ADVERTISEMENT

Kebaya Modern Versi Mel Ahyar, Memikat dengan Eksekusi Inovatif

Daniel Ngantung - wolipop Minggu, 11 Sep 2022 11:07 WIB
Koleksi Mel Ahyar Di Jf3 Fashion Festival 2022 Koleksi 'Cabaya' persembahan Mel Ahyar. (Foto: Abduh/Detikcom)
Jakarta -

Kebaya diyakini lahir di Indonesia sekitar abad ke-7 saat pedagang Arab mulai berdatangan. Sejak itu kebaya terus berevolusi sampai akhirnya kita mengenal kebaya klasik. Lalu hadir kebaya modifikasi yang dipopulerkan oleh Anne Avantie. Sekarang tiba giliran Mel Ahyar yang menawarkan versi kekiniannya.

Menjadi salah satu desainer yang menampilkan karyanya dalam peragaan 'Kain Negeri' persembahan Ikatan Perancang Mode Indonesia (IPMI) di JF3 Fashion Festival 2022, Senin (5/9/2022), Mel Ahyar mempersembahkan 'Cabaya' dari seri Archipelago.

Dalam hemat desainer kelahiran Palembang, 42 tahun lalu ini, 'cabaya', yang berasal dari bahasa Portugis, diyakini sebagai salah satu asal-muasal kata kebaya. Namun, ia tak memungkiri bahwa kebaya lahir karena pengaruh budaya Arab yang kuat.

"Sebelumnya, pakaian wanita Indonesia cukup dengan kemben atau bahkan telanjang dada. Sampai akhirnya pedagang Arab masuk membawa ajaran Islam. Jadi kalau boleh dibilang, justru kebayalah baju muslim Indonesia. Bukan abaya atau gamis," kata Mel Ahyar jelang peragaan.

Koleksi Mel Ahyar di JF3 Fashion Festival 2022Koleksi Mel Ahyar di JF3 Fashion Festival 2022 (Foto: Dok. JF3)

Lebih dari itu, kebaya menurut Mel Ahyar merepresentasikan identitas perempuan Indonesia yang bersahaja. Hampir di setiap dearah memiliki kebaya versinya masing-masing tapi tetap disatukan dengan pakem yang sama.

Itu pula mengapa desainer jebolan Esmod Paris dengan predikat Nouvelle Couture Graduate ini merasa wajib untuk mempelajari kebaya lebih lanjut sebelum membuat koleksi 'Cabaya'.

"Sangat penting karena kebaya adalah salah satu citra penampilan wanita Indonesia sedari awal mula mulai menutup auratnya sehingga membuat kebaya menjadi baju 'kehormatan' wanita Indonesia," tambah Mel.

Koleksi Mel Ahyar Di Jf3 Fashion Festival 2022Koleksi Cabaya persembahan Mel Ahyar. (Foto: Abduh/Detikcom)

Di tangan Mel, kebaya-kebaya tradisional hadir dalam cutting yang lebih modern sehingga mengembuskan kebaruan yang memikat tanpa menghilangkan jati dirinya sebagai warisan budaya Nusantara.

Misal untuk pembuka peragaan, muncul kebaya encim berwarna hijau salem mengilap dengan struktur yang lebih bervolume pada bagian bawah. Tampilan minimalis yang dihadirkan Mel dengan menghilangkan bagian kancing depan yang menjadi ciri khas kebaya encim semakin memperkuat kesan modernnya.

Namun, ia tetap mempertahankan bordiran floral yang jamak dijumpai di kebaya encim. Untuk menjaga aura klasiknya, kebaya tersebut dipadukan dengan sarung batik tiga negeri lawas.

Koleksi Mel Ahyar Di Jf3 Fashion Festival 2022Koleksi Cabaya persembahan Mel Ahyar. (Foto: Abduh/Detikcom)

Merayakan keberagaman kebaya Nusantara, Mel juga mengadopsi siluet kebaya lainnya dengan pengeksekusian yang inovatif dan playful. Hadir pilihan kebaya panjang dengan bukaan melengkung pada bagian bawah.

Potongan yang berbentuk busur itu memperlihatkan keindahan kain-kain yang dipadukan. Kali ini, Mel menyertakan kain tenun hendar dan bulu berbasis organdi dari Garut, batik hingga tenun khas Bali. Kombinasi warna yang cerah antara kain dan kebaya semakin menambah daya tarik dari interpretasi Mel ini.

Koleksi Mel Ahyar Di Jf3 Fashion Festival 2022Koleksi Cabaya persembahan Mel Ahyar. (Foto: Abduh/Detikcom)

Mel juga mempermanis kebayanya dengan sulaman serta aksen menjuntai pada bagian bahu, selendang berbahan transparan yang dipermanis dengan sulaman. Terdapat pula permainan layer dengan memadukan kebaya dan korset. Total ada delapan tampilan busana yang tersaji.

Di jajaran aksesori tak kalah menarik. Seperti tas yang melengkapi penampilan para model, dibuat dari tenun penuh warna. Salah satunya yang bersiluet kotak dengan tassel yang terbuat dari kain perca. Tali selempang rantai emas menyumbangkan sentuhan klasik.

Koleksi Mel Ahyar di JF3 Fashion Festival 2022(Foto: Daniel Ngantung/detikcom)

Material perca juga Mel manfaatkan untuk selop sehingga semakin mempertegas aura jenaka dari kebaya versinya. Meski menggunakan kain sisa dari busana untuk aksesori tersebut, ia tak ingin mengklaim koleksinya ramah lingkungan atau masuk dalam kategori sustainable alias berkelanjutan.

"Kalau aku bilangnya just being responsible dengan limbah yang kita buat. Untuk disebut sustainable, sepertinya belum karena masih banyak aspek yang harus aku pelajari," kata Mel Ahyar.

Koleksi Mel Ahyar Di Jf3 Fashion Festival 2022Koleksi Cabaya persembahan Mel Ahyar. (Foto: Abduh/Detikcom)


Simak Video "Makna 'Langkah' di Balik Perayaan 25 Tahun Desainer Denny Wirawan"
[Gambas:Video 20detik]
(dtg/dtg)