Riset: Orang Bahagia Lebih Panjang Umur
Eya Ekasari - wolipop
Kamis, 03 Nov 2011 17:35 WIB
Jakarta
-
Anda ingin memiliki umur panjang? Cobalah untuk selalu merasa bahagia. Menurut penelitian, orang yang bahagia dan memiliki cara pandang positif akan hidup lebih lama.
Penelitian yang dilakukan pada lima tahun lalu menunjukkan bahwa mereka yang hidup dengan tingkat kepuasan tinggi cenderung terhindar dari kematian dini sebanyak 35 persen. Penelitian tersebut telah melibatkan hampir 4000 orang dengan rentang usia dari 52 hingga 79 tahun.
Kini, penelitian terbaru yang diprakarsai oleh University College of London, telah menyempurnakan hasil studi terdahulu. Menurut penelitian itu, 'Positive well-being' berfungsi sebagai obat untuk atasi stres dan beberapa penyakit.
Dalam penelitian tersebut, para peserta diminta untuk menilai perasaan mereka mengenai kebahagiaan dan juga kecemasan sebanyak empat kali dalam setahun. Para peneliti juga mengukur jumlah kematian yang terekam selama periode lima tahun.
Setelah memperhitungkan beberapa faktor seperti usia, jenis kelamin, tingkat depresi dan penyakit yang diderita oleh peserta, para peneliti menemukan bahwa mereka yang selalu merasa bahagia memiliki risiko 35 persen lebih rendah terhadap kematian dini dibandingkan dengan peserta yang jarang merasa bahagia.
"Penelitian ini memberikan alasan lebih lanjut mengenai pandangan positif serta kebahagiaan pada orang tua," ujar Profesor Andrew Steptoe, peneliti utama dari University College of London, seperti yang dikutip dari Daily Mail.
Penelitian yang menunjukkan adanya pengaruh kebahagiaan seseorang juga dilakukan oleh University of Illinois. Mereka menemukan, suasana hati yang positif dapat mengurangi stres yang berhubungan dengan hormon dan dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh.
Selain itu, Prof Ed Diener dan timnya juga melakukan percobaannya terhadap 160 hewan serta manusia, dan menemukan kesimpulan bahwa kebahagiaan memberikan kontribusi pada umur panjang dan kesehatan yang baik. Sedangkan kecemasan, depresi dan pesimisme erat kaitannya dengan penyakit dan kematian dini.
(eya/eya)
Penelitian yang dilakukan pada lima tahun lalu menunjukkan bahwa mereka yang hidup dengan tingkat kepuasan tinggi cenderung terhindar dari kematian dini sebanyak 35 persen. Penelitian tersebut telah melibatkan hampir 4000 orang dengan rentang usia dari 52 hingga 79 tahun.
Kini, penelitian terbaru yang diprakarsai oleh University College of London, telah menyempurnakan hasil studi terdahulu. Menurut penelitian itu, 'Positive well-being' berfungsi sebagai obat untuk atasi stres dan beberapa penyakit.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah memperhitungkan beberapa faktor seperti usia, jenis kelamin, tingkat depresi dan penyakit yang diderita oleh peserta, para peneliti menemukan bahwa mereka yang selalu merasa bahagia memiliki risiko 35 persen lebih rendah terhadap kematian dini dibandingkan dengan peserta yang jarang merasa bahagia.
"Penelitian ini memberikan alasan lebih lanjut mengenai pandangan positif serta kebahagiaan pada orang tua," ujar Profesor Andrew Steptoe, peneliti utama dari University College of London, seperti yang dikutip dari Daily Mail.
Penelitian yang menunjukkan adanya pengaruh kebahagiaan seseorang juga dilakukan oleh University of Illinois. Mereka menemukan, suasana hati yang positif dapat mengurangi stres yang berhubungan dengan hormon dan dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh.
Selain itu, Prof Ed Diener dan timnya juga melakukan percobaannya terhadap 160 hewan serta manusia, dan menemukan kesimpulan bahwa kebahagiaan memberikan kontribusi pada umur panjang dan kesehatan yang baik. Sedangkan kecemasan, depresi dan pesimisme erat kaitannya dengan penyakit dan kematian dini.
(eya/eya)
Elektronik & Gadget
5 Alasan Apple Watch SE 3 Layak Dipertimbangkan buat Aktivitas Sehari-hari
Olahraga
Asics Solution Swift, Sepatu Tenis Ringan untuk Gerak Cepat
Makanan & Minuman
Cari Minyak Goreng Bening dan Tidak Cepat Hitam? Ini Keunggulan SunCo 2L
Pakaian Pria
Cari Sepatu Basket Nyaman & Grip Kuat? Coba Nike Jordan Luka 77 PF
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Diet Hormon Viral di TikTok, Benarkah Bisa Atasi Jerawat hingga Mood Swing?
6 Manfaat Tak Terduga Nanas untuk Kesehatan, Cocok Jadi Menu Buka Puasa
Kisah Wanita Hampir Kehilangan Nyawa Karena Manikur Gel
Orthorexia, Ketika Obsesi Makan Sehat Justru Picu Gangguan Mental
Sleep Anxiety Bikin Susah Tidur? Ini 9 Cara Mengatasinya Agar Tidur Nyenyak
Most Popular
1
Georgina Rodriguez Tinggalkan Arab dengan Jet Pribadi di Tengah Konflik Timteng
2
Gaya Dramatis Barbie Ferreira Setelah Turun Berat Badan, Diduga karena Ozempic
3
Gwyneth Paltrow Sindir Artis Pakai Kostum Hot Dog di Met Gala
4
Foto: Koleksi Baju Lebaran 2026 dari OE, Rayakan Kepribadian Manusia yang Unik
5
Burberry Rilis Koleksi Spesial Terinspirasi Gaya Ikonik Ratu Elizabeth II
MOST COMMENTED











































