ADVERTISEMENT

Desainer Phillip Iswardono Pamerkan Karya Busana Lurik di 15 Tahun Berkarya

Jauh Hari Wawan S - wolipop Minggu, 26 Jun 2022 06:22 WIB
Fashion show karya desainer Phillip Iswardono. Foto: PIUS ERLANGGA Fashion show karya desainer Phillip Iswardono. Foto: PIUS ERLANGGA
Sleman -

Lima belas tahun sudah desainer Phillip Iswardono berkiprah di industri fesyen. Selama rentang waktu yang cukup lama, Phillip jatuh cinta pada wastra warisan budaya bangsa yakni kain tradisional lurik.

Menandai 15 tahun kariernya di dunia yang melambungkan namanya, Phillip memberanikan diri menggelar fashion show tunggal. Bertajuk 'Phillip's 15 years Journey of Love, Loyalty, Dedication' ia memamerkan rancangan busana dari kain lurik.

"Kalau saya melihat ke belakang bahwa 15 tahun ini adalah benar-benar momentum saya menatap wastra budaya Indonesia khususnya tenun lurik," kata Phillip di Candhari Heaven, Prambanan, Sleman, Sabtu (25/6/2022).

Pagelaran show tunggal Love Loyalty Dedication ini secara khusus sekaligus persembahan dan penghormatan untuk almarhum Wim van Kuijk. Ia merupakan sosok penting di balik perjalanan Phillip di dunia rancang busana ini.

Di sisi lain, selama 15 tahun menikmati dan mencintai profesi perancang busana, banyak hal yang Phillip lihat, rasa, pikir dan ciptakan. Ia pun mulai mencintai lurik sejak 10 tahun yang lalu.

Desainer Phillip IswardonoDesainer Phillip Iswardono Foto: Jauh Hari Wawan S/Detikcom

Namun banyak hal kemudian yang membuatnya gelisah. Salah satunya adalah keberadaan wastra atau kain lurik yang jauh tertinggal dengan batik.

"Lurik punya latar belakang dan tradisi yang sama yang patut disetarakan dengan batik. Lurik ini masih banyak belum mengetahui kalau lurik ini wastra tertua," bebernya.

Ia menceritakan, dulu lurik dipakai oleh para ningrat di njeron beteng atau wilayah di sekitar Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Pelopornya tentu Sri Sultan HB VII yang menjadikan lurik naik kelas.

Fashion Show Koleksi Phillip IswardonoFashion Show Koleksi Phillip Iswardono Foto: PIUS ERLANGGA

"HB VII adalah HB yang fashionable, ia memakai lurik untuk naik kelas, jadi baju kebesaran di dalam beteng atau untuk ningrat. Maka dari itu lurik ini haris disetarakan dengan kain wastra lainnya," ujarnya.

"Kalau batik memiliki tradisi, kebudayaan, latarbelakang yang berhubungan dengan adat istiadat, lurik itu juga punya historinya," imbuhnya.

Phillip menampilkan 72 busana motif lurik out of the box dalam fashion show tunggalnya...KLIK HALAMAN SELANJUTNYA.

Selanjutnya
Halaman
1 2