Apresiasi Keelokan Tenun Nusantara di Jalinan Lungsi Pakan Persembahan CTI
Bicara wastra Indonesia bukan hanya batik. Jangan lupakan tenun kita yang kaya dengan teknik pembuatannya. Keragaman tenun tersbut yang diapresiasi Cita Tenun Indonesia (CTI) dalam perhelatan JF3 Fashion Festival 2022.
CTI kembali mempersembahkan pagelaran mode bertajuk "Jalinan Lungsi Pakan", Senin (5/9/2022). Untuk peragaan ini, lima desainer digandeng untuk membuat koleksi dari kain-kain tenun karya perajin binaan CTI.
Lewat partisipasinya di JF3 2022, CTI yang sudah hampir 14 tahun mendedikasikan diri dalam upaya pelestarian tenun di bidang mode, kriya, dan interior, ingin kembali mengajak masyarakat lebih mengenal keindahan kain tenun Nusantara. Tak sekadar bagian dari budaya bangsa yang begitu bernilai, tetapi juga merupakan salah satu elemen penting dari industri mode saat ini, seperti yang ditampilkan pada koleksi lima perancang mode yang turut serta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Perlu diingat bahwa Indonesia memiliki beragam teknik tenun dan nama Jalinan Lungsi Pakan diambil dari nama benang pada tenun. Lungsi adalah benang lurus ke depan, sedangkan benang kiri ke kanan disebut pakan. Judul ini dipilih untuk mengatakan bahwa menenun adalah sebuah proses pekerjaan yang panjang, memasukkan benang lungsi dan pakan. Bukan hal yang mudah," ujar Dewan Pengurus Cita Tenun Indonesia (CTI) Sjamsidar Isa.
Dalam kesempatan ini, CTI dan JFFF juga memberi kesempatan bagi pemenang dari kompetisi Next Young Promising Designer (NYPD) 2019, untuk mengembangkan kreatifitasnya dengan tampil bersama desainer kenamaan Indonesia.
Para perancang mode yang ikut serta untuk peragaan mode CTI kali ini adalah Eridani yang mengangkat tema "Sri Daya" sebuah implementasi dari sebuah karya dengan menggunakan Tenun Songket Palembang.
Juara 2 NYPD 2019 M. Rizky Julpra Yengky mempersembahkan "Robe De Mariee" yang mengolah tenun songket pakan dari Lombok dengan konsep wedding dress. Sementara itu, Juara 3 NYPD 2019 Uswa Khasanah mengusung koleksi bertema "Sekuel" dengan menggunakan tenun ikat endek dari Bali.
Liliana Lim menggunakan Tenun Songket Lungsi dari Sambas, Kalimantan Barat dengan tema "Reinterpreted". Sebagai pamungkas, hadir karya Didi Budiardjo dari tenun khas Wajo, khas Sulawesi Selatan, dalam tema "Passompe". Masing-masing desainer menampilkan delapan set busana (looks).
Seperti apa karya mereka? Nantikan di artikel selanjutnya.
(dtg/dtg)
Health & Beauty
Secret Garden Extrait de Parfum, Wangi Mewah yang Tahan Lama dan Bikin Kesan Lebih Berkelas!
Health & Beauty
Rambut Lebih Halus & Anti Ngembang, Ini 3 Hair Care Andalan untuk Rambut yang Susah Diatur!
Hobbies & Activities
Main Badminton Lebih Stabil, Ini Rekomendasi 3 Shuttlecock yang Nyaman Dipakai Latihan Rutin
Hobbies & Activities
American Tourister Argyle Cabin 20 Inch jadi Solusi Ringkas dan Aman untuk Travel Singkat
Jaket Nicolas Maduro saat Ditangkap Jadi Sorotan, Viral Diburu Netizen
Deretan Perhiasan Mewah di Karpet Merah Critics' Choice Awards 2026
5 Tren Sepatu 2026 yang Bakal Booming, Terinspirasi Runway Dunia
Kontroversi Boots Rama Duwaji di Pelantikan Mamdani, Dianggap Terlalu Mewah
Hermes Birkin Dijual di Department Store, Tanda Pergeseran Dunia Luxury?
Jaket Nicolas Maduro saat Ditangkap Jadi Sorotan, Viral Diburu Netizen
8 Pemotretan Terbaru Audi Marissa Bareng Putranya, Anthony Xie Tak Ikut
Ramalan Zodiak 8 Januari: Capricorn Harus Tegas, Pisces Hadapi Tantangan
Tips Styling Dasi untuk Gaya Kasual, Diprediksi Jadi Tren Fashion 2026











































