ADVERTISEMENT

Profil Vivienne Westwood dan Kontroversinya Sebelum Meninggal

Tim Wolipop - wolipop Jumat, 30 Des 2022 21:16 WIB
British fashion designer Vivienne Westwood, 28th April 1983. (Photo by Andy Hosie/Daily Mirror/MirrorpixGetty Images) Vivienne Westwood (Foto: Victor VIRGILE/Gamma-Rapho via Getty Images)
London -

Desainer Vivienne Westwood meninggal dunia dalam usia 81 tahun. Kepergiannya tak hanya menjadi kehilangan besar bagi industri mode, tapi juga dunia. Berjiwa aktivis, ia memiliki keberanian untuk mendobrak sesuatu demi perubahan. Tak jarang, semangatnya menimbulkan kontroversi.

Sulit untuk melewatkan Vivienne Westwood dalam jajaran desainer terbaik dunia. Tanpa sosoknya, mungkin mustahil bermunculan para desainer masa kini yang peduli dengan isu-isu sosial dan lingkungan di luar kepentingan komersial atau bisnis pribadi.

British fashion designer Vivienne Westwood, 28th April 1983. (Photo by Andy Hosie/Daily Mirror/MirrorpixGetty Images)Vivienne Westwood pada April 1983. Tahun tersebut menjadi debut penampilan karyanya di Paris Fashion Week. (Foto: Andy Hosie/Daily Mirror/MirrorpixGetty Images)

Mengawali karier sebagai desainer pada era 60-an, Vivienne Isabel Swire, demikian nama lahirnya, muncul saat gerakan punk tengah menginvasi kota-kota besar di Inggris, khususnya London. Punk hadir untuk mendobrak kemapanan dan memprotes para elite pemerintahan yang tidak berpihak kepentingan rakyat.

Desainnya pun kental dengan elemen punk dan berkontradiksi dengan dominasi estetika wanita elegan yang kala itu masih didikte oleh label high-fashion Eropa yang sudah mapan.

Dengan uniknya, perempuan kelahiran Tintwistle, Derbyshire, pada 8 April 1941, ini memvisualisasikan punk lewat garis desain yang romantis dengan referensi gaya Victorian yang kuat. Baik itu untuk busana pria maupun wanita.

"Saya sangat terpukau dengan punk dan melihat jika seseorang bisa berbicara untuk menentang sebuah sistem," katanya kepada Guardian pada 2007.

Punk rock group Viviane Westwood bersama manajer Sex Pistols Malcolm McLaren pada 1970-an. (Foto: Daily Mirror/Bill Kennedy/Mirrorpix via Getty Images)

Ketertarikan Vivienne Westwood pada punk juga tak lepas dari kedekatannya dengan personel Sex Pistols.

Beberapa tahun setelah karya-karyanya tampil perdana di Paris Fashion Week pada 1983, Vivienne Westwood mulai mendapat pengakuan. Vogue mengabarkan, para kritikus fashion memuji kreasinya sebagai versi Inggris dari Christian Lacroix, desainer couture Prancis yang kuat dengan eksperimental kombinasi corak dan ornamen.

John Fairchild, penerbit media fashion Women's Wear Daily menyebut Vivienne sebagai 'Alice in Wonderland of fashion' dalam bukunya 'Chic Savages' yang terbit pada 1989. Namanya juga masuk dalam daftar enam desainer yang paling berpengaruh pada abad ke-20.

LONDON, ENGLAND - SEPTEMBER 20:  Vivienne Westwood (C) and her 'Fash Mob' prior to the Vivienne Westwood Red Label show during London Fashion Week SS16 at Ambika P3 on September 20, 2015 in London, England.  (Photo by David M. Benett/Dave Benett/Getty Images) Vivienne Westwood saat menggelar peragaan busana di London Fashion Week pada September 2015. (Foto: David M. Benett/Dave Benett/Getty Images)

Pada tahun yang sama, ia berpose sebagai Perdana Menteri Inggris Margaret Thatcher untuk sampul majalah Tatler. Ia memakai setelan pesanan Thatcher yang tak pernah sampai ke tangannya

Namun, siapa yang menyangka di balik sosoknya yang 'pemberontak', Vivienne pernah berprofesi sebagai guru sekolah dasar di London.

"Aku guru yang sangat baik saat itu. Hanya saja, aku suka sekali anak-anak yang suka dikira suka melawan dan pembangkang," ujarnya. Mungkin ini pula yang memantik jiwa punk dalam dirinya.

Fashion designer Vivienne Westwood at Buckingham Palace, in London, where she received her OBE from Queen Elizabeth II. She is giving a twirl for the photographers, but beneath her tailored suit she wore no knickers.   (Photo by Martin Keene - PA Images/PA Images via Getty Images)Vivienne Westwood di Buckingham Palace, London, saat menerima gelar OBE dari Ratu Elizabeth II pada 1992. (Foto: Martin Keene - PA Images/PA Images via Getty Images)


Fashion juga menjadi wadah bagi Vivienne untuk mengekspresikan dirinya sebagai seorang aktivis lingkungan dan politik. Ia dikenal vokal dalam mendukung pembebasan pendiri WikiLeaks Julian Assange.

Sosoknya pernah menjadi kontroversi saat menerima penghargaan OBE dari Kerajaan Inggris pada 1992. Saat sesi pemotretan dengan fotografer di halaman Istana Buckingham, Vivienne Westwood yang dikenal sangat kritis terhadap Ratu berpose sambil memutar roknya yang mengekspos bawahannya yang tanpa dalaman. "Dengar-dengar, Ratu terhibur saat melihat foto tersebut," katanya.

Walau demikian, ia kembali mendapat apresiasi dari Ratu Elizabeth II atas kontribusinya terhadap kemajuan industri mode Inggris. Pada 2006, namanya resmi menyandang gelar 'Dame'.

LONDON, ENGLAND - JANUARY 09:  Vivienne Westwood is seen on the runway for the finale of the Vivienne Westwood show during London Fashion Week Men's January 2017 collections at Seymour Leisure Centre on January 9, 2017 in London, England.  (Photo by Jeff Spicer/Getty Images)(Foto: Jeff Spicer/Getty Images)

Bukan seorang royalist atau pendukung fanatik monarki, Vivienne Westwood tetap dikagumi oleh anggota Kerajaan Inggris. Busana rancangannya kerap menjadi andalan Kate Middleton, Putri Eugenie, dan bahkan Ratu Consort Camilla.

Sulit untuk tidak mencintai Vivienne Westwood terlepas dari kontroversinya. Jiwa kreatif dan aktivisme sang desainer akan selalu dikenang.

Ia meninggal dengan tenang pada Kamis (29/12/2022) di London, dan dikelilingi orang tercintanya, termasuk sang suami Andreas Kronthaler, yang juga rekan kerjanya.



Simak Video "Desainer Dame Vivienne Westwood Meninggal di Usia 81 Tahun"
[Gambas:Video 20detik]
(dtg/dtg)