'Anak Ajaib' Olivier Rousteing Keluar dari Balmain Setelah 16 Tahun Mengabdi
Setelah 16 tahun menulis kisah megah di panggung mode dunia, Olivier Rousteing resmi meninggalkan Balmain. Dengan keluarnya Olivier dari rumah mode Prancis tersebut, berakhir pula salah satu bab paling berpengaruh dalam sejarah fashion modern.
Keputusan Balmain untuk berpisah dari Olivier menandai berakhirnya salah satu masa jabatan paling panjang, berpengaruh, dan penuh warna dalam sejarah fashion modern. Setelah dua tahun bekerja sebagai desainer studio Balmain, ia ditunjuk menjadi direktur kreatif pada 2011 saat masih berusia 24 tahun.
Pengangkatan tersebut turut mengukir sejarah. Ia adalah desainer non-pendiri termuda yang memimpin rumah mode besar Paris sejak era Yves Saint Laurent di Dior. Ia juga menjadi orang kulit hitam pertama yang menakhodai rumah mode Prancis dengan warisan sejarah sekelas Balmain yang didirikan pada 1945. Berkat pencapaian tersebut, Olivier sering dicap sebagai 'anak ajaib'.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Olivier Rousteing bersama model Alessandra Ambrosio,Natalia Vodianova, dan Natasha Poly usai peragaan Balmain di Paris Fashion Week Womenswear Spring/Summer 2018 pada September 2017. (Foto: Pascal Le Segretain/Getty Images) |
"Hari ini menandai berakhirnya era saya di Balmain. Enam belas tahun lalu, saya memulai petualangan bersama Balmain tanpa mengetahui seperti apa masa depan. Sebuah cerita yang luar biasa, kisah tentang cinta dan hidup," tulis Olivier di Instagram, Rabu (5/11/2025).
Dalam tahun pertamanya, Balmain yang kala itu hampir bangkrut mencatat pendapatan 30,4 juta euro. Kini, angka tersebut melonjak hampir sepuluh kali lipat menjadi sekitar 300 juta euro. Di bawah arahan Olivier, Balmain berevolusi dari label eksklusif menjadi simbol glamor global yang menyatu dengan budaya pop dan media sosial.
Ia tak hanya menciptakan busana, tetapi juga membentuk fenomena budaya sehingga melahirkan "Balmain Army", komunitas digital yang merayakan keberagaman, inklusivitas, dan koneksi langsung antara rumah mode dan publik. Dengan dukungan nama-nama besar seperti Rihanna, Beyonce, Kim Kardashian, dan Gigi Hadid, ia membawa Balmain ke garis depan budaya populer.
Beyonce Knowles memakai kreasi Olivier Rousteing untuk konsernya di Coachella 2018. (Foto: Kevin Winter/Getty Images for Coachella). |
Kolaborasinya dengan H&M pada 2015 menjadi tonggak bersejarah: antrean panjang di butik-butik H&M seluruh dunia, termasuk Indonesia, dan tagar #Balmainia yang sempat viral membuktikan daya tarik universal estetikanya yang mewah dan berani.
Di bawah kepemimpinan Olivier, Balmain memperluas portofolionya, dari menghidupkan lagi lini couture (2019), bisnis aksesori, hingga kerja sama dengan Estée Lauder untuk lini kecantikan dan parfum (2023). Ia juga memperkenalkan konsep Balmain Festival, menggabungkan pertunjukan busana dan konser musik terbuka, menegaskan komitmennya pada inklusivitas dalam fashion.
Dalam perjalanan kariernya, masalah personal juga mengikuti. Lahir di Bordeaux dan diadopsi saat masih bayi, Olivier kemudian baru mengetahui semasa remaja bahwa orangtua biologisnya berasal dari Somalia dan Etiopia. Pencarian Olivier terhadap asal-usul keluarganya sempat diabadikan dalam film dokumenter berjudul 'Wonder Boy' (2019).
Kanye West dan Kim Kardashian di kampanye Balmain (2014). (Foto: Instagram/@balmain) |
CEO Balmain Matteo Sgarbossa, menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi sang desainer. "Olivier menulis bab penting dalam sejarah Balmain. Kontribusinya telah meninggalkan jejak abadi dalam dunia mode," ujarnya seperti dikutip Vogue Business.
Setelah Mayhoola (perusahaan investasi asal Qatar) mengakuisisi Balmain pada 2016, Rousteing menjadi wajah publik yang memperkuat citra Balmain sebagai rumah mode yang berani berevolusi tanpa meninggalkan warisan pendirinya, Pierre Balmain.
Peragaan busana musim semi 2026 di Paris Fashion Week belum lama ini menjadi peragaan terakhir koleksinya. Presentasi berlangsung di ballroom Hotel Intercontinental Paris, tempat yang sama ia menggelar peragaan pertama sebagai desainer utama Balmain. "Saya percaya Anda bisa menciptakan era baru tanpa harus pergi, dengan tetap menantang diri sendiri di tempat yang sama," katanya kala itu, ucapan yang sekarang terasa seperti pesan perpisahan.
Kini, di usia 40 tahun, Rousteing menatap masa depan yang masih penuh peluang. Dengan reputasi sebagai desainer yang memadukan warisan dan modernitas, serta dedikasi terhadap keragaman dan ekspresi diri, dunia mode menantikan langkah selanjutnya dari sosok yang telah mengubah Balmain menjadi fenomena global.
"Saat saya melangkah ke babak baru perjalanan kreatif saya, waktu ini akan selalu saya kenang dengan penuh rasa syukur," kata Olivier.
(dtg/dtg)
Hobbies & Activities
4 Novel Ini Menggugah Rasa dan Pikiran, Layak Dibaca Sekali Seumur Hidup
Elektronik & Gadget
KiiP Wireless EW56: Power Bank Magnetik yang Bikin Hidup Lebih Praktis
Home & Living
Tidak Perlu Repot Bawa Setrika Besar! Setrika Ini Harus Kamu Bawa saat Traveling
Health & Beauty
Bulu Mata Lentik Instan Tanpa Ribet! Cek 3 Produk Ini, Praktis untuk Pemula
Season of Elegance, Kolaborasi Metro-MegaFirst Padukan Mode dan Aksi Sosial
Justin Bieber Rilis Sneakers Cetak 3D, Harga Dibanderol Rp 22 Jutaan
Brand Fashion AS 'Serbu' Indonesia: Ekonomi Melambat, Minat Belanja Tak Surut
Beyonce Hingga Nicole Kidman Ditunjuk Sebagai Co-Chair MET Gala 2026
Outfit Lewis Hamilton Serba Dior di F1 Abu Dhabi 2025, Disebut Fashion Victim
7 Momen Manis Tiffany SNSD & Byun Yo Han, Terungkap Pakai Cincin Couple
Ramalan Zodiak 14 Desember: Libra Ekstra Sabar, Scorpio Jangan Agresif
MCM Rilis Parfum dengan Kemasan Gemas Bentuk Beruang Hingga Gajah
Ramalan Zodiak Cinta 14 Desember: Gemini Terlalu Sensitif, Libra Mengalah
















































