Tips Makan di Restoran Tanpa Merusak Diet
wolipop
Senin, 18 Apr 2011 08:08 WIB
Jakarta
-
Ada kalanya kita merasa bosan dengan pola diet yang dijalankan dan tergoda merasakan nikmatnya makan di restoran. Tidak ada salahnya sesekali menyicipi lezatnya masakan restoran.
Tapi jika Anda peduli akan kesehatan dan ingin terus mempertahankan bentuk tubuh ideal, ada beberapa aturan yang perlu Anda ikuti. Untuk menarik konsumen, restoran biasanya lebih mementingkan kelezatan makanan dibandingkan berapa jumlah kalori yang terdapat di makanannya.
Jujur saja, Anda pun malas memeriksa kandungan kalori di makanan yang Anda pesan. Tapi tidak perlu cemas, Anda tetap bisa menikmati makanan tanpa dihantui rasa bersalah. Dengan catatan, jika Anda memperhatikan lima hal ini.
1. Katakan 'Tidak' untuk Minuman
Beverage berarti segala jenis minuman selain air putih. Saat pergi ke restoran, keinginan kita adalah menyantap makanan enak. Keinginan ini seringkali membuat kita tidak mempedulikan jumlah kalori atau lemak yang ada di dalamnya. Untuk mencegah konsumsi kalori berlebih, sebaiknya Anda tidak memesan beverage seperti fruit punch, cappuccino, sari buah atau minuman ringan. Kandungan gula dan kalorinya akan merusak program diet Anda. Saat makan di restoran, cukup pesan air putih atau teh tawar hangat.
2. Pesan Hidangan Pembuka
Appetizer atau hidangan pembuka biasanya berupa makanan dengan porsi lebih kecil dan ringan. Dikutip dari times of india, mengonsumsi hidangan pembuka akan mengurangi porsi saat Anda makan menu utama, karena perut telah terisi sedikit makanan. Tapi perhatikan juga pilihan menu untuk pembuka. Jangan pilih makanan yang digoreng, melainkan yang direbus, dipanggang atau diolah mentah. Misalnya salad, garlic bread, mushroom soup atau chicken quesadillas.
3. Jangan Masuk ke Restoran dengan Perut Kosong
Sebelum makan ke luar, santaplah dulu selembar roti atau biskuit gandum di rumah. Memasuki restoran dengan perut kosong akan membuat Anda ingin memesan semua menu dan memakannya dengan lahap. Akibatnya, tanpa disadari Anda sudah makan terlalu banyak. Pesanlah dulu sup jagung atau cemil kacang sebelum makan. Cara ini akan membuat perut sedikit kenyang sehingga Anda pun makan lebih sedikit.
4. Hindari Memasukkan Bahan Tambahan
Beberapa restoran biasanya menyediakan bumbu atau bahan tambahan. Misalnya mustard, saus tomat, saus sambal, kecap, keju parmesan dan garam. Bahan-bahan ini memang membuat makanan lebih lezat, tapi mempunyai kandungan garam tinggi, seperti dilansir mayo clinic. Anda tidak mau kan, makanan yang Anda pesan tambah tidak sehat karena bumbu-bumbu penyedap ini? Kalaupun tetap ingin memakainya, tuangkan sedikit saja, jangan berlebihan.
5. Makan Dessert dengan 'Bijak'
Keinginan makan makanan manis biasanya cukup kuat setelah kita melahap hidangan utama. Di sinilah, dessert atau hidangan pencuci mulut jadi ancaman. Satu scoop es krim vanilla dengan lelehan sirup cokelat di atasnya memang tepat untuk 'memanjakan' lidah. Tapi perhatikan dampaknya bagi tubuh Anda. Daripada es krim, pudding atau creme brule, lebih baik pesan buah potong segar sebagai dessert. Tapi jika keinginan makan dessert sudah tak terbendung, berbagilah bersama teman-teman Anda. Dengan begitu, Anda bisa tetap menikmati kelezatan es krim tanpa konsumsi berlebihan.
(hst/kik)
Tapi jika Anda peduli akan kesehatan dan ingin terus mempertahankan bentuk tubuh ideal, ada beberapa aturan yang perlu Anda ikuti. Untuk menarik konsumen, restoran biasanya lebih mementingkan kelezatan makanan dibandingkan berapa jumlah kalori yang terdapat di makanannya.
Jujur saja, Anda pun malas memeriksa kandungan kalori di makanan yang Anda pesan. Tapi tidak perlu cemas, Anda tetap bisa menikmati makanan tanpa dihantui rasa bersalah. Dengan catatan, jika Anda memperhatikan lima hal ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beverage berarti segala jenis minuman selain air putih. Saat pergi ke restoran, keinginan kita adalah menyantap makanan enak. Keinginan ini seringkali membuat kita tidak mempedulikan jumlah kalori atau lemak yang ada di dalamnya. Untuk mencegah konsumsi kalori berlebih, sebaiknya Anda tidak memesan beverage seperti fruit punch, cappuccino, sari buah atau minuman ringan. Kandungan gula dan kalorinya akan merusak program diet Anda. Saat makan di restoran, cukup pesan air putih atau teh tawar hangat.
2. Pesan Hidangan Pembuka
Appetizer atau hidangan pembuka biasanya berupa makanan dengan porsi lebih kecil dan ringan. Dikutip dari times of india, mengonsumsi hidangan pembuka akan mengurangi porsi saat Anda makan menu utama, karena perut telah terisi sedikit makanan. Tapi perhatikan juga pilihan menu untuk pembuka. Jangan pilih makanan yang digoreng, melainkan yang direbus, dipanggang atau diolah mentah. Misalnya salad, garlic bread, mushroom soup atau chicken quesadillas.
3. Jangan Masuk ke Restoran dengan Perut Kosong
Sebelum makan ke luar, santaplah dulu selembar roti atau biskuit gandum di rumah. Memasuki restoran dengan perut kosong akan membuat Anda ingin memesan semua menu dan memakannya dengan lahap. Akibatnya, tanpa disadari Anda sudah makan terlalu banyak. Pesanlah dulu sup jagung atau cemil kacang sebelum makan. Cara ini akan membuat perut sedikit kenyang sehingga Anda pun makan lebih sedikit.
4. Hindari Memasukkan Bahan Tambahan
Beberapa restoran biasanya menyediakan bumbu atau bahan tambahan. Misalnya mustard, saus tomat, saus sambal, kecap, keju parmesan dan garam. Bahan-bahan ini memang membuat makanan lebih lezat, tapi mempunyai kandungan garam tinggi, seperti dilansir mayo clinic. Anda tidak mau kan, makanan yang Anda pesan tambah tidak sehat karena bumbu-bumbu penyedap ini? Kalaupun tetap ingin memakainya, tuangkan sedikit saja, jangan berlebihan.
5. Makan Dessert dengan 'Bijak'
Keinginan makan makanan manis biasanya cukup kuat setelah kita melahap hidangan utama. Di sinilah, dessert atau hidangan pencuci mulut jadi ancaman. Satu scoop es krim vanilla dengan lelehan sirup cokelat di atasnya memang tepat untuk 'memanjakan' lidah. Tapi perhatikan dampaknya bagi tubuh Anda. Daripada es krim, pudding atau creme brule, lebih baik pesan buah potong segar sebagai dessert. Tapi jika keinginan makan dessert sudah tak terbendung, berbagilah bersama teman-teman Anda. Dengan begitu, Anda bisa tetap menikmati kelezatan es krim tanpa konsumsi berlebihan.
(hst/kik)
Fashion
Mudik Tanpa Koper Besar? Tas Travel 40L Ini Bisa Jadi Solusinya
Hobi dan Mainan
7 Alasan Thule Subterra 2 Bisa Jadi Toiletry Bag Andalan Traveler
Makanan & Minuman
Nasi Putih Langsung Ludes! Sambal Viral Ini Bikin Sahur dan Makan Jadi Nambah Terus
Makanan & Minuman
Bingung Cari Parcel Lebaran yang Berkesan? 2 Hampers Makanan Premium Ini Bisa Jadi Hadiah Spesial Idulfitri!
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Kisah Wanita Hampir Kehilangan Nyawa Karena Manikur Gel
Orthorexia, Ketika Obsesi Makan Sehat Justru Picu Gangguan Mental
Sleep Anxiety Bikin Susah Tidur? Ini 9 Cara Mengatasinya Agar Tidur Nyenyak
Tips Kulit Tetap Glowing Saat Puasa agar Cantik di Hari Lebaran
Kulit Breakout Saat Puasa? Bisa Jadi Gara-gara Makanan Ini
Most Popular
1
Apa Itu Looksmaxxing? Tren Viral yang Bisa Bahayakan Mental
2
7 Momen Manis Jisoo BLACKPINK & Seo In Guk, Kelewat Gemas Jadi Couple
3
Calon Istri Atlet NFL Tolak Perjanjian Pra Nikah, Pernikahan Mendadak Batal
4
Dokter Operasi Plastik Ungkap Rahasia Awet Muda Brad Pitt di Usia 62 Tahun
5
Model Ini Beri Kalung Darah Menstruasi ke Suami sebagai Simbol Pernikahan
MOST COMMENTED











































