Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Freestyle Training, Cara 'Bermain' Orang Dewasa untuk Tetap Fit

Hestianingsih Hestianingsih - wolipop
Kamis, 04 Okt 2012 10:04 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Wolipop
Jakarta -

Ketika beraktivitas di kantor, seringkali yang lebih banyak orang lakukan adalah duduk tenang di belakang meja dan mungkin hanya sesekali bangun untuk mengambil air minum, ke toilet atau keluar makan siang. Fungsi gerak tubuh pun menjadi terbatas, padahal otot-otot manusia diciptakan untuk bergerak secara aktif dan harus dilatih.

Jika tubuh jarang bergerak, otot menjadi kaku dan karena terbiasa pasif, jadi rentan cedera serta lebih sulit menjalankan aktivitas. Hal ini akan menyulitkan apabila Anda harus melakukan gerakan yang membutuhkan kekuatan otot seperti menggendong anak, mengangkat koper atau yang sangat simpel, turun dari bus.

Untuk itu, diperlukan latihan yang dapat membantu otot agar lebih siap menghadapi aktivitas fisik sehari-hari. Latihan yang seperti apa? Jawabannya, Freestyle Training.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Latihan ini merupakan rangkaian olah tubuh yang melatih semua kelompok otot tubuh, dengan menggunakan beban dari tubuh sendiri. Bukan menggunakan mesin yang biasanya hanya melatih satu atau dua kelompok otot.

"Konsepnya seperti olahraga outdoor. Melatih tubuh agar siap menghadapi kehidupan sehari-hari seperti naik tangga, turunan, tanjakan, memindahkan barang dari bawah ke atas," tutur Kornel Mahara, senior fitness manager Fitness First, saat perkenalan Freestyle Training di Fitness First Lippo Mall, Kemang Village, Jakarta Selatan, Rabu (03/10/2012).

Latihan ini memberikan pesertanya kebebasan untuk meniru bentuk-bentuk gerakan alami manusia di semua arah; bergerak ke kanan-kiri, membungkuk, berputar, menggelinding, melompat, melompat jauh, dan sebagainya. Layaknya anak kecil yang bebas bergerak di taman bermain, hanya saja ini lebih menantang dan menuntut aktivitas tubuh yang intens. Gunanya untuk melatih mobilitas, fleksibilitas, keseimbangan dan kekuatan tubuh.

"Anggap saja area Freestyle Training sebagai arena bermain bagi orang dewasa yang dipadati berbagai alat yang membantu Anda menjadi bugar," ucap Kornel.

Seperti apa bentuk latihan yang dilakukan dalam Freestyle Training? Kornel menjelaskan beberapa gerakan dan alat bantu yang bisa digunakan.

Ladder Grill
Ladder Grill merupakan gambar kotak-kotak memanjang yang menyerupai tangga dari bambu. Peserta harus menjejakkan kaki di dalam dan luar kotak secara bergantian. Gerakannya kurang lebih seperti saat pemain sepak bola latihan menggiring bola. Fungsinya untuk melatih koordinasi antara dan kepala.

"Dalam kehidupan sehari-hari, latihan ini akan berguna jika harus buru-buru naik tangga," ujar Kornel, yang sudah bekerja di Fitness First selama 7,5 tahun.

Jump
Melatih tubuh untuk akselerasi dan deselerasi. Kornel menjelaskan, banyak orang yang dengan mudahnya melompat tapi tidak bisa mendarat dengan sempurna. Contohnya ketika buru-buru turun dari bus kota, seringkali kaki terpeleset dan akhirnya terjatuh karena kurangnya kemampuan mempercepat dan memperlambat gerak tubuh.

"Latihan ini membiasakan tubuh agar bisa gerak cepat tapi juga melambat sesuai keadaan," tambah pria yang pernah menjadi atlet Taekwondo ini.

Clock
Medianya lantai dengan gambar jarum jam yang mengarah ke pukul 12, 3, 6 dan 9. Peserta melompat ke depan, samping kiri-kanan, dan belakang. Gunanya melatih agar tubuh terbiasa bergerak ke segala arah.

TRX
Berupa tali karet elastis yang disangkutkan pada tiang atau dinding, dimana peserta harus menariknya dengan berbagai gerakan. Latihan ini sangat menantang keseimbangan. Dengan menarik karet, tubuh akan mencari keseimbangan sehingga kontraksi pada otot lebih banyak. Alhasil, pembakaran kalori bertambah.

RIP TRX
Beban di karet memaksa tubuh untuk menariknya ke belakang. Alat ini melatih tubuh secara rotasi, agar lebih mudah melakukan aktivitas yang perlu gerakan memutar seperti mengambil barang di jok belakang mobil saat sedang menyetir, atau untuk atlet yang banyak memutar tubuh seperti lempar lembing, tennis atau badminton.

Selain yang sudah disebutkan di atas, masih banyak gerakan-gerakan lain yang bisa dikombinasikan sesuai kebutuhan. Meskipun freestyle, tetap ada ketentuan dalam penerapannya. Oleh karena itu tetap diperlukan pengawasan personal trainer di awal latihan agar hasilnya lebih maksimal. Freestyle Training merupakan inovasi yang dikembangkan oleh Fitness First. Saat ini area Freestyle Training baru tersedia di Fitness First Lippo Mall, dan akan menyusul di seluruh cabang klub kebugaran ini.

(hst/rma)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads