Gwyneth Paltrow Sindir Artis Pakai Kostum Hot Dog di Met Gala
Aktris Hollywood Gwyneth Paltrow mengungkap pandangannya soal gaya berpakaian para selebriti di Met Gala. Menurutnya, ajang terakbar di dunia fashion itu bukanlah sebuah pesta kostum.
Pendiri brand lifestyle Goop itu mengatakan dirinya selalu memilih tampil dengan gaun elegan ketimbang kostum yang terlalu heboh. Pernyataan tersebut ia sampaikan saat mengenang beberapa penampilan karpet merah favoritnya, termasuk momen ketika melangkah di tangga Metropolitan Museum of Art di New York, lokasi berlangsungnya Met Gala setiap tahun.
Gwyneth mengakui memiliki hubungan "cinta-benci" dengan acara yang sering dijuluki sebagai "Oscars of Fashion" tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya ini tetap menjadi diri saya sendiri. Jadi saya tidak akan datang ke Met Ball memakai kostum hot dog atau semacamnya," kata Gwyneth seperti dikutip PageSix. "Saya tidak datang dengan kostum, saya datang memakai gaun," tambahnya.
Gwyneth Paltrow di MET Gala 2017. (Foto: George Pimentel/WireImage) |
Menurut aktris pemenang Oscar itu, tamu Met Gala umumnya terbagi menjadi dua kelompok gaya. "Ada dua kubu yang datang ke Met Ball: yang mengenakan kostum dan yang memilih gaun malam. Saya selalu berada di kubu gaun malam," jelasnya.
Seperti diketahui, setiap tahun Met Gala memiliki tema pameran yang menjadi acuan dress code bagi para tamu undangan. Para selebriti biasanya menafsirkan tema tersebut dengan cara yang sangat kreatif, bahkan terkadang ekstrem.
Misalnya pada 2019 ketika tema "Notes on Camp" diinterpretasikan secara dramatis oleh Katy Perry yang datang mengenakan kostum lampu gantung, lalu berganti menjadi kostum hamburger di pesta setelahnya.
Sementara pada 2023, Doja Cat tampil menyerupai kucing peliharaan mendiang desainer Karl Lagerfeld bernama Choupette dengan bantuan prostetik.
Katy Perry jadi burger di MET Gala 2019 (Foto: Instagram) |
Berbeda dengan itu, Gwyneth lebih memilih interpretasi yang tetap elegan. Pada Met Gala 2019, ia mengenakan gaun kuning rancangan Chloé yang ia sebut "seperti pie lemon chiffon", terinspirasi gaya film Valley of the Dolls.
Namun, penampilan favoritnya sepanjang masa justru datang dari Met Gala 2012 saat ia mengenakan halter dress high-low rancangan Prada. Awalnya gaun mini tersebut dirancang untuk dipadukan dengan rok tambahan, tetapi Gwyneth memilih tidak mengenakannya pada malam itu.
Meski menyukai penampilannya, pengalaman menghadiri acara tersebut tidak selalu menyenangkan bagi Gwyneth. Dalam wawancara tahun 2013, ia mengaku kurang menikmati suasana Met Gala.
"Acara itu tidak menyenangkan sama sekali. Sangat panas dan terlalu penuh. Saya benar-benar tidak menikmatinya," ujarnya saat itu.
Meski begitu, bintang film 'Marty Supreme' tersebut kembali hadir di Met Gala empat tahun kemudian. Gwyneth bukan satu-satunya selebritas yang pernah mengkritik acara tersebut. Sejumlah nama seperti Amy Schumer dan Demi Lovato juga pernah secara terbuka menyampaikan kekecewaan mereka terhadap pengalaman menghadiri Met Gala.
Meski demikian, banyak dari mereka tetap kembali ke acara tersebut. Bahkan Lena Dunham, yang pada 2016 sempat mengatakan Met Gala terasa seperti "menghitung mundur sampai bisa kabur", kini justru menjadi bagian dari Host Committee untuk acara tahun ini.
(dtg/dtg)














































