Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Merenungi Alam yang Merana di Koleksi Terbaru Studio 133 Biyan

Daniel Ngantung - wolipop
Selasa, 02 Des 2025 21:00 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Studio 133 Biyan Spring Summer 2026
Studio 133 Biyan Spring Summer 2026 (Foto: Dok. Studio 133 Biyan)
Jakarta -

Bertajuk 'Reforged', kreasi terbaru Studio 133 Biyan sekali lagi menampilkan keindahan flora dan fauna. Sebuah keindahan yang ironis dengan bencana besar yang tengah menimpa negeri kita.

Pada Senin (1/12/2025), Biyan Wanaatmadja mempersembahkan koleksi teranyar dari lini keduanya itu di Ballroom Intercontinental Hotel, Pondok Indah, Jakarta Selatan. Atmosfer terasa seperti di sebuah gudang tak terpakai dengan berdirinya empat 'menara' berlapis seng bekas di bagian tengah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Studio 133 Biyan Spring Summer 2026Studio 133 Biyan Spring Summer 2026 (Foto: Dok. Studio 133 Biyan)

ADVERTISEMENT

Sebagai pembuka, muncul sepasang model dalam balutan blus bersiluet ponco dan rok bermotif garis. Busana yang dipakai keduanya sama, hanya warna yang membedakan, yakni biru dan hijau.

Tampilan tabrak motif khas Biyan yang dihiasi permainan corak geometris menyusul silih berganti, sebelum akhirnya busana pola berbentuk binatang dan tumbuhan mulai mendominasi.

Studio 133 Biyan Spring Summer 2026Studio 133 Biyan Spring Summer 2026 (Foto: Dok. Studio 133 Biyan)

Motif badak bercula satu beberapa kali muncul. Mulai dari pengaplikasikan sebagai statement dalam ukuran besar di berbagai kemeja pria, hingga rupa monogram yang memenuhi sekujur pakaian.

Tawaran lain hadir dalam jaket militer yang di sekitaran bagian kancingnya dipermanis dengan bordiran berbentuk harimau.

Studio 133 Biyan Spring Summer 2026Studio 133 Biyan Spring Summer 2026 (Foto: Dok. Studio 133 Biyan)

Tentunya, ini bukan kali pertama Biyan yang sudah lebih dari lima dekade berkarya terinspirasi oleh alam serta pesonanya. Namun, apa yang disajikan Biyan untuk label yang didirikannya 40 tahun lalu ini terasa sangat relevan sekarang. Hanya saja, dalam rasa keprihatinan.

Saat menyaksikannya, sulit untuk tidak memikirkan hewan yang merana setelah rumah mereka hancur karena eksploitasi alam yang dilakukan manusia sendiri. Sampai akhirnya berujung bencana tanah longsor dan banjir bandang seperti yang kita saksikan terjadi di Sumatera.

Studio 133 Biyan Spring Summer 2026Studio 133 Biyan Spring Summer 2026 (Foto: Dok. Studio 133 Biyan)

Di media sosial berseliweran video gajah yang ikut terseret arus air yang kuat. Rekaman visual yang memperlihatkan anjing dan kucing peliharaan berusaha menyelamatkan diri setelah tertinggal sendiri di rumah yang tenggelam banjir.

Korban manusia terus bertambah. Belum lagi kerugian material yang dialami.

Tak ada yang kebetulan meski koleksi yang terdiri dari puluhan set busana ini sudah disiapkan dari jauh-jauh hari.

Dalam keterangan tertulis, Biyan menyebut motif tersebut "interpretasi puitis dari hewan yang terancam punah sebagai pengingat akan dunia yang terus berubah dan warisan sejarah yang patut dijaga."

Studio 133 Biyan Spring Summer 2026Studio 133 Biyan Spring Summer 2026 Foto: Dok. Studio 133 Biyan

Terlepas dari relasi kuatnya dengan gaya hidup glamor dan konsumtif, fashion sekali lagi menawarkan tempat untuk merenungi isu yang terjadi di sekitar.

Ajakan Biyan untuk menjaga alam diharapkan sampai kepada semua orang, tanpa terkecuali klien setianya. Mereka kebanyakan berasal dari keluarga pejabat yang mungkin memiliki wewenang untuk mengatur sumber daya alam di negeri ini.

Studio 133 Biyan Spring Summer 2026Desainer Biyan Wanaatmadja. (Foto: Dok. Studio 133 Biyan)

Jangan sampai suatu saat nanti anak-cucu kita hanya dapat melihat indahnya alam yang dikarunia Sang Pencipta ini dari gambar-gambar di busana.

(dtg/dtg)
Tags

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads