Kolaborasi Unik Desainer Busana Muslim dan Arkeolog, Angkat Wanita Abad Kuno

Daniel Ngantung - wolipop Minggu, 20 Mar 2022 15:35 WIB
Koleksi Herstori karya Nino Nugroho dan Sinta Ridwan Koleksi Herstori karya Nino Nugroho dan Sinta Ridwan (Foto: Dok. Nina Nugroho)
Jakarta -

Banyak wanita hebat dari abad kuno yang terabaikan di sejarah Indonesia. Sebuah kolaborasi unik terbaru antara perancang busana muslim dan arkeolog merayakan sosok inspiratif tersebut.

Desainer Nina Nugroho mempersembahkan Herstori, koleksi berseri buah kolaborasinya dengan filolog perempuan Sinta Ridwan. Herstori hadir untuk menjembatani sejarah keberdayaan perempuan di masa lalu dengan perempuan modern yang selama ini berjarak lewat kekuatan fashion.

"Banyak perempuan dari masa lampau yang belum mendapat porsi dalam sejarah. Semoga koleksi ini dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk lebih mengapresiasi mereka, sekaligus menginspirasi para perempuan Indonesia," kata Nina Nugroho saat peluncuran koleksi tersebut di Museum Nasional, Jumat (18/3/2022).

Liputan Esensia Nina Nugroho x Sinta RidwanPeluncuran koleksi Herstori, buah kolaborasi Nina Nugroho dan arkeolog Sinta Ridwan. (Foto: Daniel Ngantung/detikcom)

Berdasarkan hasil riset mendalam yang dilakukan Sinta dan Nina, akhirnya terpilihlah 12 perempuan dari abad ke-7 hingga 15 M. Sinta mengatakan, periode tersebut merupakan era klasik yang melahirkan banyak sosok perempuan hebat tapi jarang terekspos.

"Tidak seperti pahlawan perempuan pada masa kolonial," kata Sinta yang sedang merampungkan studi S3 arkeologi di Universitas Indonesia.

Setiap perempuan diangkat menjadi satu babak koleksi yang akan diperkenalkan secara bertahap sepanjang 2022. Adapun ilham untuk 'Chapter 1' datang dari sosok Mahendradatta, istri Raja Udayana dari Bali.

Lahir pada 961 M, putri Raja Sri Makutawangsawardhana dari Kerajaan Medang, Jawa Timur, ini tumbuh sebagai perempuan yang berpengetahuan luas dan dipandang sebagai sosok yang bijak.

Liputan Esensia Nina Nugroho x Sinta RidwanPeluncuran koleksi Herstori, buah kolaborasi Nina Nugroho dan arkeolog Sinta Ridwan. (Foto: Daniel Ngantung/detikcom)

"Dia tokoh penting karena sempat menjadi pemangku kebijakan saat peran perempuan masih diremehkah. Anak-anaknya juga menjadi raja yang sukses. Tentu itu mustahil terjadi tanpa asuhan dan didikan Mahendradatta," kata Sinta tentang sosok ibu dari Raja Airlangga, Raja Marakata Pangkaja, dan Raja Anak Wungsu itu.

Nama Mahendradatta terukir di sebuah prasasti berbahasa Sanskerta peninggalan Airlangga di India. Penemuan tersebut semakin meyakinkan Nina dan Sinta bahwa Mahendradatta memiliki pengaruh kuat dalam peradaban kala itu.

Untuk referensi desain, Nina banyak menggali inspirasi dari prasasti, arca, dan candi yang merekam jejak Mahendradatta. Salah satunya, Arca Durga di Bali. Ukiran aksara kuno diaplikasikan sebagai motif yang menghiasi hijab, kaus, blus hingga jaket.

Koleksi Herstori karya Nino Nugroho dan Sinta RidwanKoleksi Herstori karya Nino Nugroho dan Sinta Ridwan (Foto: Dok. Nina Nugroho)

"Warna pun serba Mahendradatta, seperti merah, abu-abu, hitam hingga emas," kata Nina. Sinta lalu menambahkan, pemilihan tersebut didasari warna-warna yang kental dengan kebudayaan di daerah-daerah yang pernah diduduki Kerajaan Udayana. "Kami napak tilas dari Mojokerto hingga Bali," timpal Nina.

Kolaborasi ini mendapat sambutan positif dari peneliti dan pengamat sejarah Muhammad Fasial. Ia berharap, karya teranyar Nina dan Sinta dapat memicu ketertarikan anak-anak muda terhadap sejarah di tengah intensnya obrolan tentang masa depan.

"Tantangan kami bagaimana membuat mereka tertarik dengan sejarah. Apalagi, perhatian masyarakat masa kini lebih tertuju pada bagaimana kehidupan di masa mendatang, seperti metaverse, NFT dan sebagainya. Porsi sejarah jadi semakin dikit, apalagi yang berbicara tentang wanita," ujar ketua YouthLab itu.



Simak Video "Serba-serbi Sejarah Hari Valentine 14 Februari"
[Gambas:Video 20detik]
(dtg/dtg)