Pamer Hijab di Italia, Desainer Indonesia Berpotensi Raup 1 Juta Euro
Arina Yulistara - wolipop
Jumat, 07 Jul 2017 17:39 WIB
Jakarta
-
Banyak desainer hijab Indonesia yang meningkatkan eksistensi mereka dengan mengikuti pagelaran fashion dunia. Kali ini, Torino Fashion Week menjadi ajang unjuk gigi beberapa desainer busana muslim Tanah Air. Terdapat lima perancang yang mengikuti pekan mode internasional tersebut seperti Dian Pelangi, Jeny Tjahyawati, Nina Nugroho, Novia Sari, serta Windri Dhari.
Bekerjasama dengan Islamic Fashion and Design Council, Torino Fashion Week menyajikan fashion show modest wear selama tiga hari mulai dari 1 hingga 3 Juli 2017. Selama tiga hari itu, satu per satu desainer busana muslim Indonesia menampilkan karya terbaik mereka di Torino Fashion Week, Turin, Italia.
Penampilan mereka di panggung pekan mode Italia rupanya menyita perhatian. Beberapa desainer berhasil menyabet penghargaan. Tidak hanya itu saja, salah satu desainer Indonesia juga memperoleh potensi transaksi hingga lebih dari satu juta Euro berdasarkan press release resmi KBRI Roma yang diterima Wolipop melalui email.
Hal tersebut diakui oleh desainer Windri Dhari yang merupakan pemilik label NurZahra. Ia mengaku mendapatkan potensi transaksi hingga lebih dari satu juta Euro. Menurut Windri, banyak pelaku mode dari Italia dan negara lainnya senang dengan koleksi scarf miliknya.
"Produk yang paling banyak diminati oleh para calon pembeli adalah selendang (scarf) dan kerjasama perancangan busana muslim. Desain Nur Zahra diminati oleh mitra dari berbagai negara seperti Italia, Malaysia, dan Afrika Selatan," ujar Windri dalam siaran pers tersebut.
Bukan hanya itu, salah satu perancang mode Italia, Fernanda, juga dikabarkan tertarik bekerjasama dengan Windri. Atase Perdagangan KBRI Roma Sumber Sinabutar yang turut hadir di Torino Fashion Week juga memuji koleksi dari Windri. Ia mengatakan bahwa kombinasi motif batik dalam rancangan ready-to-wear yang ikonik menjadi daya tarik tersendiri bagi pecinta fashion Italia.
"Hal ini menjadi suatu keunikan tersendiri dan memikat para importir produk tekstil yang hadir pada kesempatan tersebut. Kami juga secara langsung mendukung partisipasi rumah mode NurZahra, yang koleksinya pernah pula ditampilkan dalam majalah mode bergengsi Vogue Italia," ujar Sumber.
Windri tak hanya berpotensi meraup untung besar tapi juga mendapatkan penghargaan khusus dari AAB Fashion dan Debenhams. Selain Windri, desainer lain yang juga mendapat penghargaan adalah Dian Pelangi dan Jeny Tjahyawati.
Dian Pelangi memperoleh honorary award dari LVMH, kelompok perusahaan multinasional dari Perancis yang menaungi Gucci hingga Louis Vuitton. Sementara Jeny Tjahyawati menerima penghargaan LUXURY Awards, dianggap juri memiliki desain terbaik.
Penghargaan tersebut rupanya membuka peluang baik untuk Jeny Tjahyawati. "Berkat kemenangan ini, saya memperoleh kesempatan untuk mewakili Indonesia pada Paris Fashion Week mendatang," ujar Jeny saat kunjungan ke Milan pada Rabu (5/7/2017) waktu setempat.
Melihat para desainer Indonesia mendapat penghargaan dari ajang Torino Fashion Week, Sumber berharap di tahun-tahun mendatang industri fashion Indonesia bisa semakin diakui secara global.
"KBRI Roma memandang partisipasi pada Torino Fashion Week kali ini berperan signifikan dalam upaya promosi dan peningkatan ekspor produk tekstil Indonesia ke Italia. Diharapkan, pada tahun mendatang, busana dan tekstil Indonesia dapat semakin diakui, baik di Italia sebagai salah satu pusat mode dunia, maupun secara global," paparnya. (ays/ays)
Bekerjasama dengan Islamic Fashion and Design Council, Torino Fashion Week menyajikan fashion show modest wear selama tiga hari mulai dari 1 hingga 3 Juli 2017. Selama tiga hari itu, satu per satu desainer busana muslim Indonesia menampilkan karya terbaik mereka di Torino Fashion Week, Turin, Italia.
Foto: Dok. KBRI Roma |
Penampilan mereka di panggung pekan mode Italia rupanya menyita perhatian. Beberapa desainer berhasil menyabet penghargaan. Tidak hanya itu saja, salah satu desainer Indonesia juga memperoleh potensi transaksi hingga lebih dari satu juta Euro berdasarkan press release resmi KBRI Roma yang diterima Wolipop melalui email.
Hal tersebut diakui oleh desainer Windri Dhari yang merupakan pemilik label NurZahra. Ia mengaku mendapatkan potensi transaksi hingga lebih dari satu juta Euro. Menurut Windri, banyak pelaku mode dari Italia dan negara lainnya senang dengan koleksi scarf miliknya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Dok. KBRI Roma |
Bukan hanya itu, salah satu perancang mode Italia, Fernanda, juga dikabarkan tertarik bekerjasama dengan Windri. Atase Perdagangan KBRI Roma Sumber Sinabutar yang turut hadir di Torino Fashion Week juga memuji koleksi dari Windri. Ia mengatakan bahwa kombinasi motif batik dalam rancangan ready-to-wear yang ikonik menjadi daya tarik tersendiri bagi pecinta fashion Italia.
"Hal ini menjadi suatu keunikan tersendiri dan memikat para importir produk tekstil yang hadir pada kesempatan tersebut. Kami juga secara langsung mendukung partisipasi rumah mode NurZahra, yang koleksinya pernah pula ditampilkan dalam majalah mode bergengsi Vogue Italia," ujar Sumber.
Foto: Dok. KBRI Roma |
Windri tak hanya berpotensi meraup untung besar tapi juga mendapatkan penghargaan khusus dari AAB Fashion dan Debenhams. Selain Windri, desainer lain yang juga mendapat penghargaan adalah Dian Pelangi dan Jeny Tjahyawati.
Dian Pelangi memperoleh honorary award dari LVMH, kelompok perusahaan multinasional dari Perancis yang menaungi Gucci hingga Louis Vuitton. Sementara Jeny Tjahyawati menerima penghargaan LUXURY Awards, dianggap juri memiliki desain terbaik.
Penghargaan tersebut rupanya membuka peluang baik untuk Jeny Tjahyawati. "Berkat kemenangan ini, saya memperoleh kesempatan untuk mewakili Indonesia pada Paris Fashion Week mendatang," ujar Jeny saat kunjungan ke Milan pada Rabu (5/7/2017) waktu setempat.
Melihat para desainer Indonesia mendapat penghargaan dari ajang Torino Fashion Week, Sumber berharap di tahun-tahun mendatang industri fashion Indonesia bisa semakin diakui secara global.
"KBRI Roma memandang partisipasi pada Torino Fashion Week kali ini berperan signifikan dalam upaya promosi dan peningkatan ekspor produk tekstil Indonesia ke Italia. Diharapkan, pada tahun mendatang, busana dan tekstil Indonesia dapat semakin diakui, baik di Italia sebagai salah satu pusat mode dunia, maupun secara global," paparnya. (ays/ays)
Health & Beauty
Mykonos Hawaiian Crush Extrait de Parfum, Parfum Wangi Tropis yang Bikin Mood Naik!
Elektronik & Gadget
Airbot X40 Master, Robot Vacuum Super Pintar untuk Rumah Bersih Tanpa Ribet!
Health & Beauty
Secret Garden Extrait de Parfum, Wangi Mewah yang Tahan Lama dan Bikin Kesan Lebih Berkelas!
Health & Beauty
Rambut Lebih Halus & Anti Ngembang, Ini 3 Hair Care Andalan untuk Rambut yang Susah Diatur!
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Cara Tak Terduga Klamby Rilis Koleksi Lebaran 2026, Dibungkus Film Musikal
Eksplorasi Bordir dan Motif Floral untuk Baju Lebaran 2026 dari Bwbyaz
Kaleidoskop 2025
Ini 7 Tren Hijab 2025: Pashmina Meleyot, Motif hingga Menjuntai
Kaleidoskop 2025
Ini Brand Hijab yang Menguasai Tren 2025, dari Lafiye hingga Na The Label
Bank Mega Syariah Resmi Luncurkan Program Loyalitas MPC Points
Most Popular
1
Mengenal Cigarette Jeans, Model Celana Jeans Ala 80an yang Tren di 2026
2
Drakor Jisoo BLACKPINK & Seo In Guk Tayang 2026, Aktingnya Tuai Sorotan
3
Ramalan Zodiak 9 Januari: Aries Tetap Waspada, Taurus Banyak Tekanan
4
TikTok Viral Verificator
Viral Momen Dosen Pertanian Mantu, Souvenir Bibit Tanaman Jadi Sorotan
5
Ramalan Zodiak 9 Januari: Capricorn Harus Sabar, Aquarius Lebih Teliti
MOST COMMENTED












































Foto: Dok. KBRI Roma
Foto: Dok. KBRI Roma
Foto: Dok. KBRI Roma