Desainer Silvia Fendi Mundur, Maria Grazia Chiuri Dikabarkan Jadi Pengganti
'Reshuffle' di pucuk kepemimpinan divisi kreatif rumah mode dunia masih terus berlanjut. Kini giliran Silvia Venturini Fendi yang mundur sebagai direktur kreatif Fendi. Meski nama penggantinya belum diumumkan, santer terdengar kabar mantan desainer Dior, Maria Grazia Chiuri, menjadi kandidat terkuat.
Setidaknya demikian menurut Merle Ginsberg, penulis fashion The Hollywood Reporter, berdasarkan informasi dari sumber terdekat. "Wow. All's well that is new well for ex-Dior designer Maria Grazia Chuiri - the brand new Creative Director of Fendi. Didn't take long. Meanwhile, she hasn't had any revelatory moments in a long time - but maybe she and Dior were the wrong fit? Fendi needs an Italian," tulisnya di Instagram, Selasa (30/9/2025).
Tentunya Maria yang juga berdarah Italia bukan sosok yang asing bagi Fendi. Kariernya di dunia fashion bahkan diawali di Fendi pada 1989 saat ia bergabung di divisi aksesori. Di sinilah, ia bertemu Pierpaolo Piccioli yang kemudian bersatu sebagai co-designers di rumah mode Velantino. Kehadiran tas ikonis Baguette dari Fendi tak lepas dari andil kreatif Maria dan Pierpaolo.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada 2016, Chiuri menorehkan sejarah di Dior dengan menjadi perempuan pertama yang menjabat direktur kreatif koleksi busana wanita. Ia menggantikan Raf Simons dan memperkenalkan estetika feminis yang khas, termasuk melalui kaus bertuliskan "We Should All Be Feminists" yang identik dengan era #MeToo.
Dengan rekam jejak dan sejarahnya di Fendi, serta nilai yang diyakininya sebagai seorang pejuang hak perempuan, Maria memang menjadi sosok yang paling tepat untuk menggantikan Silvia.
Silvia Venturini Fendi. (Foto: Dok. Fendi) |
Meski tidak lagi bertanggung jawab penuh untuk urusan desain, Silvia akan tetap berada dalam struktur keorganisasian jenama yang didirikan kakek dan neneknya 100 tahun lalu itu.
Fendi, yang berada di bawah naungan grup luxury brands LVMH, menunjuk Silvia sebagai Presiden Kehormatan per 1 Oktober 2025.
"Dalam peran barunya, Silvia akan berfokus pada pelestarian warisan Fendi sekaligus terus memperkuat kehadiran global merek asal Roma itu. Ia juga akan mengawal promosi sejarah panjang, keterampilan artisan, serta mengembangkan Fendi Casa," tulis Fendi dalam pernyataan resminya, Selasa (30/9/2025). Fendi Casa adalah lini interior Fendi yang sudah berdiri sejak 1988.
Karl Lagerfeld dan Silvia Venturini Fendi usai mempresentasikan koleksi Fendi Spring/Summer 2015. (Foto: Getty Images/Tullio M. Puglia) |
Sebagai generasi ketiga keluarga pendiri Fendi, Silvia memiliki kiprah panjang di rumah mode tersebut. Bersama Karl Lagerfeld sejak 1992, ia berhasil mempertahankan Fendi sebagai salah satu storied fashion houses relevan dengan pasar di tengah persaingan yang kuat.
Di luar divisi busana perempuan (yang sempat ditangani desainer Kim Jones), Silvia yang saat ini berusia 64 tahun juga menangani lini aksesori dan busana pria. "Ini adalah perjalanan yang luar biasa, yang juga saya jalani atas nama nenek saya Adele, ibu saya Anna, dan saudara perempuannya," ujar Silvia.
Dalam keterangan tertulisnya, ia pun tak melupakan sosok Karl. "Hati saya juga tertuju pada Karl, seorang maestro luar biasa yang memberi saya kehormatan bekerja di sisinya. Dari Karl saya belajar seni berbagi, sebuah nilai penting dalam sejarah keluarga kami, sambil tetap menjaga visi kreatif saya sendiri," katanya.
Delfina Delettrez Fendi, Silvia Fendi, Linda Evangelista, Marc Jacobs, dan Kim Jones di fashion show perayaan 25 tahun tas ikonis Baguette di New York Fashion Week pada September 2022. (Foto: Getty Images/Taylor Hill) |
Pengumuman tersebut hanya beberapa hari setelah Fendi mempresentasikan koleksi Spring-Summer 2026 di Milan Fashion Week. Silvia merancangnya dengan menekankan pada sensualitas melalui permainan optis dengan siluet ringan dan penuh warna. "Ini tentang rasa rileks yang penuh warna dengan sentuhan elegan nan romantis," ujar Silvia. Ia menambahkan, "Bukan soal satu definisi tunggal, melainkan fluiditas antara kehidupan sehari-hari dan keindahan keterampilan tangan. Gestur sederhana dengan kerja kompleks di baliknya. Dualitas itu selalu menarik bagi saya."
Koleksi ini juga melibatkan desainer industri Marc Newson, yang menghadirkan latar berpola piksel berwarna-menciptakan kesan kaleidoskopis yang berpadu dengan siluet khas Fendi. Warna-warna cerah membentuk volume sederhana yang melapisi tubuh dalam ekspresi ringan, menghadirkan permainan ruang positif dan negatif.
Koleksi Fendi Spring-Summer 2026. (Foto: Dok. Fendi) |
Estetika Fendi dalam koleksi ini tampak dari cara mereka membongkar dan membangun ulang pakaian sehari-hari. Struktur yang biasanya tegas kini dilunakkan dengan sentuhan lembut, menghasilkan busana yang sekaligus akrab namun penuh kejutan.
Health & Beauty
Secret Garden Extrait de Parfum, Wangi Mewah yang Tahan Lama dan Bikin Kesan Lebih Berkelas!
Health & Beauty
Rambut Lebih Halus & Anti Ngembang, Ini 3 Hair Care Andalan untuk Rambut yang Susah Diatur!
Hobbies & Activities
Main Badminton Lebih Stabil, Ini Rekomendasi 3 Shuttlecock yang Nyaman Dipakai Latihan Rutin
Hobbies & Activities
American Tourister Argyle Cabin 20 Inch jadi Solusi Ringkas dan Aman untuk Travel Singkat
Tas Belanja Kanvas Ini Jadi Rebutan Dunia, Ada yang Dijual Rp 160 Juta
Jaket Nicolas Maduro saat Ditangkap Jadi Sorotan, Viral Diburu Netizen
Deretan Perhiasan Mewah di Karpet Merah Critics' Choice Awards 2026
5 Tren Sepatu 2026 yang Bakal Booming, Terinspirasi Runway Dunia
Kontroversi Boots Rama Duwaji di Pelantikan Mamdani, Dianggap Terlalu Mewah
Gaya Ranty Maria di Pas Foto Nikah, Tampil Natural Nyaris Tanpa Makeup
Influencer China Jadi Gelandangan di Kamboja, Terjebak Janji Manis Pacar
7 Foto Mesra Salshabilla Adriani dan Ibrahim Risyad yang Sedang Jadi Sorotan
Ramalan Shio 2026
Pakar Feng Shui Bongkar Kunci Cuan 2026 Satu Hal Ini Agar Emosi Tetap Stabil



















































