Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

6 Gejala Gangguan Pola Makan yang Harus Diwaspadai

wolipop
Rabu, 19 Jun 2013 09:35 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Thinkstock
Jakarta -

1. Merasa Sedih Karena Makan Berlebihan

Bukan soal perasaan bersalah karena telah menghabiskan dua cangkir cokelat panas atau tiga scoop banana split. Jika Anda sering merasa sedih, tersiksa dan benci pada diri sendiri setelah makan yang berlebihan, berarti ada yang salah dengan kebiasaan makan Anda.

2. Tidak Nyaman Membicarakan Makanan

Anda selalu berusaha menghindari pembicaraan makanan, atau menghabiskan waktu berjam-jam memeriksa tubuh sendiri? Berarti ada kemungkinan Anda menderita gangguan makan tak terkontrol. Hal ini juga ditandai dengan perilaku takut melihat tubuh di cermin.

3. Makan Walaupun Sudah Kenyang

Secara alami, tubuh akan mengirimkan sinyal kapan seseorang puas dan harus berhenti makan. Orang dengan gangguan makan berlebihan cenderung tidak mempedulikan batas tersebut. Jika Anda tetap saja mengunyah makanan padahal sudah sangat kenyang, ada kemungkinan Anda mengidap gangguan makan. Untuk mengatasinya, coba makan dengan perlahan. Beri jeda waktu saat menyuap makanan berikutnya. Cara ini akan membuat Anda lebih memerhatikan sinyal tubuh bahwa Anda sudah kenyang.

4. Melewatkan Jam Makan

Orang dengan gangguan makan berlebihan sering melewatkan jam-jam makan penting, terutama sarapan. Karena membiarkan perut kosong dalam waktu lama, akan merasa sangat lapar yang membuatnya makan lebih banyak dari porsi seharusnya.

5. Makan Saat Tidak Merasa Lapar

Mungkin ini gejala paling umum yang terjadi pada penderita gangguan pola makan. Mengonsumsi makanan untuk memuaskan nafsu makan, dan bukan karena lapar bisa berbahaya bagi tubuh dan sebabkan obesitas. Mengudap cokelat sesekali boleh-boleh saja. Tapi Anda patu waspada jika keinginan makan dan ngemil timbul sepanjang hari.

6. Diet Ketat Secara Tiba-tiba

Penderita gangguan makan kompulsif bisa makan tak terkontrol, tapi di satu waktu berhenti makan secara tiba-tiba atau melakukan diet ketat. Pola ini jelas bisa mengganggu sistem metabolisme tubuh. Oleh karena itu, berat badan penderita gangguan makan kompulsif bisa bervariasi; antara kurus, sedang hingga gemuk.
(hst/hst)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads