Studi: Menari Tango Bisa Bantu Sembuhkan Depresi

- wolipop Jumat, 22 Feb 2013 13:07 WIB
Dok. Thinkstock Dok. Thinkstock

Jakarta - Tarian Tango tidak hanya terkesan seksi dan sensual, tapi ternyata juga bisa menghilangkan rasa sedih dan depresi. Para peneliti menyebut jenis tari yang berasal dari Argentina dan Uruguay ini sebagai salah satu tarian yang paling efektif untuk mengurangi stres, kecemasan dan depresi.

Kombinasi dari gerak tubuh, interaksi sosial dan fokusd intens dipercaya jadi tiga faktor utama dalam tarian Tango yang mampu mengurangi depresi serta gejala gangguan mental lainnya. Efektivitasnya bahkan lebih baik daripada meditasi.

"Kami menemukan kalau dansa Tango tidak hanya efektif mengurangi depresi tapi juga gangguan tidur atau insomnia. Dimana treatment lain tidak seefektif itu dalam menstabilkan mood," ujar Rhonda Brown dari Austarlian National University, pengawas penelitian yang dilakukan Rosa Pinniger dari University of New England.

Seperti dikutip dari Stuff.co.nz, Dr Brown menjelaskan studi tersebut bertujuan memastikan efek positif dari menari Tango pada orang yang mengalami instabilitas mood. Ternyata tak hanya itu, Tango juga membantu terapi pada orang yang mengalami macular degeneration (kondisi medis yang memengaruhi penglihatan pada orang paruh baya akibat kerusakan retina) serta beberapa kondisi disabilitas fisik.

Pelatih Tango, Serkan Alasya menyatakan tidak terlalu terkejut dengan penemuan baru ini. Dia menyebut tarian yang banyak menampilkan hentakan kaki dan tubuh ini sebagai 'introverted dance' yang memberi kebebasan bagi para pedansa untuk mengeksperesikan dirinya sendiri.

"(Tango) mendorong orang untuk menjadi individualis dan fokus pada gerakan Anda sendiri dan pasangan, dan Anda tidak perlu terlalu peduli dengan yang lainnya di dalam ruangan. Apakah mereka menyaksikan (Anda menari) atau tidak," ucap pengajar Tango asal Canberra, Australia ini.

Dia menambahkan, "Tango bisa membantu orang untuk sedikit keluar dari 'cangkangnya'."



(hst/hst)