ADVERTISEMENT

Sejauh Mata Memandang Tawarkan Kebaya Avant-Garde dari Limbah di JFW 2023

Daniel Ngantung - wolipop Selasa, 25 Okt 2022 19:50 WIB
Kpleksi Sejauh Mata Memandang di JFW 2023 Sejauh Mata Memandang mempersembahkan koleksi bertajuk 'Baur' di JFW 2023. Kreasi terbaru rancangan Chitra Subyakto ini terdiri dari kebaya dengan luaran yang terbuat dari limbah fashion. (Foto: Daniel Ngantung/detikcom)
Jakarta -

Jakarta Fashion Week (JFW) 2023 memasuki hari kedua, Selasa (25/10/2022). Tiba giliran Sejauh Mata Memandang yang berada di bawah arahan Chitra Subyakto untuk memamerkan karya terbarunya.

Koleksi yang terdiri dari 29 look tersebut naik pentas di peragaan bertajuk 'Ode to Mother Earth' persembahan Dewi's Luxe Market yang turut menampilkan karya desainer Wilsen Willim sebagai pembuka.

'Baur' menjadi tawaran terbaru dari Sejauh Mata Memandang di JFW 2023. Dinamai demikian karena material untuk koleksi ini ada yang terbuat dari campuran limbah fashion sisa hasil produksinya.

Material tersebut di antaranya kain perca, kain stok mati (deadstock), kain sisa dari berbagai pameran Sejauh sebelumnya, serta kain hasil daur ulang dari pakaian tidak layak pakai (limbah tekstil pasca-produksi).

Koleksi 'Baur' Sejauh Mata Memandang di JFW 2023Material untuk koleksi 'Baur' persembahan Sejauh Mata Memandang di JFW 2023. (Foto: Dok. Sejauh Mata Memandang)

Untuk mengolah semua material yang dikumpulkan selama setahun terakhir itu, Sejauh Mata Memandang menggandeng Ecotouch ID yang berbasis di Bandung. Material tersebut didaur ulang melalui berbagai tahapan proses. Mulai dari pemilahan bahan, pencopotan kancing dan ritsleting, pemotongan, pencacahan, dan akhirnya kembali menjadi benang.

"Benang lalu ditenun sampai menghasilkan sebuah kain di Pekalongan. Sebenarnya ini konsep circular fashion. Semuanya berputar. Kami sedang belajar untuk jadi brand yang circular," kata Pendiri dan Direktur Kreatif Sejauh Mata Memandang Chitra Subyakto di Pondok Indah Mall III jelang peragaan.

Koleksi 'Baur' Sejauh Mata Memandang di JFW 2023Foto: Dok. Sejauh Mata Memandang

Hasil akhirnya berupa kain yang berwarna abu-abu kebiruan yang tebal dan kaku, dengan tekstur agak kasar menyerupai kanvas atau denim. Namun di tangan Chitra dan tim, kain tersebut bisa menjelma menjadi busana yang wearable.

Banyak di antaranya hadir sebagai outerwear yang menemani busana berpotongan kebaya dengan twist yang modern. Motif khas Sejauh Mata Memandang seperti ayam dan ombak masih ikut menghiasi.

Kpleksi Sejauh Mata Memandang di JFW 2023Koleksi 'Baur' persembahan Sejauh Mata Memandang di JFW 2023. (Foto: Abduh/detikcom)

Chitra juga mengeksplor siluet yang lebih berani dan dramatis untuk material daur ulang tersebut. Hasil akhirnya, jaket-jaket statement bergaya avant-garde yang seolah terbuat dari lipatan kertas origami raksasa.

"Lewat koleksi ini saya ingin menyampaikan juga bahwa kebaya nggak harus tampil terlalu tradisional. Interpretasi dan styling-nya sangat luas. Bahkan bisa ditampilkan dalam nuansa yang avant-garde. Fashion is freedom, tapi memang ada orang yang mematuhi pakem. Tapi nggak masalah. Berbeda itu indah, yang penting balance," ujar Chitra.

Kpleksi Sejauh Mata Memandang di JFW 2023Kpleksi Sejauh Mata Memandang di JFW 2023 (Foto: Abduh/Detikcom)

Terinspirasi keindahan warisan budaya Indonesia, Chitra Subyakto mendirikan Sejauh Mata Memandang pada akhir 2014 dengan mengusung label tekstil slow fashion yang mengedepankan model bisnis sirkular dan lebih bertanggungjawab terhadap lingkungan.

"Namun, kami tidak pernah membuat statement bahwa brand ini sustainbale. Menurut saya pribadi, tidak ada brand yang benar-benar sustainable karena istilah tersebut berada di grey area. Kalau mau sustainable, seharusnya kita tidak pakai baju," ujar adik sutradara Jay Subyakto ini.



Simak Video "Daliatex Kusuma dan 3 Brand Lokal Dukung Gerakan Sustainable"
[Gambas:Video 20detik]
(dtg/dtg)
dMentor
×
Awas! Gelombang Ganas PHK
Awas! Gelombang Ganas PHK Selengkapnya