Wanita Perlu Tahu! Tanda-tanda Keputihan yang Normal dan Abnormal
Hestianingsih Hestianingsih - wolipop
Senin, 25 Nov 2013 11:03 WIB
Jakarta
-
Keputihan merupakan kondisi yang umum terjadi pada wanita. Keluarnya cairan pada vagina memiliki fungsi untuk 'membersihkan' sistem reproduksi wanita, khususnya tepat setelah menstruasi.
Itulah sebabnya kenapa keluarnya cairan Miss V cenderung lebih banyak di hari-hari pasca haid. Gunanya untuk menyingkirkan sel-sel lama dan cairan yang sudah tidak berfungsi pada uterus dan Miss V. Ini juga merupakan cara alami bagi tubuh untuk menjaga uterus, serviks dan vagina tetap bersih.
Namun seringkali keputihan menimbulkan kekhawatiran pada wanita, terutama bila keluar terlalu banyak. Seperti apa keputihan yang normal? Ginekolog dr Prachi Kakkar mengatakan, banyak/sedikitnya keputihan bisa berbeda-beda pada tiap wanita. Jadi apa yang normal pada wanita yang satu, bisa jadi abnormal bagi wanita lainnya.
"Selain itu jumlah dan intensitas keluarnya keputihan bisa dipengaruhi beberapa faktor seperti stres, infeksi, penyakit, penggunaan antibiotik, penuaan dan kehamilan," ujar dr Prachi, seperti dikutip dari Times of India.
Sementara pada beberapa wanita bisa mengalami keputihan tiap hari, di luar masa menstruasi, pada wanita lainnya bisa terjadi di waktu-waktu tertentu saja. Dr Prachi menuturkan, selama cairan Miss V yang keluar transparan atau sedikit putih, tanpa bau dan tidak kental, keputihan masih terbilang normal.
Anda bisa waspada atau khawatir apabila keputihan tidak menunjukkan ciri-ciri seperti yang disebutkan di atas. Tanda-tanda awal terjadinya masalah pada organ reproduksi wanita umumnya terdeteksi dari penampakan cairan Miss V yang keluar.
"Baik infeksi pada area tertentu vagina atau kondisi yang lebih berat seperti fibroid, keputihan akan memperlihatkan indikasi awal dari kondisi tersebut. Anda mungkin bisa mengalami keputihan banyak secara tiba-tiba. Tapi bisa juga justru tidak ada cairan Miss V yang keluar sama sekali. Jadikan keduanya sebagai alarm," ujar ginekolog dr Kirti Soman.
Ia menjelaskan, Anda patut waspada jika saat keputihan, warnanya menjadi kekuningan atau kehijauan, atau putih pekat seperti susu. Jika cairan menimbulkan bau tidak sedap, misalnya amis yang menyengat, besar kemungkinan Anda mengalami infeksi pada vagina. Bisa karena infeksi jamur, vaginosis atau penyakit kelamin menular seperti gonorrhoea.
Kabar baiknya, infeksi tersebut bisa disembuhkan dengan obat minum. Jika anjuran dokter diikuti dengan disiplin, infeksi bisa teratasi dalam beberapa minggu. Satu hal yang perlu diingat, jangan mencoba menyembuhkan infeksi sendiri di rumah, apalagi menggunakan vaginal douche (alat semprot) atau cairan pembersih vagina yang bebas dijual di pasaran. Sebab ada kemungkinan Anda justru membunuh bakteri baik dan sel sehat di dalam Miss V. Selalu konsultasikan pada dokter spesialis sebelum bertindak.
Beberapa jenis infeksi bisa kambuh, jadi meskipun keputihan telah teratasi, jangan mengira Anda sudah tidak butuh perawatan lagi. Temuilah dokter Anda untuk menanyakan pola hidup, makan dan pengobatan yang paling tepat untuk Miss V sehat.
(hst/rma)
Itulah sebabnya kenapa keluarnya cairan Miss V cenderung lebih banyak di hari-hari pasca haid. Gunanya untuk menyingkirkan sel-sel lama dan cairan yang sudah tidak berfungsi pada uterus dan Miss V. Ini juga merupakan cara alami bagi tubuh untuk menjaga uterus, serviks dan vagina tetap bersih.
Namun seringkali keputihan menimbulkan kekhawatiran pada wanita, terutama bila keluar terlalu banyak. Seperti apa keputihan yang normal? Ginekolog dr Prachi Kakkar mengatakan, banyak/sedikitnya keputihan bisa berbeda-beda pada tiap wanita. Jadi apa yang normal pada wanita yang satu, bisa jadi abnormal bagi wanita lainnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara pada beberapa wanita bisa mengalami keputihan tiap hari, di luar masa menstruasi, pada wanita lainnya bisa terjadi di waktu-waktu tertentu saja. Dr Prachi menuturkan, selama cairan Miss V yang keluar transparan atau sedikit putih, tanpa bau dan tidak kental, keputihan masih terbilang normal.
Anda bisa waspada atau khawatir apabila keputihan tidak menunjukkan ciri-ciri seperti yang disebutkan di atas. Tanda-tanda awal terjadinya masalah pada organ reproduksi wanita umumnya terdeteksi dari penampakan cairan Miss V yang keluar.
"Baik infeksi pada area tertentu vagina atau kondisi yang lebih berat seperti fibroid, keputihan akan memperlihatkan indikasi awal dari kondisi tersebut. Anda mungkin bisa mengalami keputihan banyak secara tiba-tiba. Tapi bisa juga justru tidak ada cairan Miss V yang keluar sama sekali. Jadikan keduanya sebagai alarm," ujar ginekolog dr Kirti Soman.
Ia menjelaskan, Anda patut waspada jika saat keputihan, warnanya menjadi kekuningan atau kehijauan, atau putih pekat seperti susu. Jika cairan menimbulkan bau tidak sedap, misalnya amis yang menyengat, besar kemungkinan Anda mengalami infeksi pada vagina. Bisa karena infeksi jamur, vaginosis atau penyakit kelamin menular seperti gonorrhoea.
Kabar baiknya, infeksi tersebut bisa disembuhkan dengan obat minum. Jika anjuran dokter diikuti dengan disiplin, infeksi bisa teratasi dalam beberapa minggu. Satu hal yang perlu diingat, jangan mencoba menyembuhkan infeksi sendiri di rumah, apalagi menggunakan vaginal douche (alat semprot) atau cairan pembersih vagina yang bebas dijual di pasaran. Sebab ada kemungkinan Anda justru membunuh bakteri baik dan sel sehat di dalam Miss V. Selalu konsultasikan pada dokter spesialis sebelum bertindak.
Beberapa jenis infeksi bisa kambuh, jadi meskipun keputihan telah teratasi, jangan mengira Anda sudah tidak butuh perawatan lagi. Temuilah dokter Anda untuk menanyakan pola hidup, makan dan pengobatan yang paling tepat untuk Miss V sehat.
(hst/rma)
Home & Living
3 Kulkas 1 Pintu Harga 1 Jutaan yang Murah dan Tahan Lama!
Home & Living
Tetap Terhidrasi Saat Mudik! 3 Tumbler Praktis Ini Siap Bantu Jaga Kesehatan Saat Perjalanan Jauh
Home & Living
3 Rekomendasi Tempat Sampah Sensor Higienis untuk Rumah Lebih Bersih dan Praktis
Home & Living
Dekorasi Simpel Tapi Bikin Beda! Jam Dinding Lucu Estetik untuk Rumah
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Diet Hormon Viral di TikTok, Benarkah Bisa Atasi Jerawat hingga Mood Swing?
6 Manfaat Tak Terduga Nanas untuk Kesehatan, Cocok Jadi Menu Buka Puasa
Kisah Wanita Hampir Kehilangan Nyawa Karena Manikur Gel
Orthorexia, Ketika Obsesi Makan Sehat Justru Picu Gangguan Mental
Sleep Anxiety Bikin Susah Tidur? Ini 9 Cara Mengatasinya Agar Tidur Nyenyak
Most Popular
1
Wajah Aktris Cantik Ini Terbaka Gara-gara Tren Tiup Kue Ulang Tahun TikTok
2
Potret Gaya Paula Verhoeven Bercadar Saat Umrah di Bulan Ramadhan
3
Gaya Fuji & Felicya Angelista Kompak Tampil Bak Artis Bollywood Pakai Lehenga
4
4 Tips Pilih Alat Elektronik Supaya Nggak Bikin Tagihan Listrik Bengkak
5
Penampilan Tyla di Paris Fashion Week Bikin Kaget, Atasannya Bukan Baju
MOST COMMENTED











































