Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Suntik Botox Bisa Sembuhkan Disfungsi Kandung Kemih

Dona Rema - wolipop
Rabu, 25 Sep 2013 17:00 WIB
...
Dok. Thinkstock
Jakarta - Suntik botox biasanya dilakukan untuk mencegah timbulnya kerutan dan kulit kusam karena penuaan. Tapi kini, obat antikerut itu juga dapat digunakan untuk mengobati wanita yang menderita disfungsi kandung kemih, yang menyebabkan inkontinensia atau sering buang air kecil.
 
Bagi para wanita yang memiliki kandung kemih yang terlalu aktif, harus menggunakan obat jika metode lain terbukti tidak efektif. Aturan ini telah dikeluarkan oleh Regulator obat National Institute for Health and Clinical Excellence (NICE).

Dikutip dari Daily Mail, satu dari lima orang di Inggris dan Wales menderita sindrom kandung kemih tersebut. Gejalanya yaitu, mereka selalu merasa terdesak untuk menggunakan toilet.

"Botox memberikan perbaikan dramatis bagi banyak orang dan memungkinkan mereka untuk melanjutkan gaya hidup normal," ungkap Andrew Hextall, konsultan urogynaecologist dari Spire Bushey Hospital dan St Albans City Hospital di Hertfordshire.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Botox merupakan obat yang mengandung sejumlah toksin botulinum yang dimurnikan. "Botox dapat melumpuhkan otot-otot kandung kemih sehingga mencegah mereka menegang," jelas Hextall.

"Tapi efeknya hanya berlangsung selama enam sampai delapan bulan, sehingga suntikan perlu diulangi kembali," tambahnya.

Meskipun bisa diobati dengan botox, para ahli tetap menyarankan agar penderita tak langsung melakukannya. Mereka harus belajar untuk mengubah gaya hidupnya terlebih dahulu, dengan mengurangi konsumsi kafein dan alkohol, serta latihan panggul di lantai.

Penyakit disfungsi kandung kemih ini juga bisa dialami oleh pria. Tapi jumlahnya lebih besar terjadi pada wanita. Kebanyakan, penderita inkontinensia itu berusia 40 tahun keatas.

Hingga saat ini, penyebab disfungsi kandung kemih belum juga diketahui. Namun, kondisi itu bisa disebabkan oleh diabetes, infeksi, batu kandung kemih, dan cedera tulang belakang.

(rma/rma)
...
Hide Ads