Vogue Ogah Kerja Bareng Kanye West Lagi, Buntut Cuitan Tentang Yahudi
Kanye West menuai kontroversi karena ocehan bernada anti-Semit yang diunggahnya di Twitter beberapa waktu lalu. Kala itu, rapper sekaligus pebisnis fashion ini mencuitkan ujaran kebencian terhadap orang Yahudi.
"death con 3 On JEWISH PEOPLE," tulisnya.
Buntut dari unggahan itu, Vogue menolak untuk bekerjasama dengan Kanye West dalam bentuk apapun di masa depan. Kabar itu telah dikonfirmasi juru bicara Vogue AS.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Baik majalah maupun editor-in-chief Anna Wintour tidak berniat kerjasama dengan Kanye West lagi," ujarnya, seperti dikutip dari Pagesix.
Sementara itu sumber yang merupakan orang dalam Vogue mengatakan bahwa Anna Wintour tidak ingin lagi majalah yang dipimpinnya, maupun dirinya, dikait-kaitkan lagi dengan pria 45 tahun tersebut.
"Sudah cukup bagi Anna. Dia sangat jelas menginstruksikan Vogue bahwa Kanye bukan lagi bagian dari orang-orang pilihannya," ungkap sumber.
Sebelum rentetan ulah Kanye West yang memancing kemarahan publik, dia berhubungan cukup baik dengan salah satu orang paling berpengaruh di dunia fashion tersebut. Bahkan keduanya sudah seperti teman.
Potret kedekatan Anna Wintour dan Kanye West di masa lalu. Foto: Jeff Vespa |
Bulan lalu, Anna Wintour sempat mempromosikan koleksi kacamata terbaru Yeezy dengan mengenakannya dalam foto untuk keperluan rilis pers. Tapi semuanya berubah setelah cuita rasisme Kanye West soal orang Yahudi.
Pemutusan hubungan kerjasama ini datang setelah Balenciaga juga mengakhiri segala bentuk kolaborasi dengan sang rapper. Balenciaga mengumumkannya secara tertulis kepada WWD.
"Balenciaga tidak punya lagi hubungan apapun itu bentuknya atau rencanan lain yang berkaitan dengan artis ini," demikian bunyi pernyataan tersebut.
Sebelumnya mantan suami Kim Kardashian ini juga menuai kontroversi karena menghina penampilan salah satu editor Vogue yang mengkritik koleksinya, Gabriella Karefa-Johnson. Kala itu Gabriella menyoroti koleksi terbaru Yeezy Season 9 yang ditampilkan dalam gelaran Paris Fashion Week Spring 2023.
Salah satu koleksinya disertai pakaian bertulisan 'White Lives Matter', yang bisa dimaknai sebagai deklarasi kebencian. Menurutnya, Kanye West sudah kelewat batas.
"Tidak ada pengecualian, tidak ada unsur seninya di sini. Kalau kalian menanyai Kanye, dia akan bilang ini adalah karya seni dan sebuah revolusi. Segala sesuatu dari koleksi disebut positif. Padahal tidak sama sekali," tulis Gabriella di Instagram Stories.
Tak terima dengan kritikan tersebut, Kanye West mengunggah foto penampilan Gabriella dan mengejek selera gayanya. Di foto tersebut, Gabriella memakai kaus kuning dan rok garis-garis dibungkus coat coklat. Sebuah tas tangan berwarna biru dan sepasang boots tali tinggi ikut menemani gayanya.
"Ini bukan tipe orang fashion yang pantas mengomentari koleksi Ye," tulisnya, sebelum akhirnya menghapus unggahan tersebut.
(hst/hst)
Fashion
Ingin Tampil Feminin dan Lebih Stylish dengan Bawahan Rok? Cek Koleksi Menariknya di Sini!
Fashion
Pilihan Aksesori Simpel yang Bikin Gaya Kamu Terlihat Lebih Keren
Fashion
Cari Dompet Kulit Awet Biar Bisa Dipakai Lama? Produk dari ROUNN Ini Bisa Jadi Jawabannya
Health & Beauty
Dua Serum PDRN Favorit Banyak Orang, Fokus Regenerasi dan Hidrasi Kulit!
Deretan Perhiasan Mewah di Karpet Merah Critics' Choice Awards 2026
5 Tren Sepatu 2026 yang Bakal Booming, Terinspirasi Runway Dunia
Kontroversi Boots Rama Duwaji di Pelantikan Mamdani, Dianggap Terlalu Mewah
Hermes Birkin Dijual di Department Store, Tanda Pergeseran Dunia Luxury?
130 Tahun Monogram Louis Vuitton: Sejarah, Inovasi, dan Warisan Abadi
Ditangkap Bersama, Kisah Pacaran 20 Tahun Presiden Venezuela & Istri Disorot
Ramalan Zodiak Taurus 2026: Perlahan Bangkit, Perubahan Besar Menanti
Fan Bingbing Ungkap Rahasia Awet Muda di Usia 44 Tahun, Pakai 700 Masker
Benarkah Beras Porang Bagus untuk Diet? Ini Fakta dan Manfaatnya












































