ADVERTISEMENT

Alessandro Michele Angkat Kaki dari Gucci, Penjualan Menurun Jadi Alasan?

Daniel Ngantung - wolipop Kamis, 24 Nov 2022 12:00 WIB
Models wear creations as part of Guccis Fall/Winter 2020/2021 collection, presented in Milan, Italy, Wednesday, Feb. 19, 2020. (AP Photo/Luca Bruno) Alessandro Michele keluar sebagai direktur kreatif Gucci, jabatan yang telah dipegangnya selama tujuh tahun. (Foto: AP Photo/Luca Bruno)
Milan -

Masa-masa desainer Alessandro Michele di Gucci telah usai. Ia akhirnya angkat kaki setelah membawa kembali masa kejayaan rumah mode Italia tersebut dengan estetika maksimalisnya sebagai direktur kreatif selama tujuh tahun.

Kering, grup yang menaungi Gucci, mengumumkan perpisahannya dengan Alessandro pada Rabu (23/11/2022). "Perjalanan yang Gucci dan Alessandro lalui selama beberapa tahun terakhir sangat unik dan tetap menjadi salah satu yang terbaik dalam sejarah rumah mode ini," ungkap CEO dan Chairman Kering François-Henri Pinault dalam keterangan resminya seperti dikutip the Business of Fashion.

Alessandro bergabung dengan Gucci pada 2002 sebagai desainer aksesori setelah sempat bekerja untuk Karl Lagerfeld dan Silvia Venturini di Fendi pada akhir 1990-an. Tom Ford yang kala itu menjabat sebagai direktur kreatif Gucci yang merekrut langsung Alessandro.

Sempat terpuruk di bawah arahan desainer Frida Giannini, Gucci lantas memercayakan divisi kreatif dan desain kepada Alessandro. Penunjukkan desainer kelahiran Roma, 49 tahun lalu itu, terbilang mengejutkan karena sosoknya yang dianggap bukan siapa-siapa.

MILAN, ITALY - FEBRUARY 25:  A model walks the runway at the Gucci Autumn Winter 2015 fashion show during Milan Fashion Week on February 25, 2015 in Milan, Italy.  (Photo by Catwalking/Getty Images)Koleksi perdana Alessandro Michele untuk Gucci tampil di Milan Fashion Week pada Februari 2015. (Foto: Getty Images/Catwalking)

Banyak yang meragukan kapabilitas Alessandro untuk memimpin sebuah rumah mode historis yang berdiri sejak 1921. Apalagi ia tidak punya riwayat sebagai direktur kreatif di rumah mode manapun.

Namun, kepemimpinan Alessandro menandai sebuah era baru yang membawa Gucci kembali ke era keemasannya. Kreasinya yang 'liar', serba maksimalis, dengan pendekatan vintage dan retro bagaikan angin segar di tengah hiruk-pikuk produk desainer yang didominasi desain minimalis.

Alessandro juga memberikan euforia baru dan kejutan-kejutan baru dengan berbagai kolaborasi. Beberapa di antaranya dengan mitra yang tak terduga, seperti rivalnya, Balenciaga, atau merek lintas genre, seperti Adidas. Gucci juga berekspansi ke bisnis kuliner dengan membuka restoran di beberapa negara.

ROME, ITALY - APRIL 15: A detail from Gucci Aria collection on April 15, 2021 in Rome, Italy. (Photo by Ernesto S. Ruscio/Getty Images for Gucci)Koleksi kolaborasi Gucci dan Balenciaga. (Foto: Getty Images for Gucci/Ernesto S. Ruscio)

"Saya sungguh beruntung bisa bertemu Alessandro pada 2014, sejak itu kami selalu kerja bersama dan Gucci mencapai kesuksesan selama delapan tahun terakhir," kata Presiden dan CEO Gucci Marco Bizzarri.

Penjualan produk-produk Gucci era Alessandro mendatangkan keuntungan besar bagi Kering, tapi itu tidak berlangsung lama. Financial Times melaporkan, pendapatan Gucci bertumbuh dari 3,9 miliar euro pada 2015, menjadi 9,7 miliar pada 2021.

Namun, pertumbuhannya mulai melambat sejak 2017, dari 45 persen menurun ke 37 persen (2018), lalu 13 persen (2019). Kendati demikian Gucci tetap menjadi satu dari 10 merek milik Kering yang menyumbang pemasukan terbesar di samping Balenciaga, Saint Laurent, dan Bottega Veneta.

MILAN, ITALY - FEBRUARY 25:  Designer Alessandro Michele acknowledges the applause of the audience after the Gucci show during the Milan Fashion Week Autumn/Winter 2015 on February 25, 2015 in Milan, Italy.  (Photo by Vittorio Zunino Celotto/Getty Images)Designer Alessandro Michele usai menampilkan kreasi perdananya untuk Gucci. (Foto: Getty Images/Vittorio Zunino Celotto)

"Gucci sedang mengalami keletihan merek, dan konsumen pertamanya, terutama di China, mulai bosan," ujar Luca Solca, seorang konsultan dari firma Sanford C. Bernstein, seperti dikutip New York Times.

Muncul spekulasi François-Henri Pinault meminta Alessandro untuk melakukan perubahan desain agar lebih relevan dengan pasar sehingga performa bisnis Gucci ikut membaik. Namun, Alessandro disebut tak menyukai dengan permintaan tersebut.

Tak mau berkompromi, François harus mengambil keputusan yang berat seperti ketika ia memecat Daniel Lee sebagai direktur kreatif Bottega Veneta terlepas dari kreasinya yang mendapat sambutan positif.

"Ada waktunya berpisah karena kita sekarang memiliki perspektif yang berbeda. Hari ini, perjalanan yang luar biasa berakhir bagi saya, setelah lebih dari 20 tahun, bersama perusahaan yang saya berikan seluruh cinta dan hidup saya," kata Alessandro menanggapi perpisahannya dari Gucci.

MILAN, ITALY:  US designer Tom Ford leaves the catwalk at the end of his last Gucci Autumn/Winter 2004-2005 women' collection as part of Milan fashion week 25 February 2004.    AFP PHOTO /Patrick HERTZOG  (Photo credit should read PATRICK HERTZOG/AFP via Getty Images)Tom Ford tampil di finale koleksi Gucci Fall 2004. (Foto: AFP via Getty Images/PATRICK HERTZOG)

Setelah Alessandro hengkang, terbit teka-teki siapa yang akan menggantinya. Apakah Tom Ford akan kembali setelah ia menjual mereknya? Atau Raf Simons, mantan direktur kreatif Dior (kini rekanan Miuccia Prada), yang baru menutup labelnya?

Membiarkan Gucci terlalu lama tanpa nakhoda tentu akan memperburuk kerugian Kering. Mungkin dalam waktu dekat, Kering akan segera mengumumkan pengganti Alessandro Michele.



Simak Video "Dijual Fantastis, Payung Adidas Gucci Dikritik karena Tak Tahan Air"
[Gambas:Video 20detik]
(dtg/dtg)