Cerita Pengrajin Batik Lokal yang Kini Bisa Ikut Pameran Java in Paris

Ahlu Dzikri - wolipop Kamis, 09 Jun 2022 18:25 WIB
Java in Paris - Shopee Foto: Shopee
Jakarta -

Ratusan produk UMKM lokal melantai di Le BHV Marais, salah satu department store terbesar di Paris, Prancis. Salah satunya produk fesyen dan aksesori buatan pengrajin lokal, Shiroshima turut memperkenalkan produknya di pameran bergengsi tersebut.

Pemilik Shirosima Dian Nutri Justisia Shirokadt menceritakan awal perjalanannya menggeluti kerajinan batik yang pada akhirnya bisa tembus sampai pasar Eropa. Ia mengatakan semua bermula saat dirinya pulang ke Tanah Air setelah bekerja di Singapura selama 8 tahun. Dian pun kembali ke kota kelahirannya di Yogyakarta dan tertarik untuk mempelajari batik dari kedua orang tuanya yang merupakan pengrajin batik.

"Saya ingin membawa nuansa baru dengan motif yang lebih minimalis dan model yang lebih segar. Lalu saya belajar selama dua tahun dengan ibu saya," ujar Dian dalam keterangan tertulis, Kamis (9/6/2022).

Dian lalu memulai brand Shiroshima pada Agustus 2019 dengan konsep baju batik daily wear, yang dapat dipakai oleh siapa saja tanpa memandang usia. Sebelumnya, dirinya merasa tidak percaya diri jika produknya akan cocok jika dipasarkan di Eropa apalagi di pasar terbesar di Prancis. Namun ia sangat senang karena produknya lolos kurasi dan bisa masuk ke pasar Eropa bersama Shopee.

"Senang banget pastinya, karena Shiroshima bisa lolos kurasi. Ini merupakan sebuah kebanggaan bagi saya. Sebelumnya saya belum merasa percaya diri untuk memperluas ke Eropa karena takut produk saya tidak cocok. Tapi dengan masuknya ke Paris, membuka mata saya jika produk UMKM Indonesia juga memiliki potensi di sini. Saya tentunya bisa makin memberdayakan pembatik dan mendukung perekonomian lokal," tuturnya.

Tembusnya ratusan produk lokal ke Prancis, tidak terlepas dari peran Shopee yang bekerja sama dengan Pemerintah Kota Surakarta, Kedutaan Besar Republik Indonesia di Paris, dan Le BHV Marais Paris.

Wali Kota Surakarta, Gibran Rakabuming mengatakan event ini merupakan momentum yang sangat baik bagi UMKM dapat melompat lebih tinggi dan menembus pasar dunia. Java in Paris menjadi sebuah pencapaian baru bagi UMKM lokal agar bisa dikenal dan diminati di pasar Eropa.

"Melalui produk-produk UMKM ini, kita juga bisa memperkenalkan cerita dan nilai budaya meskipun ini hanya bagian kecil dari budaya Indonesia yang begitu luar biasa. Kami berterima kasih kepada KBRI Paris Prancis, BHV Marais, dan Shopee Indonesia atas sinergi dan dukungan yang luar biasa, karenanya kita bisa menyaksikan Buah Karya Bangsa di panggung dunia," jelas Gibran.

Director of BHV MARAIS Home & Eataly Paris Marais Purchasing, Amandine de Souza menyampaikan event ini akan membuat pelanggan Le BHV Marais bisa merasakan pengalaman langsung tentang produk Indonesia. Menurutnya, Indonesia memiliki budaya yang kaya, namun, masih sedikit masyarakat Prancis dan Eropa yang mengetahui hal ini. Oleh karena itu, pihaknya bekerja sama dengan Shopee untuk mengurasi brand dan produk terbaik dari Indonesia agar bisa ditampilkan kepada para pengunjung di Paris.

"Kami ingin semakin banyak orang mengenal produk Indonesia salah satunya Batik buatan Solo melalui kerja sama dengan Pemerintah Kota Surakarta. Kami mengucapkan terima kasih kepada Shopee, Pemerintah Kota Surakarta dan KBRI Paris Prancis yang telah memberikan kesempatan kepada pelanggan kami untuk menemukan kekayaan budaya Indonesia," kata Amandine.

Sementara, Director & Country Head Sea Indonesia, Kiky Hapshary menjelaskan inisiatif program Java in Paris ini hadir untuk mendukung UMKM lokal. Java in Paris merupakan hasil sinergi dan kolaborasi strategis antara pemerintah dan perusahaan swasta untuk bisa menghadirkan akses pasar yang lebih luas bagi UMKM.

"Dengan dukungan ekosistem bisnis digital Shopee dalam mengakselerasi perkembangan UMKM, Java in Paris ini akan menjadi momentum bagi UMKM Indonesia untuk bangkit dan melihat peluang yang lebih besar. Saya berharap, program ini bisa menginspirasi lebih banyak UMKM lokal untuk tumbuh dan menjangkau dunia," ujar Kiky.

Di pihak lain, Direktur Eksekutif Shopee Indonesia, Handhika Jahja menjelaskan komitmen #ShopeeAdaUntukUMKM melalui program Java in Paris. Ini menjadi sekaligus penanda 1 tahun berdirinya Kampus UMKM Shopee Ekspor Solo.

"Kami berharap, dukungan melalui program ini bisa memberikan dampak positif bagi perkembangan UMKM lokal agar lebih banyak UMKM yang bisa dikenal di pasar internasional. Ini adalah waktunya bagi UMKM untuk tidak hanya berjaya di Indonesia, tapi juga bisa eksis di kancah internasional," ungkap Handhika.

Sebagai informasi, ratusan produk UMKM asal Surakarta tersebut dijajakan dari 8 Juni hingga 17 Juli 2022. Selain mempromosikan produk UMKM Indonesia, Pemerintah Kota Surakarta juga turut memperkenalkan kebudayaan dan kesenian Indonesia melalui pagelaran acara budaya yang digelar di jantung Kota Paris. Seperti pertunjukan Gamelan, Wayang, dan Tari, yang akan ditampilkan oleh para pekerja seni dan budaya asal kota Solo, tari Bali, seni beladiri pencak silat, serta acara mencicipi teh dan kopi khas Indonesia dan penampilan musik Indonesia.



Simak Video "UMKM Kerajinan dari Dusun di Tulungagung Ini Tembus Pasar Asean "
[Gambas:Video 20detik]
(ads/ads)