Langkah Kecil Rama Dauhan Dukung Sustainability, Kolaborasi Bersama Uniqlo
Hampir 20 tahun menekuni profesi desainer, Rama Dauhan cukup sadar dengan isu lingkungan yang dipicu oleh industri mode. Tak mudah untuk mengintervensi masalah tersebut, tapi ia yakin sekecil apapun upayanya akan sangat berarti.
Rama paham bagaimana praktik fashion yang tidak bertanggung jawab sangat mengancam kelestarian alam. Oleh karena itu, ia tidak terlalu tertarik untuk menggarap koleksi pakaian siap pakai (ready to wear).
Rama Dauhan dan Irma Yunita, Corporate Affairs Director PT Fast Retailing Indonesia (Uniqlo) dan Corporate Public Relations Uniqlo Indonesia Yulia Rachmawati. (Foto: Daniel Ngantung/detikcom) |
Namun, Rama selalu membuka kemungkinan bagi siapa saja yang mau bergerak bersama untuk mengajak masyarakat ambil bagian dalam upaya meminimalisasi dampak negatif fashion terhadap lingkungan. Salah satunya menerima ajakan dari Uniqlo yang belakangan aktif menggaungkan pesan sustainability lewat program Re.Uniqlo Studio.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mulai berjalan di Indonesia sejak tahun lalu, Re.Uniqlo Studio memiliki tujuan utama memperpanjang usia pakaian sehingga dapat digunakan lebih lama. Tiga layanan yang ditawarkan mencakup Repair, Remake, dan Reuse.
Barbarengan dengan dibukanya fasilitas Re.Uniqlo Studio di Senayan City, Uniqlo menggandeng Rama Dauhan untuk mendesain beberapa desain bordir eksklusif bertema Indonesia. Kolaborasi tersebut membuahkan bordiran dalam bentuk jenaka seperti kaleng kerupuk, mangkok mie ayam, bajaj, dan daun monstera.
"It's a fun thing, tapi tetap ada purpose juga," kata Rama tentang alasan menerima 'pinangan' dari Uniqlo, Jumat (15/11/2024). Desain bordir tersebut dapat diaplikasikan di pakaian dan aksesori seperti tas dan topi sesuai keinginan konsumen.
Pemilik Rama Dauhan Design Studio ini juga menyertakan sesuatu yang lebih personal. Muncul bordiran berbentuk bola tenis, sepatu roda, dan kasti.
"Saya memang sangat menyukai olahraga tersebut. Namun lebih dari itu, desain-desain ini sebenarnya dipilih karena bersifat universal dan genderless sehingga dapat lebih mengakomodasi kebutuhan konsumen sesuai visi dan misi Uniqlo," kata Rama.
Desain bordir kreasi Rama Dauhan yang dapat dipilih konsumen. (Foto: Daniel Ngantung/detikcom) |
Jebolan sekolah mode ESMOD Jakarta ini berharap, kolaborasinya bersama Uniqlo merupakan dapat mengedukasi masyarakat tentang mindfulness dalam berpakaian. Menurut Rama, publik sebetulnya sudah mulai sadar dengan isu keberlanjutan, tapi perlu tetap didorong.
"Bangun awareness masyarakat memang sulit sehingga harus dilakukan dengan langkah yang kecil Namun, kecil-kecil seperti itu biasanya lebih impactful," jelas Rama.
Bordir karya Rama Dauhan hanya tersedia di Re.Uniqlo Studio Senayan City. Satu bordirnya dihargai Rp 75.000. "Untuk sementara ini, waktu sampai kapannya belum ditentukan karena kami ingin melihat antusiasme konsumen dulu," kata Irma Yunita, Corporate Affairs Director PT Fast Retailing Indonesia (Uniqlo).
(dtg/dtg)
Health & Beauty
Secret Garden Extrait de Parfum, Wangi Mewah yang Tahan Lama dan Bikin Kesan Lebih Berkelas!
Health & Beauty
Rambut Lebih Halus & Anti Ngembang, Ini 3 Hair Care Andalan untuk Rambut yang Susah Diatur!
Hobbies & Activities
Main Badminton Lebih Stabil, Ini Rekomendasi 3 Shuttlecock yang Nyaman Dipakai Latihan Rutin
Hobbies & Activities
American Tourister Argyle Cabin 20 Inch jadi Solusi Ringkas dan Aman untuk Travel Singkat
Tas Belanja Kanvas Ini Jadi Rebutan Dunia, Ada yang Dijual Rp 160 Juta
Jaket Nicolas Maduro saat Ditangkap Jadi Sorotan, Viral Diburu Netizen
Deretan Perhiasan Mewah di Karpet Merah Critics' Choice Awards 2026
5 Tren Sepatu 2026 yang Bakal Booming, Terinspirasi Runway Dunia
Kontroversi Boots Rama Duwaji di Pelantikan Mamdani, Dianggap Terlalu Mewah
Katy Perry Pamer Liburan Tahun Baru Bareng Justin Trudeau, Beri Kecupan Manis
7 Foto Mesra Salshabilla Adriani dan Ibrahim Risyad yang Sedang Jadi Sorotan
Bahaya Mencabut Bulu Hidung yang Jarang Disadari, Bisa Picu Infeksi Pernapasan
Viral! Pasutri Rela Terjang Hutan dan Ancaman Harimau demi Sekolah Terpencil













































