternyata Ini Inspirasi di Balik Nama Blue Ivy Putri Beyonce
5
Emily Ratajkowski Berhijab Sambut Wali Kota Muslim New York, Unggahan Dikritik
MOST COMMENTED











































